Aku Dijodohkan Saat SMP

Aku Dijodohkan Saat SMP
Rahasia Yang Disembunyikan


__ADS_3

Sepanjang perjalanan mengelilingi Desa, asisten Ronal terus mengobrol dengan Yuda.


"Desa ini menyimpan banyak pertanyaan untukku Ronal, aku sedang mencari tahu, sepertinya Desa ini menyimpan sesuatu yang berharga. Kau lihat kan, Hana juga berasal dari sini, dia anak yang hebat bahkan Steven mengenalnya."


Berapa tahun yang lalu adikku Selin telah mati di Desa ini. Ia merenggut nyawanya akibat kecelakaan yang melibatkan ayah dan ibu."


"Jadi kau punya saudara." Tanya Ronal.


"Ya, itu sebabnya rumah sakit itu ada disini, aku sengaja mengirimkan pasokan obat agar seluruh masyarakat yang membutuhkan bisa mendapat pengobatan gratis, karena aku melihat bagaimana minimnya pengobatan disini, penanganan yang mereka berikan sangat lambat karena terbatasnya alat.


Tapi kau tau Ronal, ada satu hal yang masih menjadi misteri di dalam benakku, saat kecelakaan dari puncak itu, aku sempat melihat ada bangunan besar yang menjulang tinggi di seberang gunung yang tertutup pepohonan besar sehingga kita tidak dapat melihatnya jika melewati udara."


"Maksudmu apa bos ? Mungkin salah lihat kali, masa ia sih di Desa seperti ini ada bangunan besar."


"Entahlah Ronal, barangkali itu hanya halusinasiku saja karena dalam keadaan panik."


Pliiip... pliip...


Ronal membunyikan klakson mobil, karena sudah sampai di depan pintu gerbang nenek Sima, dimana Yuda dan Hana pertama kali bertemu.


Setelah Yuda memperkenalkan siapa dirinya satpam membukakan pintu untuk mereka.


"Bos kita sudah sampai depan rumah nenek Sima."


"Ayo Ronal, kita kunjungi nenek dulu. Dia tak tahu kedatangan kita."


Mendengar ada tamu yang datang, seorang wanita paruh baya yang kira kira seumuran ibu atau lebih tua dari ibunya Yuda, bergegas menghapiri mereka.


"Kamu Yuda, Kenapa tidak memberi kabar jika ingin kesini." Begitu melihat Yuda wajah Sima begitu bahagia. Yuda menciumi punggung tangan wanita itu.


"Maafkan Yuda nek, aku ada tugas mendadak sehingga aku tidak memberitahu kedatanganku."


"Ayo masuk dulu Yuda, kita bicara didalam. Bagaimana kabar ibumu ?"


"Iya nek, Alhamdulillah ibu baik baik.


Ronal ayo kita masuk dulu." Yuda


"Oke bos, sebentar menyusul, aku masih melihat lihat pemandangan yang indah ini." Ronal.

__ADS_1


"Ya sudah kalau gitu aku masuk." Yuda mengikuti langkah nenek Sima.


"Yuda, kapan kamu datang ? Dimana Hana."


Begitu masuk kakek langsung bertanya.


"Apa kabarmu kek, Aku bersama temanku. Hana tidak ikut, karena aku sedang dalam urusan pekerjaan."


Manggut manggut kakek menjawab. "Oww, Hana tidak berulah kan ?"


"Ehm, kurasa dia anak yang baik kek, dia cepat beradaptasi dengan orang disekitarnya."


"Kalau begitu kapan penentuan tanggal pernikahan kalian." Ucap nenek yang datang membawa nampan berisikan minuman.


"Untuk yang itu, aku belum bisa memastikan. Tetapi aku akan kabari nenek secepatnya."


Seketika raut wajah wanita paruh baya itu berubah sedih.


"Nenek fikir dengan kamu datang ke Desa ini akan membawa kabar bahagia Yuda."


"Maafkan Yuda telah membuat nenek kecewa." Yuda sedikit menunduk melihat raut wajah kesedihan wanita di depannya itu.


"Kak Steven, bisakah kau membantuku mencari Profesor Helena Prayitna."


"Hana, kau tau Profesor saat ini sedang mengelilingi dunia, untuk apa kau mencarinya."


