AKU HANYA BONEKAMU SAJA

AKU HANYA BONEKAMU SAJA
Melabrak Kanaya Part 1


__ADS_3

Anggun meraih ponselnya di nakas saat ponselnya bergetar dan ia pun segera melihat notif pesan yang masuk di ponselnya. Matanya terbelalak melihat gambar yang dikirim oleh orang tak di kenalnya dan isinya di dalamnya adalah beberapa jepretan foto antara Kanaya dan juga suaminya yang baru saja makan siang di sebuah restauran seafood . Disana Rasya dan juga Kanaya terlihat begitu romantis yang membuat hati Anggun terbakar rasa cemburu. Sudah dua kali ini Rasya terlihat bermesraan dengan Kanaya.


Tak terasa airmata Anggun terus meleleh membasahi pipinya. Ia terus menelan salivanya dan bibirnya seolah kaku melihat beberapa adegan mesra antara Rasya dan juga Kanaya di foto tersebut.


Tak terasa ponsel yang ia pegang jatuh keranjangnya . Tangan Anggun serasa sangat lemas dan tak bertenaga untuk mengambil ponselnya lagi. Ia sudah tak kuasa menahan kesedihannya lagi dan akhirnya ia hanya menutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil terus terisak di ranjangnya.


"Hu...hu...Mas ! Kenapa kamu berulah lagi ? Tidak bisakah kamu menghargaiku sebagai istrimu ? Bahkan disaat aku sedang mengandung anakmu kenapa kamu malah enak - enak makan siang bersama mantan kekasihmu ?" ,ratap Anggun pada diri sendiri di kamarnya. Ia masih terus menangis pilu sendirian di kamarnya. Anggun merasa sangat kecewa pada suaminya karena dia terlihat bermesraan dengan Kanaya di foto tersebut. Dia merasa bersalah karena beberapa hari ini dia tidak bisa mengikuti dan membatasi kedekatan antara suaminya dan juga Kanaya saat ia harus bedrest di kamarnya. Namun seharusnya,Rasya juga tidak dekat dengan Kanaya medkipun posisi Kanaya saat ini adalah sekretarisnya di kantor. Seharusnya Rasya bisa membatasi diri dari wanita manapun yang ingin mendekatinya, termasuk Kanaya yang terlihat sangat terobsesi sekali dengan suaminya.


Karena kebetulan saat itu Mama Lisa dan juga Mia sedang berada di rumah Mama Melani sedang menyiapkan acara untuk tasyakuran kehamilan Anggun,jadi di rumah Anggun hanya ada Bi Sumi.


Anggun mencoba berdiri dari duduknya secara perlahan - lahan. Ia mengelus pelan perutnya dan mencoba mengajak berkomunikasi dengan calon bayinya.


" Sayang kamu harus kuat ya ! Maafin Mama karena harus mengajakmu pergi kekantor Papamu hari ini. Mama yakin kalau kamu kuat anakku ! Mama tidak bisa diam saja kan Sayang saat Papamu bertingkah seperti ini?",bisik Anggun pelan sambil mengelus perutnya yang masih tampak rata.


Anggun sudah bertekad ingin bertanya secara langsung pada Rasya dan juga Kanaya tentang foto - foto yang telah di kirim oleh orang tak dikenal kepadanya .


Dengan masih penuh dengan peluh air mata ,Anggun mengambil tasnya dan juga ponselnya dan kemudian ia segera keluar dari rumahnya tanpa sempat berpamitan dengan Bi Sumi dan juga keluarganya karena pikirannya saat ini begitu teramat sangat kacau.

__ADS_1


Ia menunggu taksi online yang telah di pesannya secara tidak sabar.Sesampainya taksi tersebut persis di depan rumahnya, Anggun segera naik ke taksi tersebut dan duduk di jok belakang taksi tersebut.


"Pak kita ke kantor X ya Pak ",ucap Anggun saat sopir taksi menanyakan alamat yang ia tuju. Di balik kaca spionnya sopir taksi tersebut bisa melihat Anggun selalu menangis di sepanjang perjalanannya menuju kantor suaminya. Dalam hatinya, ia merasa kasihan pada Anggun karena Anggun terlihat sangat berantakan dengan masih menggunakan piyamanya sedangkan rambutnya terlihat acak - acakan karena tidk sedang ia ikat. Namun ,si Sopir tersebut tidak berani bertanya pada Anggun kenapa ia sampai menangis seperti itu.


