
Dirumah Anggun,Lisa dan juga suaminya terlihat begitu sibuk mempersiapkan segalanya untuk acara lamaran yang akan di adakan besok. Lisa terlihat begitu heboh mempersiapkan ini itu untuk menyambut kedatangan Rasya dan juga kedua orang tuanya besok. Rumah Anggun di dekorasi sedemikian rupa sehingga terlihat sangat sedap di pandang mata.
Sedangkan Anggun ,ia malah tidak seheboh mama dan juga papanya. Bahkan ,Anggun masih bekerja satu hari sebelum acara lamaran di laksanakan.Sebenarnya Papa dan Mamanya Anggun telah menyuruh Anggun untuk ijin selama dua hari ini. Namun Anggun menolaknya.Baginya bekerja sudah seperti hobi dan prioritasnya dalam menjalani hidup. Sebelum menikah ,Anggun ingin menjalani pekerjaannya dengan nyaman. Toh kelak ,setelah menikah dia akan fokus pada keluarga kecilnya. Anggun akan berhenti bekerja bila Rasya memintanya untuk berhenti atau mencari pekerjaan di Jakarta yang sesuai dengan profesinya agar ia bisa dekat dengan suami tercintanya dan juga calon anak - anaknya kelak.
Saat ia baru pulang dari rumah sakit dan ingin mencari taksi ,tiba - tiba saja ada yang menutup matanya dari belakang. Anggun bisa merasakan dari bau parfum dan juga sentuhan tangan itu seperti milik Rasya.
"Rasya....",pekiknya
Dan kemudian tangan itu terlepas dan ia berbalik kebelakang untuk melihat wajah yang sudah sangat lama ia rindukan itu.
__ADS_1
Benar saja, saat ia membalikkan tubuhnya,Rasya sudah berdiri di depannya dan tersenyum padanya.
"Boleh aku memelukmu?",tanya Rasya sambil membuka tangannya lebar - lebar untuk Anggun .
Anggun langsung berlari menghambur ke pelukan Rasya.Mereka pun berpelukan untuk waktu yang cukup lama. Melepaskan rasa rindu masing - masing karena sudah sebulan lebih keduanya tak bertemu. Rasya membelai rambut Anggun dan merapikan rambut Anggun yang sedikit berantakan.
"Kamu sudah sampai disini Ras? ",tanya Anggun pada Rasya.
"Kamu serius dengan perkataanmu Ras ?",tanya Anggun tak percaya .Baru kali ini Rasya mengatakan hal seperti itu padanya. Bahkan saat keduanya mengobrol ditelpon pun ,Rasya tidak pernah mengatakan kata 'rindu' sekalipun pada Anggun.
__ADS_1
"Apa aku terlihat berbohong Anggun? Aku yakin kamu juga merasakan hal yang sama denganku kan ?",Rasya malah balik bertanya pada Anggun.Rasya sendiri sudah tidak bisa lagi membohongi dirinya sendiri bahwa ia telah mulai menyukai Anggun sejak pertemuan mereka di Medan untuk pertama kali.Perasaan nyaman dan juga bahagia saat ia berada di dekat Anggun. Entah kapan perasaan itu muncul . Mungkin sejak dulu saat mereka masih kecil sudah terikat satu sama lain.
Menghadapi pertanyaan Rasya ,membuat Anggun mulai salah tingkah lagi. Ia membalikkan tubuhnya lagi untuk menghindari tatapan Rasya yang sedang bertanya padanya.
Namun tangan Rasya meraih tubuh Anggun dan memutar tubuhnya hingga keduanya kini berhadap - hadapan satu sama lain. Rasya memegang kedua pipi Anggun dan menatapnya dengan serius.
"Aku tahu kamu sudah menyukaiku sejak lama. Maafin aku karena aku terlambat menyadarinya dan malah berpacaran dengan Kanaya saat itu! Maafin aku Anggun karena telah membuatmu sakit hati berkali - kali padaku. Sekarang aku sadar , bahwa kamu adalah satu - satunya wanita yang aku cintai .Menikahlah denganku Anggun!",ucap Rasya sambil mengeluarkan sebuah cincin berlian yang sangat indah. Ia mulai menyematkan cincin itu di jari manis Anggun. Laki -laki itu rupanya sedang melamar Anggun sebelum acara lamaran di keluarga besarnya nanti.
"Aku juga menyukaimu Ras ! . Terima kasih karena telah mau menikahiku ",ucap Anggun yang sudah tidak mampu lagi menahan bulir - bulir air matanya karena rasa haru dan juga bahagia itu.
__ADS_1
Rasya pun segera meraih tubuh Anggun dan memeluknya erat lagi . Kali ini ia tidak akan pernah membuat Anggun menjauh lagi dari dirinya. Rasya sangat bahagia karena Anggun menerimanya.