
Keesokan harinya,Mama Melani dan Papa Bram datang ke rumah Anggun karena Rasya melarang Anggun bangun dari ranjangnya. Semua aktifitas yang Anggun lakukan harus di dampingi oleh Rasya,Bi Sumi dan juga Papa Melani. Rasya sangat protectif kepada Anggun karena Anggun butuh perhatian lebih dari dirinya. Mama Melani dan Papa Bram teramat sangat senang mengetahui menantunya sedang berbadan dua. Saat datang ke rumah Anggun, Mama Melani membawakan berbagai macam buah- buahan ,salad buah ,salad sayur dan juga susu untuk ibu hamil untuk Anggun. Mama Melani datang dengan muka yang berseri - seri dan langsung memghambur ke pelukan Anggun. Dia mencium kening dan juga pipi Anggun karena ia menganggap Anggun adalah putrinya sendiri .Mama Melani tak henti - hentinya bersyukur kepada Tuhan karena sebentar lagi akan ada tangisan bayi di tengah - tengah keluarga mereka.
"Anggun Sayang,terima kasih karena semenjak kamu hadir disini kebahagiaan seolah tak pernah berhenti mengalir di keluarga kami. Kamu juga akan memberikan kami cucu yang akan menambah kebahagiaan kami semua . Terima kasih Sayang karena telah menjadi bagian dari keluarga kecil kami ",ucap Mama Melani pada Anggun yang masih berbaring di ranjangnya. Tangan Mama Melani meremas - remas tangan Anggun dengan senyumnya yang amat manis.
"Anggun juga bahagia Ma karena sekarang ini Anggun sedang hamil anaknya Mas Rasya. Kita berdua sangat menginginkan bayi ini Ma! Sama seperti Mama dan juga Papa!" ucap Anggun dengan tulus. Sungguh kehamilan ini juga merupakan impiannya sejak menikah dengan Rasya. Anaknya nanti tentu akan menjadi pelengkap kebahagiaan untuk dirinya dan juga keluarga besarnya kelak.
__ADS_1
Mama Lisa ,Mia dan juga Papa Satria sangat bahagia saat Mama Melani mengabari mereka kalau Anggun sedang berbadan dua. Mengetahui hal itu membuat Mama Lisa ingin pindah kembali ke Jakarta. Namun sayangnya,Papa Satria masih menangani banyak proyek penting yang ada di Medan sehingga mereka belum bisa pindah ke Jakarta. Namun mereka telah berencana akan mengunjungi Anggun pada akhir pekan ini karena mereka sangat merindukan Anggun yang jauh dari mereka.
Mendengar kabar bahwa keluarganya akan datang ke Jakarta membuat Anggun merasa begitu sangat gembira. Sudah lama ia tak bertemu dengan Mia, Mama Lisa dan juga Papanya . Tentu ia sangat merindukan keluarganya yang saat ini sedang ada di Medan . Meskipun tiap hari mengobrol melalui jaringan telepon seluler ataupun video call tapi tetap saja Anggun tak bisa menyembunyikan rasa rindunya pada keluarganya .
Mama Melani selalu menyemangati Anggun agar Anggun semangat dalam menjalani masa awal kehamilannya yang akan membuatnya tidak nyaman seperti saat belum hamil. Mama Melani banyak menjelaskan kepada Anggun tentang pengalamannya dulu saat sedang hamil Rasya. Rasya dan Papa Bram hanya bisa tersenyum mendengar cerita dari Mama Melani termasuk juga Anggun.
__ADS_1
"Anggun sangat mecintai Anggun dan juga pastinya calon bayi kami Pa! Rasya janji akan menjaga menantu dan calon cucu Papa dengan baik",ucap Rasya dengan sungguh - sungguh. Ia yang sedari tadi duduk di samping Anggun segera memeluk dan mendekap tubuh Anggun dihadapan kedua orang tuanya yang membuat Anggun menjadi salah tingkah karena malu pada kedua mertuanya.
Mama Melani berdiri dan mengambilkan salad buah yang di bawanya tadi dan hendak menyuapi Anggun.Namun Rasya meminta salad tersebut dari tangan Mamanya dan ia segera menyuapi Anggun dengan salad buah tersebut. Mamanya sangat bahagia dan bangga pada Rasya karena Rasya begitu perhatian pada istrinya. Sifat Rasya yang kekanak - kanakan mulai menghilang sejak ia menikah dengan Anggun. Anggun juga sangat sabar menghadapi putranya. Dan hal itu membuat Mama Melani sangat menyayangi kedua putra putrinya tersebut yang sebentar lagi akan segera memiliki momongan.
"Enak ga Beib salad buahnya? Boleh ga kalau aku mencobanya sedikit?",tanya Rasya pada Anggun yang sedang makan salad buahnya dengan begitu lahapnya.
__ADS_1
"Mama bawa banyak Ras tadi ! Bi Sumi meletakkannya di kulkas. Sebaiknya itu untuk Anggun semua. Kamu bisa ambil sendiri di kulkas!",omel Mama Melani pada Rasya sebelum Anggun menjawab pertanyaan dari Rasya.
Anggun hanya tersenyum melihat Rasya di marahin Mamanya. Melihat Anggun tersenyum mengejeknya membuat Rasya merasa agak jengkel pada Anggun. Namun mengingat istrinya sedang lemah seperti itu, dia hanya mencubit pelan hidung Anggun dan tersenyum kepadanya.