
Keesokan paginya, badan Anggun terasa remuk semua karena semalam dia harus melayani Rasya beberapa kali. Hal itu karena semenjak dinyatakan hamil, belum sekalipun Rasya meminta jatahnya pada Anggun karena merasa kasihan pada istrinya tersebut. Semalam mereka telah menyalurkan hasratnya dengan begitu panas di kamar tersebut. Meskipun Rasya melakukannya dengan lebih lembut, tidak seperti saat Anggun belum hamil.
Anggun yang terbangun lebih dulu hendak ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan sholat subuh . Namun tubuhnya tiba - tiba di cekal oleh kedua tangan Rasya yang menghentikan gerakannya karena takut Anggun pergi meninggalkannya lagi seperti kemarin saat marah dengannya. Ia tidak ingin berjauhan lagi dengan Anggun. Ikatan antara cinta dan juga persahabatan telah tertanam kuat di hatinya selama ini. Dia tidak akan mampu berpisah dari orang yang sangat di cintainya tersebut.
"Sayang kamu mau kemana?",tanya Rasya dengan lembut sambil memeluk Anggun dari belakang.
"Aku mau ke kamar mandi Mas ! Mau mandi dan sholat dulu! Kamu cepetan bangun Mas nanti waktu sholat subuhnya keburu habis Mas !",ucap Anggun sambil mengusap wajah Rasya setelah ia memutar tubuhnya.
"Baiklah Sayang,mandilah terlebih dahulu ,nanti aku akan mandi setelah kamu mandi ",ucap Rasya yang kemudian melepaskan lilitan tubuhnya pada Anggun.Kemudian Rasya kembali tidur lagi di ranjangnya untuk waktu yang sebentar untuk melepaskan kepenatan tubuhnya yang ia rasakan karena aktifitasnya semalam . Hal itu karena selama ini Rasyalah yang selalu aktif di ranjang.
Anggun hanya tersenyum melihat tingkah suaminya. Ia pun bergegas kekamar mandi untuk mandi besar, berwudhu dan kemudian sholat subuh . Setelah itu , ia baru membangunkan suaminya untuk melakukan aktifitas yang sama.
"Mas bangunlah! Sekarang sudah jam lima lebih. Nanti waktu sholat shubuhnya habis lho mas !",ucap Anggun setelah melakukan aktifitas paginya. Ia membangunkan Rasya dengan menepuk kedua pipinya dengan lembut.
Namun rupanya tingkah Rasya kadang juga manja kepada Anggun. Meskipun beberapa kali Anggun membangunkannya, namun Rasya tetap tak juga kunjung bangun dari tidurnya. Ia baru terbangun setelah meminta Anggun mengecup kening dan juga kedua pipinya .
__ADS_1
Disaat suaminya sedang mandi, Anggun menyiapkan pakaian untuk sholat dan juga pakaian kerjanya diatas ranjang yang telah terlebih dahulu diganti spreinya oleh Anggun.Anggun juga telah menyiapkan dasi, sepatu, kaos kaki ,jas dan juga tas kerja Rasya yang ia letakkan di meja di dekat ranjangnya. Karena rumahnya dengan rumah mertuanya berdekatan, sejak hamil pakaian Rasya memang sudah banyak diambil oleh Anggun kerumahnya. Hal ini akan dia lakukan sampai keluarganya kembali ke Medan nanti. Hal ini karena Anggun sangat nyaman dengan kamarnya itu dan tentunya sebagai mertua yang sangat paham dengan menantunya ,Mama Melani mengijinkan Anggun tinggal dirumahnya selama yang dia mau. Hal itu tentunya agar Anggun merasa lebih nyaman dan rileks dalam menjalani masa awal kehamilannya .