"Aku hanya ingin memastikan obat yang kuciptakan ini tidak mengandung racun kak."


"Kenapa harus takut Hana, ini hanyalah sebuah tahap uji coba saja, sebuah keberhasilan dimulai dengan suatu kegagalan, aku terus menemanimu disini.


Kalau kau takut terjadi sesuatu kita akan memulai prosesnya dengan mengambil sample pada hewan tetapi bukan disini, kau tau kan ini lab pemerintah."


"Iya kak, kapan kita ke Lab yang lain?"


"Besok kita segera kesana, aku akan minta izin pada ibu asrama, dan akan melibatkan Direktur Yayasan Universitas kedokteran di Kota ini."


"Baiklah kak, aku mengerti. Aku akan masuk ke kamarku."


"Hana ada yang ingin kutanyakan padamu.

__ADS_1


Kenapa saat datang kau diantar Yuda ?"


Sambil membuang nafasnya Hana coba menjawab.


"Aku dijodohkan nenekku kak bersama om Yuda, kata Ayah dan Ibu nenek banyak berutang budi pada keluarganya, dan Hanum sedang operasi ginjal kak, Ayah memiliki banyak pinjaman dari nenek, sehingga rumah kami yang jadi jaminannya saat itu aku tidak punya pilihan lagi."


"Apa Hana, kau tau nenekmu itu sangat keterlaluan, kami sebagai orang didekatmu masih mampu menafkahi hidupmu, masih banyak orang yang kaya berada disampingmu kenapa nenek memilih lelaki yang lebih dewasa ? Dan kau sebenarnya adalah berlian untuk kami. Kenapa nenekmu begitu bodoh tak menyadarinya."


"Ehmm entahlah kak, aku juga tidak mengerti semuanya, tapi sudahlah. Aku pergi dulu."


Steven sangat murka mengetahui semuanya, ia begitu marah mendengar cerita Hana. Lalu menelpon Ketua Organisasi Penelitian Dunia atau disingkat dengan LIPI untuk menyampaikan berita itu.


Sementara Yuda sudah bercerita panjang lebar dirumah neneknya Hana.


"Yuda, kamu tunggu disini dulu, ada yang ingin nenek perlihatkan padamu."


"Baiklah nek." Semakin penasaran Yuda menanti kedatangan nenek yang masuk kekamarnya.


Setelah kembali nenek memegang sebuah foto didalam kaca yang berbingkai kayu hitam. Memperlihatkan ke Yuda.


"Coba kamu lihat foto foto ini Yuda."


"Itu Kakek, Nenek, Ayah, Ibu, Ayah Wahyu, dan yang satu ini siapa nek." Yuda keheranan kenapa nenek memberikan foto itu padanya.


"Yang kau lihat foto disamping kakekmu itu aku, adalah anak tertua dari kakekmu, aku di adopsi dari panti asuhan oleh kakek dan nenekmu untuk memancing agar nenekmu hamil kala itu, dan ibumu adalah temanku." Kaget bukan main Yuda tak menyangka apa yang nenek katakan hari ini adalah sebuah rahasia keluarga yang sudah sejak lama disembunyikan. Pantas saja nenek Sima begitu dekat dengan dengan ibunya.


"Berarti nenek adalah kakak dari Ayah, dan aku dan Hana..."


"Yah kau dan Hana adalah jodoh yang telah ditakdirkan. Dan untuk alasan itu kau tanyalah pada kakek dan nenekmu aku tidak bisa mengatakannya sekarang Yuda.


"Apa ? Masih ada rahasia besar diantara perjodohan aku dan Hana. Tapi apa ?" Batin Yuda.


Yuda bertanya tanya dalam hatinya semakin kesini ia merasa begitu banyak rahasia yang disembunyikan keluarganya. Entah kenapa dia ingin mencari tahu semuanya.


Setelah selesai bicara dengan nenek, Yuda dan Ronal berpamitan mengingat hari sudah mau sore, mereka akan mampir dirumah ayah dan ibunya Hana, siapa tau saja Yuda bisa mendapat informasi yang lain.


Mobil melaju meninggalkan kediaman nenek Sima, menuju rumah orang Tua Hana.


Bersambung dulu ya...

__ADS_1


Terus like dan ikuti terus kelanjutan ceritanya jangan lupa tambahkan favorite.


__ADS_2