
Beberapa jam telah berlalu hingga sampailah Yuda di perusahaan yang dimaksud Terre perusahaan Automotif Community
Ronal dan Yuda tidak langsung masuk Perusahaan, mereka memperhatikan sekeliling dan berputar putar di area perusahaan itu.
"Ronal, apa benar ini perusahaan yang dicurigai Terre."
"Benar bos, perusahaan ini, masuk dalam daftar suplay bahan produksi kita."
"Apa ada yang aneh disekitar sini Ronal ?"
"Sejauh ini aku belum melihat hal mencurigakan. Bagaimana kalau kita turun saja bos."
"Iya, tapi orang orang diperusahaan kecil itu tidak menegenali siapa kita."
"Itu lebih bagus bos, biar kita bisa lebih leluasa untuk mendapatkan bukti dari sana, kita bisa mainkan peran kita dengan berpura pura ingin menjadi pembeli."
"Benar juga idemu Ronal, tetapi apa kita bisa dapatkan buktinya ?"
"Dengan jadi pembeli, mereka akan memperlihatkan barang barang yang mereka jual, jika tawaran murah mereka pasti akan mengeluarkan barang tiruan yang sangat mirip dengan barang asli."
"Cerdas... Otakmu masih berfungsi dengan baik, aku fikir karena kesendirian jangka panjang otakmu juga sedikit miring hahaha..."
"Mentang mentang lagi kasmaran, yah begini deh akibatnya. Asisten jadi korban buli."
"Siapa yang buli, yah memang benar."
"Aduh bos, mana ada otakku miring, kalau miring mana bisa aku jadi asistenmu. Hehehe."
"Ayo turun Ronal kita masuk ke perusahaan itu."
Braaaaakkk....
"Ok bos." Ronal turun sambil menutup pintu mobil.
"Bisa pelan dikit kenapa sih ?"
"Iya iya bos..."
Keduanya menjumpai satpam, setelah memberitahu maksud mereka, satpam mempersilakan Yuda dan Ronal masuk. Mereka dihampiri oleh para karyawan perusahaan.
"Selamat datang tuan tuan, terima kasih telah berkunjung ke perusahaan kami. Ada yang mungkin bisa kami bantu ?" Ucap salah seorang karyawan lelaki pada Yuda dan Ronal.
__ADS_1
"Terimakasih sambutannya.
Kami hanya ingin mencari beberapa properti, siapa tau saja, bisa cocok dan dijual lagi."
"Kami akan mengarahkan bapak ke bagian properti penjualan, disana bapak bisa bertemu langsung dengan atasan kami dan bernegosiasi."
Tanpa menolak Yuda dan Ronal, keduanya mengikuti langkah karyawan yang membawa mereka kesuatu ruangan yang sangat besar. Disana banyak sekali aksesori dan beberapa proferti kendaraan yang mereka butuhkan.
"Pak ini ada tamu yang ingin mencari beberapa proferti." Ucap karyawan yang membawa kami masuk diruangan ini, lalu orang itu pergi.
"Selamat datang pak di perusahaan kami.
Bapak bapak menginginkan proferti yang seperti apa ? mungkin kami bisa bantu mencarinya."
"Terima kasih pak, kami butuh banyak proferti untuk usaha kami yang baru saja di buka, tetapi kami menginginkan proferti yang kualitasnya ok dan mutunya bisa terjamin tetapi harganya relatif rendah dan bisa dijual kembali." Kali ini Ronal yang menjawab ucapan orang itu.
"Kalau yang kalian inginkan itu banyak disini pak, asal harganya saja yang bisa kita bicarakan, kami bisa menyiapkan dalam jumlah yang besar." Ucap seseorang yang baru saja datang menghampiri Yuda dan Ronal.
Kalau dilihat dari caranya berjalan dan karyawan disitu terdiam saat melihat orang yang datang itu, bisa ditebak dia adalah atasan dari karyawan disini.
"Baiklah, untuk harga itu masalah, ayo kita bicarakan." Yuda menimpali.
Yuda dan Ronal keduanya mengikuti lelaki yang berbicara masalah harga itu, mereka dipersilahkan duduk di kursi tamu, lalu bercakap cakap.
