
Rasya sadar memang ia masih belum yakin kalau ada cinta di hatinya untuk Anggun. Tapi ia juga tak sanggup bila dirinya ,terlebih mamanya harus berpisah dengan Anggun lagi . Meskipun selama ini mamanya terlihat tegar, namun Rasya sering melihat mamanya menangis sembari memperhatikan foto Anggun . Bagi mamanya,Anggun bukanlah wanita biasa. Anggun sudah sangat disayangi oleh mamanya sejak mereka masih sama - sama kecil. Bahkan dulu saat sakit ,mamanya akan selalu meminta Rasya untuk memanggil Anggun kerumahnya hanya untuk menemaninya. Melihat kasih sayang yang begitu besar yang dimiliki oleh mamanya terhadap Anggun membuatnya ingin menuruti setiap keinginan mamanya.Karena alasan itulah ,ia memberanikan diri untuk meminta Anggun menjadi istrinya hadapan kedua orang tuanya dan juga di hadapan kedua orang tua Anggun.Rasya juga berjanji pada dirinya sendiri untuk belajar mencintai Anggun dengan tulus,melindunginya dan juga membahagiakan Anggun semampunya.
Anggun menatap Rasya dengan mata membelalak seolah mencari jawaban dari pertanyaan yang bergemuruh di hatinya.
'Apa aku tidak salah dengar bahwa Rasya menyukaiku ?'
'Apa ini hanya halusinasiku saja?'
'Tapi kenapa aku mendengar dengan jelas Rasya mengatakan kalau dia menyukaiku di depan papa?'
'Kenapa pertama kali bertemu Rasya langsung mengajakku menikah ?'
__ADS_1
'Apa setelah aku pergi hubungan Kanaya dan juga Rasya memburuk ? '
Berbagai pertanyaan bersarang di benak Anggun.Kepalanya berputar - putar karena bingung dengan sikap Rasya yang sekarang .
Kemudian tanpa ia sadari , Rasya mengajukan sebuah pertanyaan untuknya.
"Kamu mau menikah denganku kan Anggun? Mungkin ini terkesan mendadak bagi kita ,tapi aku akan berusaha untuk membuat kamu bahagia !",ajak Rasya yang membuat Anggun tersentak.
"Ini terlalu cepat bagiku Ras !Lagi pula kita baru saling bertemu setelah lima tahun berpisah .Lebih baik kita jangan terburu - buru mengambil keputusan Ras :",ucap Anggun menjawab pertanyaan dari Rasya dengan jawaban polosnya.
Mama Lisa yang sudah mengetahui perasaan Anggun dari dulu pun menyetujui perkataan Anggun . Meskipun sudah sama - sama dewasa dan mapan, Mama Lisa ingin melihat kesungguhan Rasya terhadap Anggun dengan mata kepalanya sendiri terlebih dahulu. Ia tidak ingin Anggun merasa sedih seperti dulu.
__ADS_1
"Maaf Mbak Melani ,bukannya saya membela Anggun ,putri saya tapi benar juga yang di katakan Anggun .Mereka akan bersama - sama seumur hidup . Tentunya semua itu butuh proses yang panjang . Toh mereka sudah sama - sama dewasa ,mereka bisa memilih keputusan yang terbaik untuk mereka sendiri.",ucap Mama Lisa yang tidak ingin terburu - buru dalam mengambil keputusan .Sebenarnya dalam hati kecilnya, ia juga sangat menginginkan pernikahan antara Anggun dan juga Rasya benar - benar terjadi dalam kehidupan putrinya .
Alangkah bahagianya ia sebagai orang tua bila melihat Anggun bisa bahagia bersama Rasya,orang yang sangat di cintai Anggun dari kecil sampai detik ini. Tapi ia sadar bahwa keputusan menikahkan Anggun dengan Rasya yang begitu tiba - tiba,bukanlah keputusan yang tepat untuk diambil saat ini. Ada banyak hal yang harus di pertimbangkan untuk pernikahan putrinya,apakah Rasya benar - benar tulus mencintai Anggun atau ada maksud lain dibalik tujuan Rasya saat menikahi Anggun.
"Apa maksudmu kamu menolakku Anggun ?",tanya Rasya mulai tak percaya diri.
"Aku tidak menolakmu Ras ! Tapi aku ingin mengenalmu lebih dekat lagi setelah kita berpisah selama lima tahun ", Anggun mencoba menjelaskan alasannya pada Rasya. Baginya Rasya adalah pangeran tampan di hatinya dan merupakan satu - satunya orang yang selama ini selalu ada di hatinya. Tapi ia harus bersabar dalam mengambil keputusan . Ia tidak ingin ceroboh dan ia harus berpikir matang - matang sebelum bertindak.
"Kok kayaknya ngebet banget pengen nikahin putri Om kenapa Ras? Putri Om pasti akan menyesal menolak tawaranmu . Om yakin di luar sana pasti banyak cewek - cewek cantik yang ngantri untuk menjadi pacar ataupun istrimu. Namun dengan bodohnya, Anggun malah menolak ajakanmu. Mungkin ini terlalu mendadak Ras baginya ! Lagi pula semua wanita butuh pembuktian cinta. Kamu masih punya banyak waktu untuk mengejarnya !",ucap Papa Satria mencoba memberikan saran kepada Rasya yang terlihat putus asa.
Benar saja ,wajah pucat Rasya berubah menjadi wajah yang terlihat berseri - seri .
__ADS_1
"Baiklah Om,Rasya akan berusaha mengambil hati putri Om Satria",jawab Rasya dengan tersenyum .