Aku Dijodohkan Saat SMP

Aku Dijodohkan Saat SMP
Kode Akses Organisasi


__ADS_3

Rosalin masih menatap nanar kepergian Tiara.


"Nyonya apa yang harus kami lakukan ?" Tanya seorang anak buahnya.


"Kalian tetap melakukan pekerjaan kalian, tetapi rubah misinya karena belum tentu Tiara bisa dipercaya."


"Siap nyonya."


Rosalin meninggalkan gedung itu, sebelum pergi ia berpesan pada anak buahnya. Jika Brams datang ketempat ini tolong segera kabari dia.


Sedang Steven masih begitu penasaran apa hubungan Hana dan wanita itu.


"Siapa wanita itu sebenarnya ?


Mengapa dia sangat ingin membunuh Hana ?" Batin Steven sambil kembali melajukan kendaraan miliknya menuju Universitas kedokteran.


Sampai disana Steven turun dari mobilnya dan segera menemui Bambang, seorang direktur Yayasan Universitas Kedokteran.


"Bagaimana Bambang ? Apa kau sudah melihat hasilnya dari Organisasi kita tentang gambar apa yang kukirimkan itu ?"


"Sudah, aku baru saja melihatnya."


"Sebenarnya ada hubungan apa Hana dengan wanita itu ? Kenapa dia mengincar Hana ?"


"Aku juga tidak tahu soal itu Bambang, coba pinjamkan aku laptopmu, aku ingin membobol identitas wanita itu, siapa tahu sudah ada info dari Organisasi tentang siapa wanita itu." Jawab Steven. Sedang Bambang segera memberikan Laptop miliknya.


Tak menunggu lama, Steven menghidupkan layar didepannya, dan benar saja saat masuk ke akses Oranisasi di LIPI, disana terpampang jelas wajah wanita itu, beserta biodata miliknya.


"Hei Bambang, Lihat ini. Sudah ada info dari Organisasi mengenai wanita itu.


Namanya Rosalina, dia pemilik salah satu perusahaan keluarga yang bergerak dibidang perekonomian. Nama perusahaannya Sinar Jaya Group." Terang Steven.


"Apa mungkin ini berkaitan dengan Yuda ?" Tanya Bambang.


"Aku juga belum tahu, sepertinya kita harus menyelidikinya." Jawab Steven.


Steven menghempaskan bobot tubuhnya dikursi didekatnya sambil menetralkan nafas. Geram, marah, semuanya melebur menjadi satu melihat profil wanita didepannya. Susah payah Steven melindungi profesor kecilnya tetapi ada saja orang yang mengincar nyawanya. Perlahan helaan nafas Steven mulai normal, dia langsung saja meraih handponenya dan menghubungi Hana.


"Halo kak, ada apa ?"


"Ada yang ingin kakak tanyakan padamu ?"


"Apa itu kak ?"


"Kamu kenal sama Rosalina ?"


"Dia kakak sepupu aku, anaknya om Romi. Memangnya kenapa kak."


"Aku mencurigai dia terlibat dengan pembunuhanmu Hana, kamu harus berhati hati."


"Kak Steven itu tidak mungkin kak, dia itu kakakku."


"Terserah kamu saja Hana, aku hanya ingin mengingatkanmu karena aku khawatir keselamatanmu."


"Iya kak, terima kasih. Aku pasti akan berhati hati.


Ya sudah ya kak." Hana mengakhiri panggilannya.


Steven sangat kesal karena kali ini Hana tidak mendengar ucapannya.

__ADS_1


"Bambang, bagaimana menurutmu, apa yang harus kita lakukan ?"


"Ini bukti yang jelas, hanya saja Hana belum bisa melihatnya, entahlah apa yang difikirkan anak itu." Jawab Bambang.


"Atau jangan jangan karena Rosalina itu sepupunya sampai dia tidak mau mempersoalkan masalah ini."


"Tugas kita hanya melindungi seorang profesor yang seharusnya dilindungi dunia. Jik mereka berani melakukan kejahatan, maka kita tidak akan diam saja." Jelas Bambang.


"Ok Bambang, aku mau cabut dulu bro."


"Hati hati Stev." Jawab Bambang.


Sedang Steven meninggalkan Universitas kedokteran itu.


Ditempat lain Hana masih saja memikirkan ucapan kakaknya Steven.


"Apa benar kak Rosalin ini membunuhku ?


Untuk apa dia ingin melakukan itu padaku ?


Bukankah selama ini kak Rosalin sangat baik padaku ?


Aaagggh... Kak Steven salah lihat kali." Batinnya.


Kini Handphone miliknya kembali berdering, sebuah notifikasi pesan whatsapp masuk, saat dilihatnya terdapat kode akses Organisasi LIPI yang mengirim pesan itu.


Tingg....


Layar kini terbuka, dan sedang mengunduh gambar yang ternyata adalah sebuah Video. Hana segera memutar Video itu. Disana terlihat seorang wanita asing yang belum perna dilihatnya sedang dibantai oleh beberapa orang, sampai harus dipaksa berbicara. Hana bergidik sangat ngeri karena kelakuan orang orang itu.


"Vi-video apa ini ?"


