
Tiba didepan kediaman Rossalin langsung saja Hana turun dengan anggunnya. Pengawal yang diutus Yuda suda ada di sampingnya.
Sebelum masuk, asisten Ronal berpamitan pada Hana. "Nona, maafkan aku tidak bisa menemanimu sampai didalam, aku sedang terburu buru, para pengawal yang akan menjagamu Nona."
"Aku tidak masalah om, tak perlu mengkhawatirkan aku, lagi pula ini kan rumah kakakku."
Ronal mengetahui kalau didalam ada Angga, dilihat dari mobil yang terparkir rapi di depannya itu mobil yang baru saja dia dapat dari bos Yuda.
Bagaimana Ronal tak khawatir pada nona kecilnya ini, mengingat saat di restoran tempat mereka makan dulu, Hana di hina habis habisan oleh mamanya Rosalin, dan di depan matanya Angga sampai menampar Serina. Tetapi setelah mereka tahu kalau Hana bersama Yuda, sejak saat itu Serina menjadi baik. Sampai saat ini Ronal masih menyembunyikan kejadian itu pada Yuda, mengingat Angga adalah temannya.
Sebelum pergi Ronal berpesan pada para pengawal. "Awasi nona Hana dengan baik jangan sampai terjadi apa apa dengannya, atau bos Yuda tidak akan memaafkan kalian."
"Siap bos, kau jangan khawatir." Ucap salah seorang pengawal.
Ronal kemudian melajukan mobilnya menuju perusahaan Abadi Group Corporation. Sementara Hana masuk dan disambut oleh Rosalin. Pengawal yang menjaganya juga masuk membawa hadiah yang sudah di siapkan Hana, kemudian keluar sampai di depan pintu sesuai perintah nona kecil mereka.
"Ooh, adikku sungguh cantik mengenakan gaun merah ini, aku hampir saja tak mengenalinya"
"Terima kasih kakak pujiannya, ini semua berkat hadiah yang kau berikan padaku.
Aku senang kak, di kampung mana perna aku mendapatkan gaun sebagus ini." Hana menjawab ucapan Rosalin.
"Hana, kenapa lambat sekali datangnya adikku sayang, acara sudah akan dimulai. Dimana Yuda kenapa tidak ada disini, bukankah dia selalu bersamamu ?" Ucap Rosalin sambil memeluk Hana.
"Ea kak, aku barusan menunggu om Ronal mengantarku, karena dia dan om Yuda tidak bisa datang bersamaku, itu kalau om Yuda masih sibuk dikantornya.
Oh iya kak ini hadiahmu, maafkan tak sebesar punya temanmu."
"Tidak apa Hana, tetapi mamalah yang berulang tahun, ayo kita kesana menghampiri mama."
"Maksud kak Ros, tante Serin."
"Iya, ayolah. Sekalian aku kenalin sama teman teman mama." Rosalin membawa Hana bertemu mamanya.
"Mama, lihat siapa yang datang !" Ucap Rosalin ke mamanya.
"Eh Hana, kamu ya sayang, calon mertuamu mana ? Padahal tante sudah hubungi mereka." Serina sengaja mengencangkan suaranya, agar tamu yang hadir disotu mendengar percakapan mereka.
__ADS_1
"Maaf tante, aku datang terlambat. Kalau ibunya Yuda aku tidak tahu." Jawab Hana.
"Loh, kamu kan tinggal serumah dengan mereka."
Wajah Hana memerah saat tante Serin mengucapkan kata serumah. Tamu tamu yang hadir, mulai berbisik bisik tentang dirinya apalagi saat melihat pakaiannya yang terlalu terang itu. Bukan hanya itu, para tamu memperhatikan cara jalan Hana yang seperti anak kecil belajar jalan, karena memakai high heels.
Seorang teman Serina, berjalan mendekat kearah mereka. Say, dia ini siapa ?
"Apa kamu tidak lihat baju yang dipakainya, ini baju langkah yang ada di kota kita, dan di produksinya hanya 3 buah saja dari perusahaanku, dengan warna yang berbeda."
"Apa...? Baju langkah, terus kenapa jika dia memakainya. Apa dia membelinya dipabrik pakaianmu." Tanya Serina.
