AKU HANYA BONEKAMU SAJA

AKU HANYA BONEKAMU SAJA
Belajar Menjadi Suami Terbaik


__ADS_3

Anggun diam saat Rasya memeluk tubuhnya dari belakang. Ia sebenarnya tak tega pada suaminya. Ia tahu bahwa suaminya begitu khawatir terhadap dirinya dari raut wajah suaminya yang sempat terlihat olehnya. Namun ia tidak ingin menjadi wanita yang mudah luluh oleh rayuan suaminya. Ia ingin memberikan pelajaran kepada suaminya terlebih dahulu agar suaminya itu tidak macam- macam di kantor. Anggun akhirnya memilih bersikap dingin dan cuek dulu kepada Rasya.


"Sebaiknya kamu pulang dulu Mas sana ! Kamu mandi dan makanlah terlebih dahulu dengan Mama dan Papa. Aku akan disini dulu karena aku kangen dengan kamarku ini. Ada banyak kenangan yang ada disini. Malam ini saja biarkan aku tidur di sini ",ucap Anggun sambil melepaskan lilitan kedua tangan Rasya dari tubuhnya.


Meskipun berusaha keras,namun tangan Rasya tak mau lepas dari tubuh istrinya tersebut.Ia makin mengeratkan pelukannya dan tangan Rasya mulai mencari tangan Anggun yang ada di depannya. Ia meletakkan punggung telapak Anggun di dahinya dan ia pun berkali - kali meminta maaf kepada istrinya tersebut.


"Aku minta maaf Sayang . Aku tahu aku bersalah. Tolong maafkan aku . Ayo kita sama - sama pulang atau kalau kamu mau di sini aku juga akan disini menemanimu",bujuk Rasya pada istrinya tersebut agar mau pulang bersamanya atau bermalam dirumah Anggun berdua dengannya.


"Aku akan memikirkannya terlebih dahulu. Beri aku waktu sebentar untuk meredam kemarahanku padamu Mas. Aku ingin sendiri dulu. Lebih baik kamu pulang Mas ! Mandilah dan makanlah sebelum istirahat ",pinta Anggun pada Rasya.


"Baiklah tapi kamu janji ya sama aku hanya malam ini saja kamu tidur di sini . Ya udah aku pulang dulu! Aku harap kamu berubah pikiran Sayang ! Aku tidak ingin berjauhan denganmu Beib",Rasya akhirnya mengalah lagi pada permintaan Anggun meskipun dengan hati yang berat. Namun ia mencoba untuk memahami istrinya tersebut.


Perlahan - lahan ,Rasya melepaskan pelukannya pada Anggun. Ia hanya mengecup pelan kening istrinya tersebut kemudian ia mulai meninggalkan Anggun sendirian di kamarnya.


Sesampai di rumahnya,Mama Melani dan Papa Bram telah menunggu Rasya di ruang keluarga. Mama Melani memanggil Rasya yang melewati mereka berdua karena melamun.


"Rasya kesinilah sebentar ",ucap Mama Melani yang menyuruh anaknya agar duduk disampingnya dan juga suaminya.

__ADS_1


"Kenapa kamu terlihat sangat cemas Ras ? Mana istrimu ? Kata mamamu kalian berdua sedang marahan ya?",tanya Papa Bram yang melihat kekhawatiran dan juga kecemasan di wajah Rasya.


"Anggun ingin dirumahnya dulu Ma ,Pa! Dia belum mau pulang sekarang. Aku bahkan tidak bisa membujuknya agar dia mau pulang kesini Pa !",jelas Rasya pada Papanya.


"Apa ini ada hubungannya dengan mantan kekasihmu yang sekarang menjadi sekretaris barumu itu Ras?",tanya Papa penuh selidik.


"Benar Pa! Tadi Kanaya hampir jatuh di hadapan Rasya dan Rasya menahan tubuh Kanaya agar tidak jatuh. Disaat yang bersamaan Anggun datang dan melihat semuanya. Aku sangat bingung Pa bagaimana menjelaskan semuanya pada Anggun . Bahkan sejak kejadian itu Anggun tidak ingin dekat denganku. Ia selalu menghindariku dan terus menjauh dariku. Bahkan s.ekarang ia tidak mau pulang kesini ",ratap Rasya dengan sedih . Ia merasa bingung harus menjelaskan kesalah pahaman yang ada diantara mereka berdua. Anggun begitu marah padanya dan tidak mau mendengarkan semuanya. Ia bahkan menghindar dari dirinya dan itu benar - benar menyiksanya.


