AKU HANYA BONEKAMU SAJA

AKU HANYA BONEKAMU SAJA
Sambutan Hangat Dari Mertua


__ADS_3

"Pa ,Ma, Anggun pamit dulu ya ! Jaga diri kalian baik - baik ",ucap Anggun pada kedua orang tuanya seraya memeluknya satu persatu saat berpamitan .


"Selalu kabari Mama dan Papa tiap hari Sayang ! Papa dan Mama berharap kamu segera isi karena kami sudah tak sabar ingin segera menimang cucu dari kalian Sayang ",ucap kedua orang tua Anggun kepada putri tertuanya itu.


"Mia jangan nakal ya disini ! Kakak titip Mama dan Papa sama kamu ! Bila ada masalah disini segera kabari Kakak ya ! ",pamit Anggun pada adiknya. Ia memeluk adiknya dengan erat sebelum ia meninggalkan rumah tersebut.


Setelah Anggun berpamitan dengan kedua orang tua dan juga adiknya , Rasya juga melakukan hal yang sama dengan Anggun . Keluarga Anggun sebenarnya begitu berat melepas Anggun begitu saja, apalagi sejak kecil Anggun belum pernah berpisah dengan orang tuanya.


Di pesawat yang mereka tumpangi, Rasya selalu menenangkan Anggun. Ia tidak ingin istrinya tersebut terlalu larut dalam kesedihan karena harus berpisah dengan keluarganya. Ia mendekap tubuh istrinya dengan hangat.


"Sayang ,tenanglah aku ada disini. Aku janji di rumahku nanti kamu tidak akan merasa sendiri . Kamu tahu kan kalau mama aku sangat sayang sama kamu ,bahkan semenjak kita masih kecil. Kamu tahu sendiri kan aku sering cemburu kepadamu karena kamu sering mendapat perhatian dari mamaku lebih dari aku . Di rumah kita nanti,kamu tidak akan pernah kekurangan kasih sayang. Di sana nanti aku janji kami akan memberikan kasih sayang yang berlimpah

__ADS_1


sama seperti di keluargamu !",Rasya berusaha menenangkan perasaan istrinya yang sedang menangis. Ia tahu bahwa istrinya itu belum rela harus berpisah dengan keluarganya. Rasya membelai lembut rambut istrinya yang sangat lembut dan panjangnya kini sebahu.


" Maafin aku Mas ! Aku hanya terbawa suasana saja. Sebenarnya dari dulu aku belum pernah berpisah dengan keluargaku ,terutama Mama. Mama Lisa selalu membawaku dan juga Mia kemanapun dia pergi",Anggun berkata jujur kepada Rasya. dan menjelaskan kenapa dia harus menangis seperti ini saat di pesawat.


"Sudah jangan menangis lagi ya istri kecilku !Aku tidak tahan bila melihatmu sesedih ini ",Rasya mengusap air mata Anggun yang masih berjatuhan di pipinya yang halus.


***


Mama Melani dan juga Papa Bram telah menunggu kedatangan pengantin baru itu di rumah mereka.Mama Melani sudah menyiapkan berbagai macam hidangan makanan untuk menyambut kedatangan anak dan juga menantunya. Mama Melani tak henti - hentinya bersyukur karena harapannya selama ini terkabul yaitu menikahnya Anggun dan juga Rasya.


Sesampainya di rumah,Anggun segera turun dari mobil bersama Rasya . Sedangkan barang - barang bawaan mereka telah di urus oleh Mang Wahab.

__ADS_1


Mama Melani dan Papa Bram yang melihat kedua anaknya telah datang segera menghampiri dan juga memeluk kedua pasangan pengantin baru itu secara bergantian.


"Mulai sekarang panggil Tante dengan sebutan Mama Melani dan juga om Bram sebagai Papa Bram ya Anggun Sayang !",ucap Mama Melani saat mereka telah duduk.di sofa ruang tamu.


"Baik Ma ,Pa !",ucap Anggun agak kikuk saat mengucapkannya karena biasanya ia memanggil Tante Lisa dan Om Bram . q


"Selamat Anggun kamu sekarang telah menjadi bagian dari keluarga kami. Jangan anggap kami sebagai mertuamu Anggun,namun anggaplah kami seperti orang tua kandung kamu sendiri. Papa Satria dan Mama Lisa barusan menelpon Mama . Beliau menitipkanmu di sini . Tapi tanpa mereka minta pun Mama Melani dan juga Papa Bram akan menjagamu dengan baik . Mama sudah menyukaimu sejak kamu masih kecil Anggun! Mama sangat menyayangimu sama seperti Mama menyayangi Rasya. Mama hanya ingin mengatakan kalau kamu butuh apa - apa jangan sungkan - sungkan ya terhadap Mama ",ucap Mama Melani secara tulus .


"Baik Ma ! Anggun sangat berterima kasih sekali pada Mama dan juga Papa karena Anggun di terima dengan hangat di keluarga ini. Kalau Mama tidak merasa terganggu, kelak ke depannya Anggun akan banyak bertanya pada Mama ",ucap Anggun sambil tersenyum menatap Mama Melani dan juga Papa Bram secara bergantian.


Mereka berempat pun kemudian mengobrol dengan hangat dan mulai menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh Mama Melani . Anggun yang sudah akrab dengan keluarga Rasya mulai nyaman berada disana. Apalagi sikap Rasya yang kian hari makin lembut dan sayang kepadanya membuat Anggun seolah - olah berada diatas awan. Anggun bersyukur karena memiliki mertua yang begitu baik hati seperti kedua orang tua Rasya.

__ADS_1


__ADS_2