Saat Video sudah berdurasi sekitar 15 menit, datanglah seorang wanita cantik yang berpakaian sangat anggun. Mata Hana terbelalak melihat wanita yang baru saja datang itu, ia tidak menyangka apa yang dilihatnya.


"Astagaa, ka Rosalin. Ini memang benar kak Rosalin. Jadi benar benar kak Rosalin yang melakukan semuanya." Ucap Hana sambil menutup mulutnya dengan ekspresi masih tidak percaya.


Hana masih terpaku, hingga ia meneteskankan air matanya, Hana tidak menyangka jika satu satunya saudara dianggapnya kakak yang dimilikinya dikota ini ternyata ingin membunuhnya.


Sedang di satu tempat, seorang gadis baru saja pulang dan sampai dirumah kecil miliknya. Melihat ibunya yang sudah sangat lemah, Tiara hanya bisa menangis.


"Uhuk... Uhuk... Uhuk..."


Suara batuk Ibunya Tiara, terdengar memenuhi seisi rumah. Saat melihat anaknya, ia sangat terkejut.


"Astagfirullah...


Kamu dari mana saja nak ?


Kamu kenapa ? Sekujur tubuhmu penuh dengan luka lebam. Apa yang terjadi padamu ?" Tanya ibu dengan suara yang agak serat.


Ibu melemparkan beberapa pertanyaan yang membuat Tiara kebingungan menjawab ucapannya. Ia tidak menjawab, Tiara hanya berlari menuju pembaringan ibunya yang sedang sakit.


"Hiks. Hiks. Hiks.


Maafkan Tiara bu...?"


"Jangan menangis nak, kamu kenapa."


"Aku tidak kenapa kenapa kok bu."

__ADS_1


"Jangan bohong pada ibu Tiara, luka luka disekujur tubuhmu itu ?"


Ucapan ibu Tiara terpotong karena mendengar suara orang memberi salam dari arah luar.


"Assalamualaikum..."


"Walaikumsalam..." Jawab Tiara.


"Astagfirullah Hall Adzim Tiara, kamu kenapa nak." Jawab ayahnya Tiara yang baru saja datang dari mengamen.


"Hiks.. Hiks.. Hiks...


Kak, kak Tiara kenapa kak." Tanya adiknya Tiara yang juga baru pulang, sambil menangis, berlari memeluk kakaknya.


"Sini kak, Gea bantu obatin luka kakak." Sambil menarik lengan kakaknya. Dengan telaten Gea membantu membersihkan luka Tiara.


Sedang Tiara tidak bergeming menatap adik bungsunya itu. Tak terasa air matanya tumpah membanjiri wajahnya lalu memeluk adiknya.


"Kak Tiara ada apa kak ? Coba cerita sama Gea kak, apa masalah kakak."


"Maafkan kak Tiara dek, aku sangat sayang pada kalian, maafkan kakak.


Hiks...Hiks... Hiks...


Semua ini salah kakak Gea, kakak hanya ingin membantu kau dan ayah mencari duit untuk biaya pengobatan ibu. Kakak terpaksa melakukan perbuatan jahat."


"Kak Tiara melakukan perbuatan jahat apa kak ?"


"Karena bayaran yang sangat mahal, kakak rela ingin membunuh seseorang dek."


"Tiara... " Teriak ayah dari arah pintu saat mendengar ucapan Tiara.


"Ya ampun istigfar nak, kenapa kamu melakukan hal yang sangat dilarang nak, kamu bisa saja dipenjara karena membunuh nak, ayah tidak perna mengajarkan kalian perbuatan seperti itu." Ucap ayah dengan marah. Sambil meneteskan air matanya, wajah keriput itu begitu lesu mendengar anak gadisnya akan melakukan percobaan pembunuhan.


"Kak, ayah dan Gea masih mampu mencari biaya pengobatan untuk ibu, kenapa kakak tega melakukan itu."


Brungk... Brangk...


Bunyi suara dentuman yang berasal dari kamar ibunya. Tiara sudah selesai membersihkan tubuhnya yang babak belur. ketiganya saling bersitatap dan langsung berlari menuju kamar yang ibunya tempati, sampai disana mereka menemukan ibunya sudah terkapar di lantai.


"Ibu, ibuuuu.... " Teriak Tiara dan Gea saat melihat ibunya yang sudah pingsan, terbaring tidak berdaya dikamarnya.


"Ibu kenapa bu, bangun bu, banguuun..." Ucap Gea.


"Hiks... Hiks... Hiks...


Maafin Tiara bu, aku berjanji tidak akan melakukannya lagi, banguuun bu..." Teriak Tiara.


Sementara ayah memangku ibunya Tiara yang sudah tidak berdaya. Ia semakin panik melihat istrinya itu.


"Rumah sakit, kita harus bawah ibu kerumah sakit, sebelum kita kehilangan ibu untuk selamanya."


...----------------...


Nah sudah pada tahu kan kalau Tiara itu Kakaknya Gea gadis kecil penari yang dulu sudah jadi temannya Hana saat Yuda membawanya jalan jalan.


Bersambung dulu Readers...!!!


Hai para Readers dukung Author ya, jangan lupa baca karyaku Kisah Putri Langsat, yang terpaksa menikahi pangeran dari Dunia Lain, disana Author Up tiap hari, karena sedang mengikuti kontes lomba.

__ADS_1


__ADS_2