
Anggun dan juga Rasya telah memutuskan untuk memaafkan Kanaya dan tidak akan menuntutnya melalui jalur hukum yang hendak diajukan Rasya seperti niat Rasya sebelumnya. Mereka yakin bahwa Kanaya benar - benar telah menyesali perbuatannya dan mau insyaf serta mau berubah menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya.
Kanaya telah mendapatkan ganjaran yang setimpal dari perbuatannya yaitu lumpuh permanen pada kakinya , yang membuatnya tidak bisa berjalan.Kini hari - hari Kanaya terasa suram karena mimpi - mimpinya yang telah hancur. Dia hanya bisa meratapi nasib buruk yang di terimanya akibat dari perbuatannya sendiri.
Saat ini usia kehamilan Anggun sudah memasuki bulan ke tujuh. Perut dan juga tubuh Anggun makin berisi tiap hari. Tubuhnya makin membengkak karena pengaruh hormon kehamilan yang membuatnya doyan makan akhir - akhir ini. Setelah memasuki bulan keempat kemarin , nafsu makan Anggun meningkat luar biasa yang membuat tubuhnya semakin melar .
Acap kali Anggun merasa tidak percaya diri pada penampilannya yang sekarang. Namun , Rasya selalu bisa meyakinkan Anggun bahwa saat ini dirinyalah satu - satunya wanita tercantik sedunia yang tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun di dunia ini. Rasya juga selalu bisa membuat Anggun percaya pada gombalan - gombalan yang berikannya melalui tutur kata dan juga sikap Rasya yang menjaga, memanjakannya dan juga mencintainya setiap saat .
Selama istrinya hamil,sikap Rasya pada Anggun makin posesif dan over protective yang membuat Anggun merasa kalang kabut mengahadapi sikap Rasya yang kadang tak masuk akal baginya.Rasya juga sangat memanjakan Anggun ,dia menuruti semua keinginan Anggun saat istrinya tersebut sedang ngidam. Rasya juga sering membuat susu ibu hamil tiap pagi untuk istrinya tercinta agar bayi yang dikandungnya selalu sehat di dalam sana .
Mama Melani dan juga Papa Bram sangat bahagia melihat kebahagiaan Rasya dan juga Anggun menyambut kehadiran buah hati mereka. Mama Melani bangga pada Anggun yang telah membuat perubahan pada diri anaknya kearah yang lebih baik. Rasya makin dewasa dan juga makin ramah pada setiap orang setelah menikah dengan Anggun.
__ADS_1
Anggun telah memberikan kebahagiaan untuk putra tercinta mereka,dan kini kebahagiaan Rasya semakin bertambah saat Anggun sedang hamil. Rasya bahkan mau belajar memasak untuk membuatkan makanan kesukaan istri tercintanya dengan bertanya pada Mama Melani , padahal sebelum nya mendekat kedapur pun Rasya tak pernah mau.
Rasya juga semakin rajin dan juga bersemangat bekerja di kantor Papanya karena tanggung jawab nya sebagai seorang laki - laki adalah mencari nafkah untuk istri dan juga anak- anaknya.
Kini di kantornya, Papanya telah memberikan posisi Direktur Utama di perusahaan milik Papanya tersebut. Semua itu karena Papa Bram telah melihat keseriusan dan juga semangat Rasya yang menggebu - gebu dalam bekerja. Semuanya itu tentu tak luput karena dukungan istrinya yang membuat semangat Rasya menyala - nyala. Dia tidak bermalas - malasan dalam bekerja meskipun dia adalah putra tunggal dari perusahaan milik Papanya tersebut.
****
Sesampainya di toko tersebut, Rasya membuka pintu mobil untuk istrinya dan kemudian mereka berjalan beriringan dengan tangan saling terkait satu sama lain.
"Sayang ,pilihlah baju - baju yang akan digunakan untuk bayi kita nanti ,aku akan membantumu ",ucap Rasya saat keduanya sudah sampai di toko perlengkapan bayi tersebut yang bernama Home Baby.
__ADS_1
"Baju - baju nya lucu - lucu ya Mas ! Lihatlah baju ini pasti sangat cocok untuk bayi kita nanti ",pekik Anggun yang bersemangat sekali saat melihat banyak baju bayi yang lucu - lucu disana.
"Iya Sayang ,pilihlah sesukamu ! Kita bisa membeli semua yang bayi kita butuhkan nanti",ucap Rasya sambil mengelus perut Anggun yang sedang membuncit tersebut dengan lembut.
Mereka berduapun dengan kompak memilih baju , popok ,kaos tangan , kaos kaki , selambu bayi , box bayi dan masih banyak lainnya.
Rasya meminta pegawai tersebut membantunya membawa belanjaan mereka ke dalam mobil mereka berdua karena belanjaan mereka cukup banyak hari ini.
Sesampainya dirumah, Rasya pun membawa barang - barang tersebut dikamarnya,dan mereka berdua pun menatanya dengan rapi sehingga ruangan kamar mereka penuh dengan perlengkapan bayi milik anak nya kelak.
"Baik - baik ya di sini Sayang ! Papa dan Mama telah menyiapkan semua ini untukmu . Papa tidak sabar menunggu kamu lahir ke dunia ini Sayang !", Rasya mengajak bicara anaknya dengan mendekatkan kepalanya di perut istrinya tersebut.
__ADS_1
"Papa yang sabar ya nungguin aku . Aku juga ingin segera ketemu sama Papa gantengku dan juga Mama ",jawab Anggun yang menirukan suara anak kecil yang membuat keduanya tertawa.