
Setelah menunggu sangat lama, akhirnya orang yang menjadi target mereka telah keluar dari tempat itu. Ia segera naik ke mobilnya dan melaju dijalanan.
Beberapa pengawal juga ikut mengikuti mobil itu, begitu juga dengan Yuda dan Ronal, mereka tak mau menyia nyiakan waktu yang baik ini.
Saat orang itu melewati jalur jalur sepi menuju ke gang yang sempit, Ronal langsung melakukan aksi penghadangan karena tidak menyadari ada yang mengikutinya ia akhirnya terperangkap dengan sangat cepat.
Hampir saja orang itu menabrak mobil para pengawal, membuat dirinya harus membanting setir dan berhenti.
Tanpa menunggu atau melakukan aba aba, Yuda segera turun dari mobilnya begitu juga dengan orang itu.
"Hei, siapa kau yang berani menghalangi jalanku." Teriak orang itu dengan marah. Namun saat melihat Yuda mendekat ia tidak lagi berkata kata.
Ronal menepikan mobilnya lalu berjalan ke arah bosnya Yuda.
Booouugggt... Booouugggt....
Yuda langsung memberikan bogeman mentah pada laki laki itu, membuat orang itu juga melawan. Terjadi aksi perlawanan disana namun kekuatan Yuda jauh lebih kuat dibandingkan orang itu, sebelum Ronal mendekat orang itu sudah berhasil di sekap oleh Yuda.
Tanpa tanggung Yuda dan Ronal melakukan aksi kejahatan mereka, siapa yang sudah berani bermain main dengan Direktur pemilik perusahaan mobil ternama itu, maka mereka akan menerima hadiah darinya.
"Ronal sudah kau siapkan apa yang sudah menjadi senjata kita ?" Tanya Yuda.
"Sudah bos." Ronal mendekat dengan membawah sesuatu di tangannya ia lalu melakukan pekerjaannya dengan menyuntik Virus mematikan ditubuh laki laki itu membuat orang dihadapannya itu tidak berdaya.
Ronal yang sangat marah melihat lelaki dihadapannya ini yang perna menyekap dan mencekik lehernya langsung menendang lelaki itu tanpa ampun.
"Aaaaaggghhh.... Sialan kalian. Apa yang kalian lakukan padaku." Teriak orang itu namun tangannya sudah di ikat oleh beberapa pengawal.
"Hahaha... Kau berani main main denganku maka ini akibatnya." Ucap Yuda dengan sangat marah.
"Awas kalian, aku pasti akan membalasnya. Orang orangku masih berkeliaran disekitar kalian." Ancam orang itu.
"Ronal cepat tutup mulutnya lalu bawah dia pergi dan buang dia ketempat perasingan kita, aku rasa dengan virus yang sudah kita suntikkan ketubuhnya akan membuatnya mati perlahan lahan." Perintah Yuda.
Tanpa menolak Ronal langsung membekap mulut orang itu, tidak lupa Yuda langsung mengambil telpon seluler milik lelaki yang dibekapnya itu lalu menyimpannya di mobil milik lelaki itu.
Ronal dan Yuda berpisah karena Ronal terpaksa harus mengikuti para pengawalnya yang akan membawa orang itu ketempat perasingan. Sementara Yuda harus melakukan sesuatu dengan mobil laki laki yang baru saja mereka sekap itu.
__ADS_1
Beberapa pengawal mengikuti perintah Yuda, seorang dari mereka menyetir mobil milik orang yang disekap itu kearah jembatan. Berhubung sudah larut malam Yuda lebih leluasa melakukan aksinya.
Sebelumnya Yuda sudah menghubungi Yaksa adik sepupunya itu, untuk membantunya meretas CCTV jalanan agar aksinya tidak diketahui oleh orang orang banyak.
Yaksa yang sedang dapat perintah kakaknya langsung saja mengunci targetnya dengan modal alat yang sengaja dipasang Yuda agar akses Yaksa leluasa melakukan pekerjaannya.
Sampai disebuah jalanan yang sangat sepi, jurang yang begitu menjulang, pengawal itu berhenti ditengah dan turun dari mobil lalu naik di mobil yang di bawah pengawal lain tepat di belakang mobil itu. Mereka masih menunggu perintah dari atasannya.
"Bagaimana Yaksa apa kau sudah mengunci CCTV, dan titik titik merah itu ?" Tanya Yuda pada adiknya dalam sebuah monitor didepan mobilnya.
"Oke, sudah siap kak. Semuanya beres."
Langsung saja Yuda menghubungi anak buahnya. "Lakukan, target sudah dikunci kalian harus cepat menyingkir dari tempat itu." Perintah Yuda.
Brrruuuummmm... Brruuuummm....