Atas petunjuk alamat dari Anggun , akhirnya ia telah tiba di kantor suaminya. Dengan tidak sabar,ia melangkahkan kakinya cepat menuju ruang kerja suaminya.


Melihat meja suaminya dan juga Kanaya kosong, membuat Anggun kembali naik pitam. Ia pun menggebrak meja suaminya karena saking kecewanya terhadap Rasya, suaminya.


"Saat ini aku sedang hamil Mas ! Kenapa kalian berdua memanfaatkan waktu bedrest ku untuk bersama ? Sebenarnya ada dimana kalian berdua?',monolog Anggun sembari menangis di ruangan kerja Rasya di kantornya.


Karena melihat Anggun tidak bisa tenang,akhirnya salah satu dari mereka pun memberanikan diri memanggil Rasya yang masih ada di ruang rapat tersebut.


"Pak ,maaf kalau saya lancang kesini. Saya hanya ingin memberi tahu pada Bapak kalau saat ini Bu Anggun sedang menangis hebat di ruangan Pak Rasya. Beberapa karyawan sudah mencoba menghiburnya tapi tidak ada yang bisa, yang ada justru istri Bapak makin menjadi - jadi nangisnya",lapor salah satu karyawati Rasya .


"Baik saya akan segera kesana ",ucap Rasya yang sangat kaget saat mendengar hal tersebut. Perasaan bersalah sekaligus khawatir bergejolak dalam hatinya saat ini .


Ia segera beranjak pergi menuju ruangan kerjanya untuk melihat keadaan Anggun.

__ADS_1


Tak lama kemudian ia sampai diruangan kerjanya dan mendapati istrinya benar - benar menangis disana. Ia menyuruh pergi beberapa karyawan yang datang kesana untuk menghibur Anggun tadi untuk kembali bekerja. Ia hendak memeluk Anggun tapi Anggun menolaknya. Bahkan Anggun menepis tangan Rasya yang hendak menyentuhnya.


" Kamu kenapa Sayang ? Kenapa kamu terlihat semarah ini denganku ? ",tanya Rasya pada Anggun yang masih menangis sesenggukan.


Anggun tidak menjawab pertanyaan dari Rasya yang membuat Rasya semakin bingung dengan sikap istrinya tersebut.


Beberapa saat kemudian ,setelah usai rapat diadakan, Kanaya datang ke ruangan Rasya untuk menyerahkan beberapa dokumen hasil rapat dengan klien pentingnya hari ini.


Melihat Kanaya ada di hadapannya dan tersenyum amat manis kepada Rasya membuat Anggun kembali naik pitam. Ia menampar pipi Kanaya dengan begitu kerasnya di hadapan Rasya.


"Dasar wanita xxxxxx tidak tahu malu sekali kamu , merebut suami orang seenaknya ",ucap Anggun pada Kanaya dengan bersungut - sungut yang membuat Rasya tercengang di buatnya.


Rasya mencoba meredam emosi Anggun dengan hendak memeluknya dan membawanya pulang tapi Anggun menghindar terus dari Rasya.


"Kenapa kamu berpikiran seperti itu Anggun? Mungkin karena hamil jadi emosimu jadi tidak stabil . Hubunganku dengan suamimu sekarang hanyalah sebatas atasan dan juga bawahan",ucap Kanaya berusaha mengeles .Ia pura - pura menangis dihadapan Rasya agar Rasya merasa iba kepadanya.


"Aku tahu kamu hanya pura - pura baik kepadaku Kanaya! Aku juga tahu kamulah yang telah merencanakan semuanya ini! Kenapa kamu masih mengharapkan suamiku Kanaya? Kamu masih muda dan cantik ,kamu bisa mencari laki - laki yang jauh lebih baik dari suamiku ",tanya Anggun pada Kanaya.

__ADS_1


__ADS_2