AKU HANYA BONEKAMU SAJA

AKU HANYA BONEKAMU SAJA
HPL Tepat Waktu


__ADS_3

"Pa ! Aku ingin minta cuti kerja selama tiga minggu boleh ga Pa? Anggun kayaknya udah mau lahiran Pa ! Usia kehamilannya juga udah sembilan bulan . Kasihan kan kalau Rasya masih saja ngantor disaat istriku mau melahirkan seperti ini !",pinta Rasya pada Papanya saat mereka sedang menikmati hidangan makan malam keluarga bersama di meja makan.


"Iya ga papa Rasya ! Papa mendukung keinginan kamu Nak ! Istri kamu saat ini memang lebih butuh kehadiran kamu saat ini. Suruh saja Asisten kamu menghandle semua pekerjaan kamu . Sementara kamu fokus saja pada Anggun dan juga bayi kalian !",jawab Papa Bram setelah ia minum jus jeruk yang disiapkan oleh Mama Melani kepadanya.


"Terima kasih banyak Pa ! Papa memang Papa terbaik di dunia ini ",puji Rasya pada Papanya karena telah mengabulkan keinginannya.


"Tuh suami kamu kayaknya lebih galau dari kamu Anggun ! Setiap hari Mama lihat dia selalu mengkhawatirkan kamu terus Sayang ! Dia selalu bertanya pada Mama apakah sangat sakit saat melahirkan dirinya hingga Mama bosan untuk menjawabnya ",tambah Mama Melani sambil menatap menantu kesayangannya tersebut.


"Ih Mama ada - ada saja ",jawab Anggun sambil melirik wajah suaminya yang tepat berada di sampingnya. Ia masih menahan tawanya karena apa yang dikatakan oleh Mama Melani memang benar adanya. Rasya memang terlihat lebih khawatir dan juga panik terhadap dirinya dan juga calon bayinya di bandingkan dirinya sendiri. Rasya tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya menjelang hari persalinan istrinya tersebut. Setiap hari dia akan bertanya pada Mamanya apakah sangat sakit saat melahirkan sampai mamanya merasa bosan karena Rasya selalu mengulang pertanyaannya setiap hari dan juga beberapa kali.


Saat kandungan Anggun berumur sembilan bulan , Rasya memang memutuskan untuk meminta cuti di kantornya. Tentu saja Papa dan juga Mamanya sangat mendukung keinginan putranya tersebut. Hal itu karena Anggun sudah sering mengalami mulas - mulas pada perutnya dan juga kadang sering merasakan kontraksi .

__ADS_1


Dia hanya ingin dirumah dan menjaga istri tercintanya tersebut sebagai wujud dari tanggung jawabn'ya sebagai seorang suami dan juga calon Papa dari anaknya kelak .


****


Malam itu Anggun mengalami kontraksi lagi saat dia hendak tidur. Wanita itu mengalami nyeri yang teramat sangat pada perutnya. Kemudian dia teringat bahwa hari ini adalah hpl nya di tetapkan . Ternyata hplnya tepat waktu ,tidak maju dan juga tidak mundur.


"Emmm.....Mas sakiit....Perutku sakit banget Mas ",seru Anggun saat dia sudah lengkap dengan baju tidurnya dan berniat ingin tidur. Namun aktifitasnya tersebut tidak jadi dia lakukan karena mengalami kontraksi yang begitu hebat yang membuatnya kesakitan.


"Kamu kenapa Sayang ? Apa Adek bayi benar - benar mau keluar sekarang Sayang ?",tanya Rasya pada istrinya yang terlihat kesakitan dan terus memegangi perutnya.


Rasya pun dengan sigap segera menggendong istrinya itu dan berniat membawanya ke rumah sakit malam itu juga.

__ADS_1


"Menantu Mama kenapa Nak ? Apa terjadi kontraksi lagi ? ",tanya Mama Melani saat melihat putranya dari dapur sedang terburu - buru menggendong Anggun yang berteriak kesakitan.


"Kayaknya Anggun benar - benar mau melahirkan Ma ! Rasya pamit dulu Ma ! Sebaiknya Mama nanti nyusul aku sama Papa ya ! Sampai bertemu di rumah sakit ! ",pamit Rasya pada Mama tercintanya.


"Iya Nak kalian hati - hati ya dijalan ",pinta nasehat Melani pada kedua anaknya itu.


"Iya Ma ",jawab Rasya sembari terus menggendong istrinya tersebut. Mama Melanipun menyuruh Pak Mamat untuk mengantarkan mereka berdua ke rumah sakit. Di perjalanan , Rasya selalu memeluk Anggun dengan erat agar wanita tersebut sedikit lebih tenang.


"Mas sakit banget Mas ...aduh perutku...",Anggun terus - terusan mengeluh sakit yang membuat Rasya bertambah cemas dan juga khawatir terhadapnya.


"Dedek bayi udah mau keluar ya ? Lihatlah Mamamu sangat kesakitan seperti ini ?",ucap Rasya pada bayinya dengan menyentuh dan meraba perut buncit Anggun .

__ADS_1


" Yang sabar Sayang ,kamu harus kuat ya ! Kamu adalah istri dan juga ibu terbaik untuk anak - anak kita kelak! ",ucap Rasya seraya memegangi tangan istrinya ,mendekap tubuh istrinya yang terlihat sangat kesakitan itu serta mencium kening dan juga wajah istrinya tersebut untuk memberinya kekuatan. Beberapa kali , dia mengusap wajah istrinya yang berkeringat dengan sapu tangan miliknya.


Melihat istrinya yang kesakitan seperti itu,membuat hati Rasya ikut merasakan sakit .Ternyata begitu besar perjuangan wanita sebelum menjadi ibu, dan itu akan berlanjut hingga ia melahirkan nanti. Rasya akan menemani istrinya saat proses melahirkan nanti.


__ADS_2