
Kanaya menatap Anggun dengan penuh kebencian yang teramat besar. Namun ia masih bisa menyembunyikan kebenciannya dari Rasya yang melihat mereka berdua.
" Maaf Anggun,aku benar - benar tidak melakukan seperti yang kamu tuduhkan padaku . Kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu padaku ?Bukankah selama ini kamu tahu bahwa aku hanyalah sekretaris Rasya di kantor . Tanyakan kepada suamimu apakah diantara kami ada hubungan ? ",sangkal Kanaya pada Anggun dengan berpura - pura bermuka polos dan menyedihkan di hadapan pasangan suami istri tersebut. Tentunya ia berharap Rasya akan iba kepadanya dan menganggap emosi Anggun hanyalah merupakan bagian dari rasa sensitifnya yang berlebihan karena saat ini Anggun sedang hamil.
"Lebih baik kamu jujur saja Kanaya ! Jangan bersikap sok polos seperti itu dihadapanku. Aku tahu kamu wanita licik dan caramu mendekati suamiku sungguh sangat menjijikkan ",sindir Anggun pada Kanaya. Kali ini emosinya begitu meletup - letup setelah melihat foto - foto kemesraan antara Kanaya dan juga suaminya yang ia dapatkan didalam ponselnya.
Rasa marah , cemburu dan juga emosi sedang menguasai diri Anggun saat itu. Kalau saja dirinya saat ini tidak hamil , mungkin Anggun sudah mencakar - cakar wajah Kanaya dan mengacak - acak rambut wanita yang saat ini sangat dibencinya tersebut.
__ADS_1
Melihat Anggun yang terlihat sangat frustasi membuat Rasya berusaha membujuk Anggun untuk tenang . Ia merasa takut terjadi sesuatu dengan bayinya bila Anggun terus - terusan kacau seperti itu.
"Sayang tenanglah ! Kita bisa membicarakan masalah ini baik - baik ! Ingatlah kalau saat ini kamu sedang hamil Beib! Turunkan emosimu dan kamu bisa menjelaskan semua uneg - unegmu padaku nanti ",ucap Rasya sembari kembali menyentuh tubuh Anggun yang sedang berdiri di sampingnya yang masih terus berdebat dengan Kanaya. Sekali lagi, Anggun menepis tangan Rasya yang hendak menyentuhnya. Walau bagaimanapun ia juga masih merasa sangat marah pada Rasya karena ia telah mengkhianati kepercayaannya.
"Jadi kamu membela mantan kekasihmu itu Mas ? Kamu pikir kemarahanku ini tanpa alasan . Sekarang aku tanya kepada kalian berdua. Apa siang tadi kalian makan siang bersama sebagai seorang atasan dan bawahan. Lihatlah foto - foto ini ! Kalian begitu pandai membodohi aku saat aku sedang lemah hu....hu...kenapa kamu tega Mas sama aku ?",tangis Anggun mulai pecah di ruangan kerja Rasya . Suaranya terdengar serak dan parau karena sakit hati yang begitu perih yang ia rasakan saat itu. Anggun merogoh tasnya dan mengambil ponselnya dari dalam tasnya. Ia pun membuka ponselnya dan menunjukkan beberapa foto yang ia dapatkan dirumahnya tadi .
Melihat foto - foto tersebut membuat mata Rasya terbelalak karena sangat kaget dengan apa yang ia lihat di galeri ponsel milik Anggun . Darimana istrinya mendapatkan foto - foto tersebut siang tadi saat ia sedang makan siang dengan Kanaya .Ia merasa sangat bersalah pada Anggun seharusnya ia bisa menolak ajakan Kanaya tadi siang sehingga tidak membuat istrinya sakit hati dan kecewa seperti itu.
__ADS_1
Rasya memeluk Anggun yang ada di hadapannya , sedangkan Anggun meronta - ronta ingin di lepas. Ia memukul - mukul dada Rasya agar melepaskan pelukannya padanya.
"Maafkan aku Sayang Maaf .....maaf ...maaf ...Aku memang khilaf karena mau diajak makan siang oleh Kanaya Sayang ! Tapi percayalah ! Antara aku dan Kanaya benar - benar tak ada hubungan apa -. apa Sayang! Aku hanya mencintaimu Anggun . Dari dulu , sekarang dan nanti aku hanya selalu mencintaimu seorang. Aku mohon percayalah padaku ",ucap Rasya seraya mendekap tubuh Anggun yang ada dihadapannya.
"Kenapa kamu tega Mas sama aku ? Bahkan di saat aku sedang hamil seperti ini. Kenapa kamu tega mengkhianati kepercayaanku untukmu Mas ?",isak Anggun dengan terus menangis pilu di dekapan Rasya.
"Sayang ,foto - foto itu semuanya palsu dan hanya editan Sayang !. Aku akan mencari bukti akan kebenaran dari dugaanku !",ucap Rasya pada Anggun yang sudah diajak Rasya untuk di sofa ruangan kantornya.
__ADS_1
"Suruh dia pergi Mas dari ruangan ini ! Dan pindahkan posisi dia seperti saran dari Papa Mama Mas ! ",pinta Anggun pada Rasya dengan kembali menangis .