
Pov Rasya
Satu hari sebelum hari H , WO memperindah dekorasi rumah milik tante Puspa. Setiap ruangan di sudut - sudut rumahnya berhasil disulap menjadi ruangan terindah untuk tempat perayaan pesta pernikahan .
Rupanya Papa Mamalah yang sengaja menyewa WO itu sebagai kado untuk penikahan satu - satunya keponakan yang mereka punya.
Meskipun pernikahan tidak dilakukan di gedung , Pesta pernikahan itu berlangsung sangat meriah dan mewah seperti yang diharapkan oleh semua orang.
Disini,aku bisa melihat wajah Papa Mama yang sangat bahagia, Tante Puspa yang berseri - seri serta Cahaya dan suaminya yang terlihat sangat bersuka ria di pesta pernikahannya tersebut. Semuanya berjalan dengan khidmat dan lancar sesuai harapan kami .
__ADS_1
Semua orang berusaha menangkap bunga saat acara lempar bunga. Saat semua mata sedang tertuju terhadap pasangan pengantin,mataku menangkap sosok bayangan yang sudah sangat lama aku cari.Aku kemudian mendekat untuk memastikan bahwa dia benar - benar wanita yang aku cari . Aku melihatnya di tengah kerumunan orang bersama Tante Lisa. Aku terus berlari mengejarnya agar aku tidak kehilangan jejaknya. Setelah benar - benar dekat ,aku menarik tangannya dan memutar tubuhnya.
Deg ... deg... deg....
"Anggun....",ucapku seraya menghambur di pelukannya. Aku memeluknya sangat erat seolah tak mau untuk melepaskannya.
Wanita yang ada di depanku tampaknya sedang terkejut atas perlakuanku. Namun ,ia hanya diam tanpa menolak perlakuanku .Aku semakin mendekapnya erat karena sangat nyaman bagiku saat bersamanya.
"Kamu benar - benar Rasya ? Apa sekarang aku sedang bermimpi? ",tanya Anggun sedangkan kedua tangannya menangkup wajah Rasya yang sudah melonggarkan pelukannya.
"Maafkan aku Ras,aku yang salah .Selama ini aku telah membuatmu menunggu kabarku . Aku pikir kamu melupakanku dan bahagia dengan kehidupan barumu tanpa aku",ucap Anggun meminta maaf kepada Rasya.
'Kamu masih bodoh seperti dulu ya ! Mana bisa aku bahagia sebelum melihatmu bahagia. Sebaliknya Anggun ,selama ini aku bertindak seperti orang gila saat kehilanganmu. Kenapa kamu bisa mengatakan hal seperti itu padaku ? Apa kamu melihat hidupku yang sekarang tampak bahagia tanpamu Anggun? ',ucap Rasya dalam hati tanpa mampu ia katakan kepada Anggun.Aksi perbuatan mereka ternyata mengundang perhatian semua orang yang ada disana , termasuk Cahaya dan suaminya serta tante Puspa .
__ADS_1
Saat keduanya terisak dalam pelukan yang panjang ,kedua orang tua mereka masing - masing mendekat ke arah mereka.Rasya kemudian melepaskan pelukan Anggun karena kedua pasang orang tua mereka ada di hadapan mereka berdua.
"Rasya apa kabar? Sekarang kamu semakin tampan saja! ",tanya Mamanya Anggun pada Rasya
"Baik Tante , Maafin Rasya Tante ,Rasya telah memeluk Anggun di depan semua tamu undangan dan mungkin sikap Rasya terlalu kekanak- kanakan sehingga kami tadi menjadi pusat perhatian semua tamu undangan ",ucap Rasya yang menyesal dengan sikapnya yang selalu kekanak - kanakan saat di dekat Anggun.
Namun gerakannya tadi memang sangat reflek dilakukannya. Rasa rindunya yang terlalu besar kepada Anggun mengalahkan rasa gengsi ataupun malunya pada semua orang. Ia berkata seperti itu kepada Tante Lisa agar Anggun tidak terkena marah dari orang tuanya .
"Tidak apa - apa Ras, kami juga pernah muda seperti kalian. Menurut kami sikapmu tidaklah keterlaluan . Kamu lihat kan Anggun tadi juga tidak menolak pelukanmu, itu artinya kalian memang saling merindukan satu sama lain ",ucap Om Satria sambil menepuk - nepuk bahu Rasya . Ia berkata seperti itu sambil memandangi putri tertuanya itu dengan seulas senyum simpul penuh kemenangan.
Mama Melani yang melihat Anggun masih diam karena gugup dan juga kaget atas pertemuan tak terduga diantara kami segera mendekati Anggun. Ia kemudian memeluk orang yang sudah sangat lama ia rindukan tersebut.
"Anggun kamu tahu ga,setiap hari aku dan juga Rasya selalu memimpikan saat seperti ini tiba. Bisa melihatmu lagi dan juga berada di dekatmu lagi. Tante sangat bersyukur akhirnya keluarga kita bisa berjumpa lagi. Tante juga sangat bahagia karena bisa menemukanmu di sini. Tante harap kamu tidak pernah pergi lagi ",ucap Mama Melani pada Anggun yang juga terisak di pelukan Mama.
__ADS_1
Rasya merasa terharu melihat kedua orang yang sangat penting di hatinya itu bisa kembali bertemu dan meluapkan rasa rindunya masing - masing.