
Mengetahui Kanaya bekerja di kantor yang sama dengan Rasya membuat Anggun begitu khawatir. Meskipun tiap hari Rasya menjelaskan hubungannya dengan Kanaya saat ini hanyalah sebatas hubungan kerja,namun semua itu tak membuat Anggun merasa tenang. Sebagai seorang istri , Anggun tidak ingin lengah sedikitpun. Walau bagaimanapun,Rasya dan Kanaya pernah punya hubungan dimasa lalu. Dan itu membuat Anggun semakin khawatir tentang kedekatan mereka berdua. Sejak itulah Anggun berubah menjadi sangat posesif kepada Rasya. Hampir tiap hari Anggun datang kekantor Rasya dengan alasan membawakan bekal makan siang untuk Rasya dan juga berlama - lama disana agar Kanaya tak mencari kesempatan untuk berdua dengan suaminya.
Sebenarnya Rasya cukup risih dengan sikap Anggun yang begitu posesif kepadanya. Apalagi Anggun hampir tiap hari menunggunya kerja di kantor. Kemanapun Rasya pergi,Anggun akan mengekor di belakangnya. Rasya merasa cukup kesulitan saat menjelaskan kepada istrinya agar tak cemburu buta seperti itu terhadap Kanaya. Meskipun tiap kali bertemu dengan Kanaya, Anggun masih bersikap wajar dan sopan. Tapi menurut Rasya sikap cemburunya itu terlalu berlebihan. Bahkan kadang - kadang mereka berdua harus berdebat kecil karena sikap Anggun yang seperti itu. Pada akhirnya Mama Melanilah yang selalu bisa menengahi perdebatan mereka yakni dengan cara mendukung menantu kesayangannya tersebut. Meskipun salah atau benar ,Anggun selalu di bela oleh Mama Melani. Dan hal itu kadang - kadang membuat Rasya merasa jengkel.
Berbeda dengan Kanaya, semenjak ia menjadi sekretaris Rasya, ia bisa menunjukkan wajah pura - puranya yang menghormati Anggun sebagai istri atasannya.Kanaya memang kesulitan mendekati Rasya,karena Anggun selalu ada di dekatnya. Meskipun begitu,ia selalu punya cara agar Rasya bisa bersimpati kepadanya dan merasa muak dengan sikap Anggun yang cemburunya begitu berlebihan seperti itu.
Siang itu,seperti biasa Anggun datang ke kantor Rasya dengan membawa sebuah rantang yang berisi makan siang untuk Rasya. Hari ini ia membuat spagheti dan juga fried chicken kesukaan Rasya. Ia bejalan dengan wajah penuh senyuman dan berharap Rasya akan senang dengan kedatangannya dan tidak menganggap dirinya mengganggu pekerjaan Rasya seperti biasanya.
Kanaya yang saat itu ada di dalam ruangan bersama Rasya mencoba mencari simpati Rasya dengan cara pura - pura jatuh terpeleset di hadapan Rasya. Secara reflek kedua tangan Rasya menangkup tubuh Kanaya untuk menahannya agar tidak jatuh. Posisi Rasya saat itu terlihat sedang memeluk Kanaya. Disaat yang bersamaan, Anggun yang saat itu datang syok melihat suaminya memeluk wanita lain di hadapannya.
__ADS_1
Pyar...pyar...
Rantang yang berisi makanan yang di bawa Anggun tumpah ke lantai. Makanan yang tadinya ia bawa untuk makan siang suaminya kini telah tercecer di lantai ruangan kerja Rasya. Sekujur tubuh Anggun serasa lemas dan juga tangannya seolah tak bertenaga lagi. Matanya mulai menghamburkan tetesan air bening yang terus meluncur di pipinya. A
Anggun memutar tubuhnya dengan cepat dan ia berlari menjauh dari ruangan yang ia tuju. Mengetahui istrinya yang melihatnya seperti sedang memeluk Kanaya membuat Rasya merasa bersalah. Ia segera melepaskan tubuh Kanaya dan segera berlari mengejar istrinya. Rasya mengerahkan segala kekuatannya untuk segera menyusul istrinya yang saat itu sedang marah itu. Gerakan lari Rasya yang lebih cepat dari Anggun membuatnya bisa dengan segera menyusul istrinya tersebut. Ia berusaha memeluk istrinya yang saat itu hendak menghadang taksi di depan kantornya tersebut ,namun Anggun meronta - ronta dan berusaha melepaskan pelukan Rasya kepadanya.
"Aku bisa pulang sendiri...Tak ada yang perlu di jelaskan Mas ! Selama ini kamu selalu bilang bahwa cemburuku tidak beralasan. Namun apa yang aku lihat tadi di dalam ruanganmu ? Aku pikir kamu sudah berubah Mas ! Aku pikir kamu sudah bahagia bersamaku seperti kata - katamu. Namun rupanya aku terlalu naif karena pada kenyataannya tidak seperti itu",ucap Anggun sambil menangis.
Anggun kembali berlari meninggalkan Rasya yang terdiam saat mendengar perkataan Anggun. Setelah mendapatkan taksi ,Anggun memutuskan untuk tidak pulang ke rumah Rasya dulu. Ia memutuskan pergi ke rumah orang tuanya ,meskipun rumahnya hanya ada di depannya saat ini. Dirumah orang tuanya,ia akan menenangkan dirinya dulu. Ia tidak ingin Mama Melani merasa khawatir saat ia pulang sambil menangis seperti itu. Ia juga bingung bagaimana menjelaskan semua yang dialaminya kepada ibu mertuanya tersebut.
__ADS_1
Sesampai di rumah orang tuanya ,Anggun segera menuju ke kamarnya dulu . Bi Sumi yang merupakan ART yang ditugaskan untuk menjaga rumah keluarga Anggun bingung karena melihat Anggun menangis seperti itu.Namun wanita paruh baya itu tidak berani bertanya lebih kepada anak majikannya tersebut.
"Bi nanti kalau Mas Rasya kesini mencariku katakan tidak ada ya Bi ",pinta Anggun pada Bi Sumi saat Bi Sumi membawakan minuman kekamarnya.
"Apa kalian sedang bertengkar non . Dalam pernikahan memang sering ada pertengkaran dalam rumah tangga . Namun sebaiknya Non Anggun jangan menghindar",ucap Bi Sumi yang merasa kasihan pada Anggun yang dari tadi menangis.
"Iya Bi ,Anggun akan menemuinya kalau Anggun udah merasa lebih tenang. Namun malam ini,biarkan Anggun menginap di sini ya Bi! Anggun kangen dengan kamar Anggun ",ucap Anggun sambil menangis.
Bi Sumi akhirnya menuruti perkataan Anggun . Ia pun menenangkan dan mencoba menghibur Anggun sebisanya. Dan kemudian ia meninggalkan Anggun yang hanya ingin sendiri di kamarnya.
__ADS_1