Seusai mandi dan sholat, Anggun pun menunggu suaminya untuk berganti pakaian kerja dan dirinyalah yang akan memasangkan dasi untuk suami tercintanya. Di saat Rasya bercermin,Anggun melihat suaminya sudah terlihat sangat sempurna di pagi itu. Rambutnya sudah sangat maskulin dan juga baunya juga sudah sangat wangi yang memenuhi ruangan di kamar Anggun. Anggun menatap suaminya dengan bangga dan penuh syukur karena ia bisa menjadi istri yang memcintai dan juga dicintai oleh Rasya seutuhnya. Orang yang sejak dulu diimpikannya sejak kecil .
Kemudian keduanya pun turun kebawah bersama - sama dengan berpegangan tangan dengan mesra untuk sarapan karena Mama Lisa dan juga yang lain telah menunggu hadirnya mereka berdua di meja makan.
Melihat pasangan suami isteri tersebut sudah akur tentunya membuat Mama Lisa dan juga Papa Satria merasa sangat bahagia. Mereka bisa melihat lagi senyuman di wajah Anggun saat Rasya di dekatnya . Mereka tahu bahwa Rasya adalah sumber kebahagiaan dan juga kekuatan untuk Anggun. Mereka juga sangat bersyukur karena mereka berdua bisa menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi dengan akhir yang baik. Mama Lisa bisa menangkap bahwa Rasya dan juga Anggun punya ikatan perasaan yang begitu kuat dan dalam . Hal itu karena mereka berdua telah mengenal satu sama lain semenjak mereka sama - sama kecil. Mereka berdua memang tak jarang bertengkar dan kemudian akur lagi di waktu kecil ,namun kebiasaan itu rupanya tetap berlanjut saat mereka telah menikah. Namun, mungkin hal itulah yang membuat mereka menjadi pasangan yang fenomenal .
"Mari Ras kita sarapan bersama - sama ", ajak Papa Satria saat Anggun dan juga Rasya sudah duduk di meja makan bersama keluarganya.
Anggunpun mengambilkan makanan untuk suaminya dan untuk dirinya sendiri.
"Nak hari ini kamu tetap kerja ya ? Bukankah nanti sore ada tasyakuran di rumahmu ?",tanya Mama Lisa pada menantunya.
"Hari ini ada meeting penting Ma ! Rasya akan berangkat kekantor sebentar untuk meeting dan akan pulang lebih cepat Ma !",jawab Rasya dengan jujur. Ia memang punya meeting penting yang mengharuskan dia harus berangkat kerja pagi ini.
__ADS_1
Seusai sarapan , Anggun pun mengantar Rasya sampai di depan pintu rumahnya.
"Hati - hati Mas ",ucap Anggun saat ia mengantar Rasya sampai di luar rumahnya.
"Iya Sayang ! Nanti aku akan pulang cepat . Kamu banyak - banyak istirahat ya dan juga jangan lupa makan makanan yang sehat biar anak kita sehat terus di dalam",ucap Rasya sambil meletakkan tangannya di perut Anggun.
Rasya mengecup kening Anggun dan juga mengusap lembut perut Anggun dan berbicara dengan calon anaknya.
"Papa berangkat dulu ya Sayang! Jangan rewel dan juga jangan menyusahkan Mama ! Kasihan Mamamu Sayang !",ucap Rasya sambil mengelus perut istrinya dengan lembut. Anggun hanya tersenyum saat mendapat perlakuan seperti itu. Namun tiba - tiba bayinya yang ada di dalam merespon perkataan Papanya karena ia merasakan gerakan yang ada di dalam perutnya.
"Mas kayaknya bayi kita merespon ucapan kamu ! Saat ini aku telah merasakan gerakan bayi kita di dalam sini",Anggun berkata dengan antusias pada suaminya.
"Benarkah ? Papa bangga padamu Nak karena kamu mendengarkan ucapan Papa ! Baik - baik terus ya Sayang di sini!",ucap Rasya pada calon bayi tercintanya.
Seusai berpamitan,Rasya pun berangkat ke kantor untuk melakukan meeting pentingnya. Ia bahagia karena Anggun tidak lagi marah kepadanya.
__ADS_1