"Kami dari Jakarta pak, datang langsung ketempat ini, karena ingin mencari pemasok pemasok yang handal seperti perusahaan bapak, untuk menjadi mitra bisnis kami yang baru saja diresmikan.
Kalau bapak bisa memberi kami harga rendah kemungkinan kita bisa bekerja sama."
"Aaah untuk urusan itu, bukan aku yang menentukan pak, tetapi bosku. Tunggu sebentar, berapa menit lagi pasti akan datang."
Benar saja selang berapa menit seorang lelaki dengan setelan jasnya datang menyapa.
"Maaf jika terlalu lama menunggu." Ucap orang yang baru datang itu, membuat Yuda dan Ronal dengan cepat menatap wajahnya.
"Da, Danu....Kamu." Yuda masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Yuda... !!!" Jawab Danu.
Diakan kakak sepupunya Hana, apa memang dia pemilik perusahaan ini ? Batin Yuda.
"Astagaa ternyata pemiliknya adalah Danu, kakaknya nona Hana." Batin Ronal yang tidak menyangka semuanya.
__ADS_1
"Ternyata kamu Danu, pemilik perusahaan ini. Senang kita bisa bertemu." Jawab Yuda singkat.
"Aku ingat, diakan orang yang sudah dijodohkan dengan Hana sama nenek, yang waktu itu datang ke kontrakan menjemput Hana." Batin Danu.
"Eh Yuda, ternyata kamu yang meminta penawaran rendah pada proferti kami."
"Iya benar Danu, tetapi kalau untuk kamu aku tidak lagi memberikan penawaran, kita langsung sepakati kerja sama saja." Jawab Yuda yang membuat Ronal sangat kaget dengan keputusan bosnya. Soalnya yang dia tahu mereka kesini untuk mencari bukti eh malah Yuda membuat kesepakatan.
"Sebenarnya apa sih maksud Yuda membuat kesepakatan kerja sama, aduuhh bisa gagal misi kita." Batin Ronal sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Oke kalau begitu aku akan segera tanda tangani kontrak kerjanya, terima kasih Yuda." Ucap Danu.
"Menurut cerita dari Hana, bukankah dia seorang Direktur perusahaan terbesar di Jakarta ?
Untuk apa dia datang dan menjalin kerja sama pada perusahaan kecil seperti kami ?
Bisa dibilang kami hanyalah produksi barang barang tiruan yang di olah dari limbah dan kertas pabrik dari usahaku sendiri.
Apa ada maksud lain dari kontrak kerja samanya ?" Batin Danu.
"Oh iya Danu, apa aku bisa bisa berinvestasi di perusahaan ini."
"Ah, perusahaan saya hanyalah perusahaan kecil saja, untuk apa kamu berinvestasi disini ?"
"Tidak masalah Danu, aku hanya ingin membantumu agar usahamu makin pesat."
"Kalau itu sih memang dari dulu selalu begini. Kamu benar venar ingin berinvestasi disini."
"Iya aku serius Danu, lagian sebagai balasan aku untukmu karena telah membantu Hana."
"Sudahlah Danu, jangan masukkan soal Hana dalam pekerjaan. Aku sangat ikhlas membantunya, dia adalah anak yang baik, tolong kamu jaga adikku baik baik."
"Oke kalau begitu kamu harus terima tawaranku itu."
Setelah menjalin kerja sama mereka, Yuda dan Ronal belum kembali, mereka masih bercakap cakap panjang lebar. Danu juga sempat menanyakan keadaan adiknya Hana.
"Hmmm... Mau di apakan perusahaan kecil ini ? Apa tuan benar benar berinvestasi dan menutup masalah yang sudah meluas dipublik." Ronal masih tidak percaya dengan keputusan Yuda, karena ini bukanlah misi yang mereka rencanakan, membuatnya bertanya tanya dalam hati."
"Oh iya Danu sudah lama rasanya aku datang, sebentar lagi aku akan kembali ke Jakarta."
"Jangan pergi dulu Yuda, aku mengundangmu makan bersama sebagai perayaan kerja sama kita yang baru dimulai."
__ADS_1
"Oke tidak masalah." Yuda menerima tawaran Danu untuk makan bersama, sementara Ronal masih menyimpan banyak tanda tanya. Entah mengapa ia tidak bisa membaca fikiran Yuda saat ini.
Bersambung...!!!