"Sebaiknya kamu mengganti sekretarismu Ras ! Walau bagaimanapun Anggun adalah istrimu. Dan dia berhak cemburu padamu. Apalagi di SMA dulu kamu kan pernah berpacaran dengan Kanaya . Apa kamu mau bertengkar terus dengan istrimu hanya gara - gara Kanaya ?",nasehat Mama Melani pada anaknya itu.


" Benar juga yang kamu katakan Rasya! Tapi kan kamu tidak perlu memecat Kanaya. Papa akan membantumu agar Kanaya di pindah ke divisi lain yang sesuai dengan bidangnya dan akan mencarikan sekretaris baru lagi untukmu. Kalau perlu laki - laki saja agar istrimu tidak cemburu",ucap Papa Bram berusaha menghibur dan menyemangati Rasya.


"Mama rasa ide Papa cukup bagus Ras. Sebaiknya kamu mengikuti saran Papamu agar Anggun tidak cemburu terus kepadamu. Sekarang kamu mandi sana ! Setelah itu kamu bujuk Anggun lagi",saran Mama Melani pada anaknya.


****


Malam itu Rasya mondar - mandir dikamarnya, ia merasa tak tenang harus berjauhan dengan istrinya walaupun hanya semalam. Ia begitu sangat merindukan Anggun meskipun baru beberapa saat ia tak bertemu dengan Anggun.

__ADS_1


Akhirnya Rasya memutuskan untuk menyusul Anggun di rumahnya. Ia mengatakan pada Bi Sumi bahwa dia sangat merindukan istrinya malam itu. Bi Sumi hanya tersenyum melihat pasangan itu yang memang terlihat saling mencintai satu sama lain .


"Apa Anggun sudah makan Bi ?",tanya Rasya pada Bi Sumi setelah ia di ijinkan masuk oleh Bi Sumi.


"Belum Den ! Nona hanya menangis di kamarnya sejak tadi siang. Tadi Bibi membuatkan makan malam untuk Nona Anggun tapi dia tak menyentuhnya sama sekali ",jawab Bi Sumi.


Rasya pun segera beranjak kedapur dan membuatkan makanan untuk Anggun atas instruksi dari Bi Sumi. Setelah itu dia kekamar Anggun dengan membawa makanan dan juga minuman yang ia buat tadi.


Di sana ia melihat Anggun yang masih melamun sambil berbaring di ranjangnya. Wajahnya tampak sayu dan matanya tampak membengkak karena terlalu banyak menangis. Rasya pun mendekati istrinya tersebut dan membelai wajahnya dengan lembut.


"Sayang ,bangun yuk ! Makanlah dulu ,aku akan menyuapimu!",ucap Rasya pada Anggun .


"Aku tidak lapar Mas ! Kenapa kamu kesini ? Sekarang ini aku hanya ingin sendiri !",ucap Anggun sambil mengeluarkan cairan air bening yang terus mengalir di pipinya.


"Sampai kapan kamu akan marah denganku Sayang? Aku tahu kamu juga terluka saat kita berjauhan seperti ini. Dengarkan aku Sayang,kamu benar - benar salah paham . Tadi Kanaya hendak terjatuh di depanku dan aku hanya menolongnya saja. Apa kamu lupa aku sangat mencintaimu. Dulu,sekarang dan nanti aku hanya akan selalu mencintai dirimu seorang. Udah ya marahnya! Sekarang kamu makan ya ! Ayo bangun aku suapin kamu ",bujuk Rasya pada istrinya.


Anggun pun luluh dengan perkataan suaminya. Apa lagi Rasya menyuapinya dengan begitu manis dan penuh kasih sayang . Perlahan - lahan Anggun mulai tersenyum kepada suaminya yang membuat Rasya merasa begitu lega.

__ADS_1


__ADS_2