AKU HANYA BONEKAMU SAJA

AKU HANYA BONEKAMU SAJA
Akur Kembali


__ADS_3

Rasya memandangi wajah Anggun yang tengah terlelap dalam tidurnya. Wajah itu terlihat sangat sayu dan juga sembab karena terlalu banyak menangis. Sekali lagi Rasya mencium kening Anggun dan mengelus - elus rambutnya untuk melepas kerinduan yang telah lama dirasakannya. Bagi Rasya, Anggun sudah menjadi candu yang selalu ingin di lihatnya setiap saat. Dia sangat menyukai apapun yang ada pada diri Anggun . Aroma tubuhnya juga sudah menjadi hal yang selalu dia hisap . Dia sangat rindu dengan senyum dan tawa Anggun yang tidak ia dengar selama seharian ini. Rasya pun menyentuh satu tangan Anggun dan mencium punggung tangannya dan mengusapnya dengan lembut.


Tanpa Rasya sadari , wanita yang ada dihadapannya rupanya telah terbangun dari tidurnya. Anggun sendiri merasa tidak percaya bahwa saat ini suaminya ada di hadapannya. Matanya seolah kabur menatap Rasya yang saat ini sedang memandanginya dalam posisi yang teramat sangat dekat. Ia merasa bahwa yang ada di hadapannya hanyalah bayangan dari Rasya karena rasa rindunya yang tiada tara. Dia terus mengamati sambil tersenyum pada wajah tampan yang ada di depannya. Anggun belum menyadari bahwa yang ada di hadapannya bukanlah bayangan , namun itu adalah kenyataan.


Tangan Anggun menyentuh wajah Rasya yang sangat dekat dengannya. Ia meraba wajah Rasya dan mengusapnya dengan lembut karena menganggap wajah itu adalah bayangan.


"Aku sangat merindukan wajah manismu ini Mas ! ",ucap Anggun dengan suara lirih. Dirinya memang tidak bisa marah dengan Rasya dalam waktu yang lama. Meskipun mulutnya mengatakan bahwa dia tidak ingin bertemu dengan Rasya, namun hatinya tidak bisa memungkiri bahwa dirinya tidak bisa jauh dari ayah dari calon bayinya tersebut.


Mendengar Anggun berkata demikian membuat Rasya memeluk Anggun yang sedang terbaring diranjangnya. Mendapat perlakuan dari Rasya yang memeluknya dengan erat , membuat Anggun terharu dan tak terasa meneteskan air matanya. Rupanya yang ada dihadapannya benar - benar suaminya. Suami yang sangat dicintainya dan disayanginya semenjak dulu.


Pada awalnya Anggun meronta - ronta saat Rasya memeluknya, namun Rasya tidak mau melepaskan lilitan tubuhnya dari istrinya hingga pada akhirnya Anggun pasrah dengan perlakuan suaminya. Namun sayangnya, ia tidak bisa menghentikan isakan tangisnya. Rasya makin merasa bersalah pada istrinya tersebut saat melihat Anggun menangis sesenggukan di bahunya. Ia merasa menjadi pria yang tak berguna karena selalu membuat Anggun menangis seperti saat ini.

__ADS_1


"Sayang maafkanlah aku! Pukul atau tamparlah aku agar kamu puas Sayang ! Berhentilah menangis ",ucap Rasya sembari memukul - mukul tangan Anggun ke dadanya hingga ia merasa tersakiti.


Semarah - marahnya Anggun, dia tidak ingin menyakiti suaminya. Anggun pun menarik tangannya yang di gerakkan oleh Rasya untuk memukul dirinya.


Anggun mulai kasihan pada Rasya yang terlihat sudah tampak menyesali perbuatannya tersebut. Ia merasa tidak tega melihat Rasya seperti itu . Pertahanannya mulai goyah dan ia pun membalas pelukan Rasya padanya.


"Sudahlah Mas ,aku sudah memaafkanmu ! Berhentilah merajuk seperti ini Mas !",ucap Anggun yang mulai berkata seriua kepada Rasya.


Sscercah senyuman terulas di bibir Rasya saat mendengar Anggun telah memaafkannya.Sungguh dia teramat bahagia istrinya tidak marah lagi padanya. Ia pun kembali mencium kening, pipi, hidung dan terakhir di bibir Anggun dengan mesra.


"Berjanjilah tidak akan mengecewakan aku lagi Mas !",pinta Anggun yang masih ada di dekapan Rasya. Matanya masih memerah karena masih sakit hati terhadap Rasya.

__ADS_1


"Aku tidak bisa berjanji untuk tidak membuatmu menangis lagi Sayang, tapi aku akan berusaha selalu membuatmu tersenyum,"ucap Rasya sembari menatap Anggun dengan mesra. Ia berusaha menghapus kebimbangan yang ada pada diri Anggun untuk percaya lagi padanya. Matanya berkata bahwa dia bukanlah laki - laki yang mudah terombang - ambing oleh wanita penggoda seperti Kanaya. Selamanya dia akan selalu setia pada istrinya yang mudah cemburu tersebut.Rasya begitu bingung bagaimana caranya agar Anggun tahu bahwa dirinya sangat mencintai Anggun dan tidak akan pernah berpaling darinya seperti yang ia takutkan selama ini.


Rasya pun melihat perut Anggun yang masih rata dan juga menyentuhnya dengan lembut. Kepala Rasya ia dekatkan ke perut Anggun dan tangannya membelainya dengan mesra.


"Sayang , Papa kangen ! Kamu sehat terus ya di dalam sana! Jangan nakal ya Sayang kasihan Mama ! ",ucap Rasya yang bercakap - cakap dengan calon bayinya.


Anggun hanya tersenyum mengamati wajah suaminya tersebut. Tingkahnya memang


tak bisa membuatnya berhenti tersenyum .


"Kenapa kamu memandangku seperti itu Sayang ? Baru sadar ya kalau suamimu ini sangat tampan? ",tanya Rasya yang begitu percaya diri.

__ADS_1


"Kamu terlalu percaya diri Mas ",jawab Anggun sambil tersenyum.


" Sini aku peluk Sayang ",ucap Rasya sambil melebarkan kedua tangannya agar Anggun masuk kedalam dekapannya. Anggun pun menuruti permintaan Rasya . Ia masuk ke dalam kehangatan yang di ciptakan oleh suaminya. Keduanya berpelukan dalam jangka waktu yang cukup lama. Merasakan kehangatan dari aroma tubuh masing - masing. Di ruangan tersebut, keduanya akhirnya melebur menjadi satu. Melewati malam panjang dengan penuh asmara yang menggelora.


__ADS_2