
Kontraksi yang dialami Anggun makin cepat dan makin membuatnya merasa sangat sakit. Darah segar mulai keluar dari jalan lahir milik Anggun dan kemudian diikuti oleh pecahnya ketuban milik Anggun. Sebisa mungkin Anggun berusaha untuk tidak berteriak - teriak saat menahan sakit seperti itu. Dia hanya merintih di hadapan Dokter , Rasya dan juga para perawat yang menanganinya.
Pecahnya ketuban milik Anggun menandakan kalau dia benar - benar akan melahirkan sekarang .
"Ayo Bu semangat ! Saat ini sudah saatnya bayinya benar - benar akan keluar karena udah pembukaan ke sembilan ",ujar Dokter Rani setelah memeriksa jalan lahir milik Anggun .
Dokter Rani pun menginstruksi Anggun untuk menarik nafas dalam - dalam dan menghembuskannya keluar saat merasakan kontraksi nanti dan mengejan dengan kuat.
"Tarik nafas dalam - dalam Bu dan keluarkan sambil mengejan dengan kuat ! ",instruksi Dokter Rani berulang kali pada Anggun yang merasakan kesakitan yang sangat luar biasa pada perutnya.
"Sayang ,bertahanlah ! Aku tahu kamu merasakan sakit yang sungguh luar biasa ! Aku mohon kuatlah Sayang demi bayi kita! ",ujar Rasya sambil mencium tangan , kening , pipi , dan hidung istrinya tanpa malu di hadapan Dokter dan juga perawat yang ada di sana . Ia selalu menggenggam tangan Anggun saat wanitanya itu berjuang keras untuk melahirkan bayi mereka berdua.
"Terima kasih Mas mau menemaniku di sini ....huff ....sakit ....",Anggun mencoba mengikuti saran Dokter untuk menarik nafas dalam - dalam dan mengeluarkannya pelan - pelan seraya mengejan dengan kuat.
__ADS_1
"Ayo Bu ! Kepalanya sudah kelihatan Bu ! Sedikit lagi Bu ...Dorong terus bayinya agar keluar ",Dokter Rani memberi instruksi lagi pada Anggun karena bayinya sudah terlihat kepalanya.
"Aduh....Maas....Sakit.....huff....huff...",Anggun terlihat sudah lelah mengejan .
Rasya selalu menyemangati istrinya. Dia membelai , mencium kelopak mata dan juga pipi istrinya berulang kali setiap Anggun selesai mengejan . Baru kali ini dia secara langsung menyaksikan orang yang melahirkan dan itu adalah istrinya sendiri. Rasya mengelap keringat Anggun di dahi dan juga wajahnya dengan sapu tangan miliknya.
"Dorong lagi Bu ...mengejan lebih kuat lagi Bu !",pinta Dokter Rani .
"Oe....oe....",suara bayi Anggun untuk yang pertama kalinya dengan tangis yang membahana memenuhi ruangan VIP tersebut.
"Selamat Pak ,Bu bayi kalian berdua telah lahir . Berat badannya 3 kilo gram dan semuanya normal",ucap Dokter Rani sesaat setelah bayi Anggun keluar dari rahimnya.
"Alhamdulillah Tuhan ...Sayang ! Bayi kita telah lahir . Terima kasih Sayang karena kamu telah melahirkan bayi mungil kita ",kali ini Rasya benar - benar bahagia karena istrinya telah berhasil melahirkan putra pertamanya dengan selamat.
__ADS_1
"Alhamdulillah Mas aku juga sangat bahagia karena anak kita telah lahir dengan selamat ",pekik Anggun yang melihat bayinya yang tengah di bersihkan perawat yang ada di sana.
Setelah di bersihkan oleh para perawat, bayi itu di serahkan pada ibunya agar menempel di tubuh mamanya itu .
"Mas lihatlah bayi kita ini ! Dia sangat tampan seperti kamu Mas ! Tubuhnya juga sangat putih dan bersih saat lahir ya Mas !",ucap Anggun yang merasa kegirangan saat pertama kalinya mendekat bayinya tersebut. Wajah bayinya tersebut memang mirip dengan wajah Rasya saat masih bayi . Rasya yang menyadari itu begitu bahagia mendengarnya.
"Siapa dulu dong Papanya ? Tapi Mamanya juga sangat cantik dan membuat bayi kita lebih tampan di banding aku saat masih bayi ",ucap Rasya yang begitu gemas pada bayinya yang baru saja di lahirkan oleh istrinya tersebut yang membuat wajah Anggun kembali merona atas pujian suami tercintanya. Rasya sangat bersyukur karena sekarang keluarga mereka tengah lengkap dengan hadirnya buah hati mereka yang telah terlahir dengan begitu sempurna.
"Adzani bayi kita Mas !",pinta Anggun pada suaminya yang masih memeluknya dan juga bayinya itu .
"Sini Sayang biar aku yang gendong bayi kita ",Rasya meminta Anggun memindah posisi bayinya ke tangannya untuk dia Adzani.
Dengan hati - hati Anggun menuruti permintaan suaminya. Rasyapun menciumi bayinya itu untuk yang pertama kalinya dengan hati - hati. Tangannya gemetar karena baru kali ini dia menggendong bayi. Namun dia berusaha hati - hati agar bayinya nyaman di gendongannya. Dengan suara pelan , dia mulai mendekat ke telinga bayinya dan melafalkan lafat adzan di sana.
__ADS_1