AKU HANYA BONEKAMU SAJA

AKU HANYA BONEKAMU SAJA
Cara Rasya Menunjukkan Kasih Sayang


__ADS_3

Malam itu Rasya dan Anggun memutuskan untuk tidur di kamar Anggun. Rasya mengecup pelan kening istrinya yang telah tertidur pulas itu tanpa maksud mengganggu istrinya tersebut. Ia tersenyum kecil melihat wajah istrinya yang makin hari makin terlihat cantik di matanya meskipun tanpa make up tebal dan juga perawatan wajah sama sekali. Seharusnya ia sadar akan kecantikan Anggun yang alami sedari kecil ,sehingga ia tak melirik wanita manapun di dunia ini. Ia merasa bahagia karena Anggun ternyata sangat mencintainya sejak dulu. Dan ia merasa sebagai pria terberuntung di dunia ini karena di cintai wanita yang sempurna seperti istrinya.


Perasaannya begitu lega dan juga bahagia karena Anggun bisa memaafkan dirinya. Masih terbayang di wajahnya bagaimana sikap Anggun tadi ketika marah dan cemburu kepadanya. Rasya merasa sangat frustasi dan juga putus asa terhadap Anggun karena sikap Anggun yang berubah menjadi sangat dingin kepadanya. Rasya tahu Anggun telah mencintainya sejak dulu dan ia selalu memendamnya sendirian.Setelah menjadi istrinya, tentu ada rasa takut yang dimilikinya bahwa Rasya akan meninggalkannya demi wanita lain. Ia merasa menyesal karena telah mengecewakan Anggun beberapa kali karena kelakuannya meskipun tidak sengaja di lakukannya.


Perlahan - lahan tangannya mulai menyentuh wajah istrinya dan membelainya dengan lembut. Ia juga mengusap mata Anggun yang terlihat bengkak karena terlalu banyak menangis seharian karena rasa cemburunya yang sangat besar kepada Kanaya.


Rasya bangun dari posisi berbaringnya dan ia mulai melangkah menuju ke dapur. Di sana Rasya bertemu dengan Bi Sumi yang terlihat sedang mengambil air putih untuk diminum.


"Den Rasya mau buat apa Den ? Biar Bibi buatin !",tanya Bi Sumi pada Rasya.


"Tidak usah Bi ! Aku hanya ingin merebus air untuk mengompres wajah Anggun Bi ! Sebaiknya Bibi istirahat saja karena sudah malam ",ucap Rasya sambil tersenyum pada Bi Sumi. Rasya melirik jam tangannnya dan menunjukkan pukul 12 malam . Ia merasa kasihan kepada Bi Sumi karena seharian telah bekerja di rumah Anggun.

__ADS_1


"Baiklah Den ! Bibi masuk dulu ya !",ijin Bi Sumi pada Rasya. Wanita paruh baya itu sudah mengagumi Rasya sejak lama karena ia selalu sopan dan hormat pada orang yang lebih tua darinya. Rasya sangat baik kepada siapapun tanpa membeda - bedakan status sosialnya.


"Iya Bi silahkan !",ucap Rasya dengan sopan.


Rasya pun segera melanjutkan aktifitasnya di dapur. Ia mengambil panci ,mengisinya dengan air dan kemudian merebusnya dalam waktu kira - kira sepuluh menit. Kemudian ia mengambil baskom kosong dan mengisinya dengan air hangat dan mengambil kain waslap untuk di bawanya ke kamar Anggun.


Perlahan - lahan Rasya membangunkan istrinya yang sedang tertidur lelap sebentar.


Tangan Rasya mengapit tubuh istrinya yang tengah tertidur lelap itu dan ia mulai membangunkan istrinya secara perlahan - lahan.


"Aku ngantuk mas ! Aku pengen tidur.Aku sangat kelelahan Mas karena ulahmu tadi membuatku merasa sangat kelelahan seperti ini ", ucap Anggun yang b menolak permintaan Rasya untuk bangun .Namun karena keceplosan mengatakan itu ia akhirnya terbangun karena rasa malunya pada Rasya.

__ADS_1


Mendengar hal itu,membuat Rasya tersenyum jahil pada Anggun . Ia tahu istrinya itu sedang malu karena perkataannya itu. Ia dengan cepat mengecup kening Anggun dengan mesra.


"Diamlah sebentar seperti ini Beib ",bisik Rasya di telinga Anggun. Ia kemudian mengambil kain waslap dan mulai mengompres wajah Anggun agar tak terlihat bengkak keesokan harinya.


Mendapat perlakuan Rasya yang begitu manis kepadanya membuat hati Anggun kembali berbunga - bunga. Perasaannya kini seperti seorang remaja yang sedang kasmaran terhadap pacarnya. Ia tidak menyangka suaminya bisa bersikap romantis dan begitu hangat kepadanya. Seusai mengompres wajah Anggun,Rasya menyuruh Anggun tidur kembali.


"Tidurlah kembali Beib ! Aku akan meletakkan ini ke dapur dulu ",ucap Rasya seusai ia kembali mencium kening istrinya tersebut.


Anggunpun menganggukkan kepalanya dan perlahan - lahan ia kembali tertidur di ranjangnya.


Seusai dari dapur Rasya menyusul tidur di sebelah istrinya tersebut. Ia memeluk tubuh istrinya dan kembali menciumi kening istrinya tersebut dengan kecupan beberapa kali. Rasya sadar bahwa kebahagiaan istrinya adalah kebahagiaannya juga. Ia begitu merasa sangat nyaman berada di dekat istrinya seperti ini. Perasaan ini rupanya mengingatkan dirinya pada masa lima tahun yang lalu disaat Anggun pergi dari dirinya. Dulu Rasya juga merasa khawatir dan kalut seperti tadi. Sekarang ia baru sadar bahwa dirinya juga telah mencintai Anggun sejak lama,bahkan sebelum masuk SMA. Ia mendekap tubuh istrinya dan berusaha mencari kehangatan disana dari dinginnya malam yang mencekam .

__ADS_1


__ADS_2