"Serina, kamu benar lupa yah, ini pesanan orang lain. Aku sudah mengembalikan uang pelangganku karena baju ini hilang, aku bahkan dihina habis habisan karena gaun merah ini dipesan pribadi untuk acara pertunangan pelangganku."
"Apa...? Berarti gaun yang dipakai Hana ini adalah curian."
"Yah... Anak ini mencuri gaun merah itu, benar benar anak kurang didikan.
Heee... asalmu dari mana, orang tuamu mengajarkan kamu mencuri barang orang lain. Kasian bangat sih, kamu pakai sendal saja kaku banget." Suara orang itu melengking bebas menggertak Hana. Hingga seisi ruangan melihat kearah meraka.
Rosalin yang menyaksikan adegan itu semakin berbunga bunga, setidaknya rasa kesalnya ingin menghina Hana sedikit terobati. Sedang tubuh Hana gemetaran dan semakin ketakutan.
Tapi tapi apa Rosalin ? Kamu diamlah, ini bukan urusanmu." Serina menggertak.
Praaaak...
Satu buah tamparan mengenai pipi Hana, pembuat baju gaun merah itu langsung menamparnya hingga Hana jatuh kelantai.
"Dasar anak pencuri kamu... Kamu tau harga baju itu sangat mahal, harga satu buah baju itu tidak ada artinya dengan dirimu.
Dasar pencuri.
Serina, kamu temukan dimana gadis pencuri ini. Mau juga kamu mengundang si pencuri kepestamu, bisa bisa aku hilang mood berteman sama kamu." Maki Temannya Serina.
"Say, sudah jangan ribut kan malu, acaraku jadi berantakan kayak gini.
Hana, kamu juga kenapa bisa jadi seperti ini."
__ADS_1
Sambil melototkan mata, Serina menarik kasar wajah Hana yang tertutup rambut yang sudah dibanjiri air mata itu.
"Dasar anak kampung, kamu bikin malu tante saja ya."
Semua orang yang ada diruangan itu menertawakankan Hana, Angga juga ikut tertawa dan menghina Hana.
"Dasar anak kampung, taunya hanya mencuri, wanita murahan sepertinya rela tinggal dengan laki laki yang belum menikah.
Hahaha... Lama lama lo bunting.
Anak remaja sepertinya, biasanya jadi simpanan eh ini malah nyuri baju orang lain." Angga semakin menghina Hana.
Hana semakin kegakutan dari mulutnya hanya terdengar suara tangisan.
Hiks... hiks... hiks...
Teman Serina mulai mendekat dan menarik lengan Hana.
"Cengeng amaat...
Heeei kamu, aku tidak mau tau ya ! Kamu harus membayar mahal pakaian itu sekarang juga, kamu harus ganti rugi biaya pembuatannya, kalau tidak aku akan laporkan kasus pencurian ini ke Polisi."
"Tante, bi... bis, bisa beri aku waktu. Aku pasti akan menggantinya, kalau sekarang Hana tidak punya uang. Terbata bata Hana mengeluarkan suaranya, entah apa yang dirasakannya, wajahnya memerah, menahan malu dan rasa sakit akibat tamparan masih terasa perih.
Pengawal yang berada di pintu luar tidak mengetahui kejadian yang menimpa Hana, atas permintaannya Pengawal tidak di izinkan masuk kedalam.
Sementara Ronal baru saja sampai untuk menjemput bosnya. Disana Yuda sedang merapikan kertas yang berantakan dan bersiap pulang.
Ronal bertanya. "Bos, apa kita akan langsung pergi kerumah Rosalin ?"
"Iya Ronal, aku tidak ingin terjadi apa apa pada Hana, kita akan langsung kesana, kau sudah membawanya bukan ?"
Kedua orang penting ini,berjalan meninggalkan perusahaan mereka.
Tak peduli lagi kini Yuda beralih dan memakai mobil Lamborgininya melaju menyusul Hana.
Sudah berulang kali, Yuda memcoba mengirim pesan whatsapp pada Hana. Satu pun tidak ada yang di balasnya.
__ADS_1
Kali ini Yuda menyetir seorang diri, sementara Ronal ikut di belakangnya menyetir sendirian mengikuti arah mobil Yuda.