AKU HANYA BONEKAMU SAJA

AKU HANYA BONEKAMU SAJA
Permintaan Maaf Dari Kanaya


__ADS_3

Anggun terus memakan es krimnya hingga ia benar - benar puas di dalam mobil . Tangannya sering mengusap perutnya dengan lembut menandakan bahwa ia sangat menyayangi calon buah hatinya tersebut. Sedangkan tangan Rasya pun menyentuh tangan Anggun dan ikut meraba perut Anggun disana.


"Katanya kamu tadi capek Mas ? Kok malah memangku aku Mas ? Biarkan aku duduk di sebelahmu Mas !",pinta Anggun saat tubuhnya masih berada di atas paha Rasya di mobil yang sedang menuju ke rumah sakit tersebut. Anggun tahu bahwa saat ini tubuhnya lumayan berat karena sedang mengandung anak mereka ,belum lagi di tambah dengan nafsu makan Anggun yang meningkat drastis dalam beberapa minggu terakhir ini yang membuat pipinya tambah gembul sekarang ini.


"Biarkan seperti ini Sayang ! Lelahku capek saat melihatmu dan juga dekat denganmu seperti ini Sayang !",seru Rasya yang membuat pipi Anggun bersemu merah karena rasa malu.


Anggun pun membiarkan posisi duduknya seperti itu karena Rasya memintanya dan tidak ingin Anggun mengubah posisi duduknya. Keduanya saling berdekatan satu sama lain dan saling menatap penuh cinta dalam waktu yang cukup lama. Tak ada jarak diantara mereka. Rasya yang memandang bibir merah delima Anggun yang begitu menawan di hadapannya , ingin sekali ia mencumbu bibir mungil itu dan merasakan kehangatan satu sama lain bila di mobil tersebut ,namun sayangnya niatnya itu harus ia tahan sampai nanti malam karena ada Pak Mamat disana . Rasya memang tidak bisa menguasai dirinya saat dia berdekatan dengan Anggun seperti ini.Anggun selalu bisa membuat Rasya bucin tingkat tinggi seperti ini. Tingkah Anggun yang sedikit manja saat hamil seperti ini makin membuatnya tergila- gila pada istrinya tersebut.


"Sayang ,tiap hari kamu makin cantik !",bisik Rasya di telinga istrinya yang menbuat pipi Anggun merah merona mendengar ucapan dari bibir suaminya.


"Masak sih Mas ? Tapi Mas ,em....em....",Anggun ingin mengatakan sesuatu tapi ia menghentikan ucapannya pada suaminya .

__ADS_1


"Kamu ingin ngomong apa Sayang ? Katakanlah !",pinta Rasya karena saking penasarannya pada perkataan yang ingin Anggun sampaikan padanya yang tadinya tertahan.


"Aku ingin kamu mencintai aku apa adanya sampai tua nanti Mas dan jangan pernah bosan mencintaiku sampai kapanpun ! Meskipun nantinya saat aku hamil besar nanti tubuhku akan membengkak,dan emosiku naik turun ,tetaplah mencintaiku apa adanya Mas sama seperti hari ini dan sebelum - sebelumnya ! Jangan pernah berubah Mas !,"pinta Anggun dengan tulus pada suami tercintanya. Tak terasa Anggun menitikkan air matanya dihadapan Rasya yang membuat suaminya tersebut memeluknya dengan begitu erat.


Permintaan Anggun pasti karena sikapnya dulu yang begitu membenci penampilannya dan suka mengatur - atur pakaian yang di kenakan Anggun sewaktu SMA dulu.


Rasya sangat merasa menyesal atas semua yang dilakukannya dulu pada wanita yang saat ini tengah mengandung anaknya tersebut. Dia pun mencium kening Anggun dan perut istrinya tersebut beberapa kali.


"Terima kasih Mas ",ucap Anggun sambil menempelkan kepalanya di dada bidang Rasya.


****

__ADS_1


Lama keduanya berbincang - bincang yang kadang - kadang di selingi oleh candaan Pak Mamat yang membuat keduanya salah tingkah. Tak terasa mereka telah sampai di rumah sakit tempat Kanaya di rawat. Rasya menuntun Anggun hingga keduanya sampai di kamar rawat untuk Kanaya . Pak Mamat menyerahkan buah - buahan yang di bawa Anggun untuk Kanaya dan juga keluarganya. Mereka menyambut Anggun dengan suka cita, terutama Kanaya yang saat ini telah melewati fase krisis di rumah sakit tersebut dan mulai sadar dari pingsannya akibat kecelakaan yang menimpanya.


Anggun dan juga Rasya merasa miris melihat keadaan Kanaya paska operasi yang dilakukannya. Kini Kanaya harus menderita lumpuh permanen karena kakinya harus di amputasi .


Anggun mendekati Kanaya yang semenjak mereka datang , Kanaya tak henti - hentinya menangis.


"Yang sabar ya Naya ! Aku ikut prihatin dengan keadaanmu Kanaya! Aku selalu berdoa agar kamu bisa melewati semua ini ",ucap Anggun seraya menggenggam tangan Kanaya yang terbaring lemah di depannya.


"Anggun ma...afin aku ! Aku banyak dosa dan salah padamu hu ...hu ...",tangis Kanaya makin pecah di ruangan tersebut. Dia mencium punggung tangan Anggun beberapa kali sebagai ungkapan permintaan maafnya yang mendalam pada wanita yang sering di sakitinya itu.


"Aku sudah memaafkanmu Kanaya ! Sudahlah jangan di ingat - ingat lagi kejadian di masa lalu . Sampai kapanpun aku akan tetap menganggap kamu sebagai temanku! Segeralah sembuh Naya ",ucap Anggun dengan tulus. Ia berusaha memberi semangat pada Kanaya untuk sembuh dan bangkit dari keterpurukannya.

__ADS_1


__ADS_2