
Anggun seketika menutup mulutnya ,merasa tak percaya kalau kalau Rasya benar - benar ada didepannya.
"Bunga dari siapa ini Anggun ?",tanya Rasya dengan penuh penekanan. Matanya memerah dan rahangnya terlihat mengeras karena terlihat marah. Tangan Anggun yang tadinya ia cekal seketika di lepaskannya .Kemudian ia meraih sebuah notes yang berada di selipan buket bunga tersebut dan membaca isinya.
( Tetap semangat kerja ya Anggun ! Selalu tersenyum dan selalu ramah pada pasien. Wajah cantikmu selalu terpancar karena kebaikan hatimu selama ini pada sesama manusia.Dua hari tak bisa melihat wajahmu seakan waktu berhenti selama dua abad bagiku. Semoga kamu selalu bahagia Anggun .Salam dariku.
dari penggemar rahasiamu
Mr. B)
Rasya terbelalak membaca isi catatan tersebut. Ia membaca catatan sialan itu sebanyak tiga kali. Ia merasa Anggun menyembunyikan sesuatu darinya.Rasya semakin kalut pikirannya.Berbagai pertanyaan bersarang dalam otaknya bercabang kemana - mana. Rasya berpikir ia harus memperjelas hubungan mereka sebelum sampai ke jenjang pernikahan. Ia juga tidak ingin memaksakan kehendaknya untuk menikahi Anggun bila Anggun memang sudah mencintai pria lain. Rasya ingin menikahi Anggun ,karena ingin melihat kebahagiaan untuk mamanya.
Rasya melihat Anggun yang masih terdiam mematung dihadapannya.Ia merasa bersalah lagi pada Anggun ,mungkin karena emosinya yang sesaat membuat Anggun merasa tak nyaman akan kehadirannya.
__ADS_1
"Anggun ,bunga ini dari pacarmu ya ?",tanya Rasya penuh selidik pada Anggun . Tapi kali ini suaranya sudah lebih lembut dari sebelumnya.
"Aku juga tidak tahu Ras ! ",ucap Anggun gugup . Suaranya bergetar karena menahan takut pada Rasya . Rasya masih menatapnya dengan tatapan dingin,meskipun suaranya terdengar lebih lembut.
"Rasya ,tolong percayalah padaku ! Aku benar - benar tidak tahu siapa pengirim bunga ini. Aku mendapatkannya hampir setiap hari dengan catatan yang berbeda - beda. Aku sudah berusaha mencari tahu siapa pengirim bunga - bunga ini ,tapi hasilnya selalu nihil Ras ! ",Anggun duduk lemas di meja kerjanya berusaha menjelaskan kesalah pahaman yang ada diantara mereka.
"Karena itu,kamu sangat bersemangat kerja kan ?",ucap Rasya karena teringat dengan perkataan Mia kemarin yang mengatakan bahwa Anggun sangat rajin bekerja ,bahkan tidak pernah bolos.
"Maksud kamu Ras ?",Anggun malah berbalik tanya pada Rasya.
Saat mereka sedang berdebat kecil,seorang perawat memasuki ruangan dokter milik Anggun setelah ia mengetuk pintu ruangan itu beberapa kali dan tidak ada jawaban.
"Permisi dok ,saya kesini ingin memberi tahu dokter bahwa sudah banyak pasien yang mengantre di luar. Apa dokter sudah siap memeriksa mereka ?",tanya perawat itu dengan sopan pada Anggun.
__ADS_1
"Baiklah Lina. Tetapi saya butuh waktu lima menit untuk berbicara dengan calon suami saya ini . Setelah lima menit,silahkan suruh pasien masuk satu persatu seperti biasanya",ucap Anggun pada perawat yang bernama Lina itu .Anggun dan Lina sudah sangat akrab . Hanya saja ,saat bekerja ,Lina lebih suka memanggil Anggun dengan sebutan dokter.Sebenarnya Anggun pernah protes pada Lina agar memanggilnya namanya saja . Tapi Lina sama sekali tak menghiraukannya. Ia masih memanggil Anggun dengan panggilan dokter Anggun di tempat kerja mereka.Lina sangat terkejut dengan ucapan Anggun yang mengatakan padanya bahwa laki - laki yang sedang berada di depannya adalah calon suaminya.
'Tidak ada angin tidak ada hujan Anggun tiba - tiba mengatakan kalau ia punya calon suami ? Kamu punya banyak hutang penjelasan padaku Anggun ! Awas saja nanti , saat pulang kerja aku akan membuatmu mengatakan semuanya padaku ',ucap Lina dalam hati.
Lina memperhatikan wajah Rasya ,sebelum ia memutuskan keluar dari ruangan Anggun . Rasya memang terlihat sangat tampan dan super keren . Selain itu Rasya terlihat gagah dan sangat mempesona. Dalam diam ,Lina merasa bingung pada temannya itu kenapa ia bisa menemukan cowok seperfect itu .
Setelah Lina keluar ,Anggun kembali mendekat pada Rasya .
"Ras ,tolong percayalah padaku . Aku tidak pernah berbohong padamu . Sekarang lebih baik kamu pulang saja . Ada banyak pasien yang mengantre di luar ",ucap Anggun berusaha meminta Rasya pergi dari ruangannya karena ia harus bekerja.
"Tadi kamu bilang aku calon suamimu kan Anggun ?Jadi kali ini aku percaya padamu . Kamu nanti istirahat jam berapa ? Terus pulang jam berapa ?",tanya Rasya yang sebenarnya tak rela harus pergi dari situ. Sebenarnya ,ia sangat ingin menunggu Anggun saat kerja . Tapi rasa gengsinya yang terlalu besar tentunya mengalahkan keinginan hatinya.
"Istirahat jam 12 siang dan pulang jam 4 sore . Udah ,kamu pulang dulu ya ! ",suruh Anggun pada Rasya. Ia merasa tidak enak bila harus membiarkan para pasien itu menunggunya terlalu lama. Akhirnya Rasya mengalah ,dan ia tersenyum jahil pada Anggun .
__ADS_1
"Selamat bekerja ya calon istriku ! ",ucap Rasya dengan manja sambil mengusap rambut Anggun dengan lembut.
Anggun akhirnya tersenyum lega karena Rasya bisa tersenyum kepadanya.Itu artinya Rasya tidak marah lagi kepadanya gara - gara sebuket bunga yang selalu didapatkannya setiap hari .