
Kanaya yang berlari di depan kantornya di tabrak mobil yang tepat melintas di depannya. Kondisi Kanaya sangat parah saat itu.Meskipun mengalami banyak luka di tubuhnya,namun Kanaya masih bisa bertahan hidup. Untuk itulah, para karyawan yang melihat kejadian itu segera membawa Kanaya pergi kerumah sakit terdekat agar segera mendapatkan pertolongan.
Sesampainya diruangan ICU ,Kanaya segera mendapatkan pertolongan pertama dari para perawat dan juga Dokter yang ada disana. Setiap orang yang melihatnya pasti akan merasa iba dan juga teriris melihat kondisi Kanaya saat itu. Ada banyak darah segar yang keluar dari tubuhnya dan banyak pula luka lecet di bagian kaki , muka dan juga paha. Sedangkan tangan dan kakinya juga mengalami patah tulang dan harus segera di operasi.
Kanaya menangis meraung - raung meratapi kesialannya yang di terimanya hari ini. Dia merasa mungkin ini adalah ganjaran yang ia terima karena selalu ingin mencelakai Anggun yang selama ini sangat di bencinya.
Luka yang selama ini di berikannya pada Anggun sudah sepadan dengan apa yang ia rasakan saat ini.Dia sudah pasrah dengan apa yang akan dia terima kedepannya , termasuk bila nantinya ia di jebloskan kedalam penjara nanti. Mungkin sudah saat nya ia menyerah untuk mendapatkan Rasya yang saat ini sudah bersanding dengan Anggun .
Kanaya merasa bahwa hidupnya tak lama lagi . Harapan terbesarnya adalah bisa meminta maaf kepada Anggun atas semua kesalahan yang telah di perbuatnya karena ulahnya selama ini.
__ADS_1
Para perawat dan juga karyawan yang mengantar Kanaya merasa miris melihat teriakan - teriakan dari Kanaya yang membahana memenuhi bangsal rumah sakit yang ditempatinya.
Sebagian dari mereka juga menelpon keluarga Kanaya untuk hadir disana karena Kanaya saat ini sedang kritis. Mulutnya tak henti - hentinya menyebut nama Anggun .
Sedangkan Anggun yang masih trauma dengan kejadian yang baru saja dialaminya masih terus menempel di sisi Rasya dan tidak ingin berjauhan darinya. Lama Rasya menghiburnya dan menyemangatinya agar tidak bersedih, namun rupanya usaha Rasya masih sia - sia belaka.
Di saat itulah , Rasya di telpon teman kantornya yang memberi tahunya tentang keadaan Kanaya yang baru saja mengalami kecelakaan dan saat ini sedang mengalami kritis serta selalu menyebut nama Anggun .
Anggun yang mendengarnya, bertanya pada Rasya .
__ADS_1
"Apa yang terjadi dengan Kanaya Mas ? ",tanya Anggun pada suaminya. Ia mendongakkan kepalanya menghadap Rasya dan berharap suaminya menceritakan kejadian yang baru saja di alami oleh Kanaya.
"Kanaya baru saja mengalami kecelakaan di depan kantor kita Sayang ! Sudahlah jangan memikirkannya ,dia memang pantas mendapatkannya karena dia sudah berbuat jahat padamu dan juga bayi kita Sayang !",jawab Rasya yang menatap istrinya itu dengan serius. Kali ini dia mengangkat tubuh Anggun dan memangkunya di jok belakang dengan mesra.
Anggun hanya diam mendapat perlakuan seperti itu dari suaminya. Saat mendengar Kanaya mengalami kecelakaan , raut wajah Anggun terlihat begitu khawatir .
"Bagaimana keadaannya Mas ? Apa kondisi Kanaya saat ini parah Mas ?",tanya Anggun dengan raut wajah khawatir.
"Ya Ampun Sayang ! Berhentilah memikirkan wanita itu Sayang ! ",ucap Rasya sembari menciumi tengkuk leher Anggun yang berada di pangkuannya. Rasya tidak malu pada Pak Mamat yang sedang menyetir mobilnya. Sedangkan Anggun merasa begitu malu pada supir pribadi Rasya tersebut.
__ADS_1