Dengan kecepatan sangat tinggi para pengawal Yuda melakukan aksinya dengan kejam. Mereka sengaja menabrak bagian belakang mobil itu hingga sampai ke pinggir jurang jembatan. Setelah mobil depan melakukan aksinya, mobil kedua dari belakang langsung menabrak mobil dengan kecepatan tingggi hingga mobil itu jatuh kejurang tinggi yang penuh bebatuan itu.
Buuuuunnnggk... Buuuuuunggk...
Terjadi ledakan dahsyat disana, Yuda melihat dari jauh aksi brutal anak buahnya. Lalu ia memerintahkan mereka agar menjauh dari sana dan berjalan santai seperti biasa. Sebuah senyum kembali mengukir wajahnya. Akhirnya ia berhasil membalas rasa sakit gadis yang dicintainya. Namun ia sengaja belum membunuh lelaki itu untuk memancing target utama pembunuh sebenarnya.
"Yaksa terima kasih, lagi lagi kau membantu kakak."
"Kak Yuda, memang itulah pekerjaanku Hahaha..."
"Oke oke, kamu mau hadiah apa ?"
"Kakak tahu harus menyiapkan hadiah yang sangat mahal untukku."
"Ia, katakan kamu mau hadiah apa dariku ? apa kamu kekurangan uang aku akan segera mentransfernya untukmu, atau kamu mau hadia mobil dariku."
"Hahaha...
Aku rasa aku belum kekurangan uang kak, dan mobil aku tidak mau dapat hadiah mobil tiruan dari perusahaanmu yang lagi bangkrut itu.
Aku hanya mau datang ke indo dan berjalan jalan dengan gadis kecilmu bagaimana ?"
__ADS_1
"Anak nakal, awas kamu yah. Berani macam macam pada gadis kecilku aku tak segan melakukan kekerasan padamu." Ancam Yuda pada adiknya.
"Iihh gitu aja kok marah banget, bagaimana bisa kenal kakak ipar cantik kalau calon suaminya galak. Hahaha..."
"Bodoh amat."
Yuda menyetir mobil menuju kediaman apartemen miliknya, ditemani adiknya Yaksa di layar yang sengaja di pasang untuk aksesnya dan adiknya yang ada di Luar Negeri itu.
Dirumah sakit Steven baru saja menceritakan soal gadis yang hampir saja masuk dan melakukan sesuatu pada Hana.
Sampai sampai ia menceritakan soal Virus yang disuntikan dan alat pelacak yang di pasang pada gadis itu.
"Hana, aku hanya melakukan tugasku untuk menjagamu." Ucap Steven.
"Ia kak, apa tidak berlebihan kak, kan kasihan gadis itu, apa lagi kata kakak ibunya sedang sakit."
"Hana, Hana, kamu masih saja merasa kasihan pada orang seperti mereka. Kau lihat dirimu yang sekarang, akibat ulah mereka kau hampir saja kehilangan nyawamu."
"Ia kak, tapi dia hanyalah orang bayaran, dan pembunuh sebenarnya bukan dia."
"Sudah kau jangan terus memikirkan hal hal yang tidak penting biar gadis itu jadi urusan kakak."
"Ia kak, tetapi bagaimana dengan nasib ibunya ?"
"Aku tidak ingin berdebat Hana, virus itu hanya kau yang bisa menyembuhkan. Dan ibunya itu, aku tidak mau tahu. Berani berbuat maka harus menanggung akibatnya."
"Iya tapi aku hanya tidak tega kak."
"Hmmm... Sudah kubilang gadis itu tanggung jawabku, dan sekarang kamu tidur dulu besok kita lanjutkan lagi. Coba lihat jam berapa sekarang." Jawab Steven yang memaksa Hana tidur sambil menunjukkan jam di dinding yang sudah pukul 01.00 malam.
"Iya kak." Jawab Hana singkat. Dengan kepolosannya, Hana akhirnya tertidur pulas sementara Steven tak bergeming ia diam ditempatnya memperhatikan wajah gadis kecil itu, ia sangat tahu betul begitu banyak beban dan trauma yang di alami gadis itu.
Karena Hana adalah satu satu penyelamat hidupnya yang dulu perna di bawah di Laboratorium rahasia yang terletak di Desa mereka, keadaan dirinya saat itu begitu lemah, saat itu profesorlah yang membawanya masuk, untung saja Hana berhasil menciptakan kapsul anti bodi sehingga dia selamat dari maut dan sejak saat keberhasilan itu Duta besar penelitian dari seluruh penjuru dunia mengakui kehebatan anak didepannya ini dan akhirnya ia berhasil mendapatkan gelar profesor cilik.
Sejak saat itu juga Steven berjanji pada dirinya sendiri akan melindungi gadis kecil yang sudah memberi hidup kedua untuknya dengan seluruh kemapuannya.
Bersambung...!!!
__ADS_1
Nah, Readers sekarang terjawab sudah siapa sebenarnya Steven. Ayo dukung terus, like dan tambahkan favorite agar selalu menyemangati Author untuk terus berkarya, dan terima kasih untuk dukungan dan yang masih setia membaca.