AKU HANYA BONEKAMU SAJA

AKU HANYA BONEKAMU SAJA
Penggemar Rahasia Anggun


__ADS_3

Anggun benar - benar menepati janjinya kepada Rasya . Ia libur selama dua hari penuh untuk menemani Rasya jalan - jalan setelah kakinya benar - benar telah sembuh.


Sudah saatnya Anggun kembali ke rumah sakit untuk bekerja. Anggun juga sudah sangat rindu dengan pekerjaannya di rumah sakit.Pagi ini ,dia bangun lebih pagi dari biasanya. Dia segera menyelesaikan ritual paginya dan kemudian dia bersiap - siap untuk bekerja. Seusai sarapan,Anggun segera berpamitan kepada kedua orang tuanya serta mencium kedua tangan orang tuanya dan ia melangkahkan kakinya pergi keluar rumah untuk menunggu taksi online yang telah di pesannya.


Anggun terkejut saat melihat sebuah mobil mewah yang mengklakson dirinya. Pemilik mobil itu segera membuka kaca mobilnya dan menyuruh Anggun segera masuk kedalam mobil yang telah di hentikannya tepat di depan Anggun.


"Ayo masuk Anggun,aku akan mengantarmu ke rumah sakit ", perintah Rasya setelah ia turun dan membuka pintu mobilnya untuk mempersilahkan Anggun agar masuk ke dalam mobilnya.


Anggun lagi - lagi tidak menyangka kalau Rasya akan kerumahnya lagi sepagi itu dan hendak mengantarkannya ke rumah sakit untuk kerja. Anggun hendak naik ke mobil Rasya tapi ragu - ragu karena ia telah memesan taksi online. Tidak mungkin ,ia tiba - tiba membatalkan orderannya karena ia merasa kasihan dengan sopir taksi yang telah dipesannya.

__ADS_1


Melihat mimik muka Anggun yang tampak bingung,membuat Rasya bertanya kepada Anggun.


"Kamu kenapa Anggun ? Kok malah diam? Apa kamu tidak mau aku antar Anggun ? Apa disana akan ada yang kecewa bila aku mengantarmu ?" Rasya bertanya beberapa pertanyaan yang membuat Anggun tercengang.


'Kenapa Rasya berpikir seperti itu ? Sungguh ,aku merasa sangat senang Ras atas sikapmu beberapa hari ini padaku . Dan aku juga sangat senang karena kamu mau mengantarku kerja',monolog Anggun di hatinya sebelum ia menjawab pertanyaan Rasya.


"Sebenarnya aku sudah memesan taksi online Ras ! Tidak enak kalau aku membatalkannya secara tiba - tiba .Kasihan supir taksinya Ras bila aku cancel ",ucap Anggun menjelaskan pada Rasya.


Rasya berpikir sejenak ,kemudian ia memutuskan untuk menunggu taksi yang dipesan Anggun dan membayarnya dengan uang lebih . Setelah itu,ia baru mengantarkan Anggun ke rumah sakit tempatnya bekerja.

__ADS_1


"Terima kasih ya Ras ! Kamu udah mau nganter aku kerja. Aku masuk dulu ya !",ucap Anggun pada Rasya saat ia sudah tiba di depan rumah sakit .


Sekarang ini,Anggun sudah banyak memiliki teman. Anggun juga punya banyak kenalan,baik dari sesama dokter yang seprofesi dengannya dan juga banyak teman kuliahnya yang masih sering menghubunginya hingga saat ini.Selain itu ,gadis yang dulunya terlihat culun dan tak mudah bergaul itu kini berubah menjadi dokter yang ramah dan supel . Anggun juga memiliki seorang penggemar rahasia . Setiap pagi hari ,saat ia tiba di rumah sakit,ia akan menemukan sebuah buket bunga mawar merah dari seseorang yang tidak di kenalnya di meja kerjanya.Disamping buket bunga itu,selalu ada catatan yang berbeda untuk Anggun yang intinya selalu memberikan motivasi untuk Anggun agar selalu semangat dalam bekerja.


Sebenarnya Anggun telah mencari tahu siapa orang yang selalu mengirim bunga kepadanya setiap hari .Tapi sayangnya ,usahanya selalu gagal dan gagal. Sampai sekarang, ia masih belum tahu siapa pengirim bunga - bunga itu di pagi hari .


Karena masih pagi ,Anggun hanya berjalan pelan memasuki koridor rumah sakit menuju ruangan kerjanya. Ia tidak sadar,kalau Rasya mengikutinya dari belakang.


Sesampainya di ruangan kerjanya, seperti biasa ia melihat sebuket bunga mawar indah beserta catatan kecil yang terselip di dalamnya. Saat tangan Anggun hendak mengambil bunga tersebut , tangannya dicekal oleh tangan Rasya. Dan gerakan Rasya yang lebih cepat darinya membuat bunga itu di rebut oleh Rasya.

__ADS_1


"Rasya ! Kenapa kamu ada di sini? ",pekik Anggun yang kaget dengan kedatangan Rasya yang tiba - tiba dan juga takut saat melihat wajah Rasya yang memerah karena memegang bunga yang tidak pernah ia tahu siapa pengirimnya.


__ADS_2