AKU HANYA BONEKAMU SAJA

AKU HANYA BONEKAMU SAJA
Check Up Ke Dokter Kandungan


__ADS_3

Menjelang kelahiran , Anggun dan Rasya makin sering mendatangi Dokter Kandungan mereka untuk konsultasi . Karena usia kehamilan Anggun sudah memasuki bulan ke delapan , jenis kelamin bayi mereka berdua sudah di ketahui oleh Rasya dan Anggun .


Saat ini Dokter sedang mengambil darah Anggun dari jari tangannnya untuk mengetahui Hb Anggun rendah atau cukup seperti pemeriksaan sebelumnya. Sambil menunggu hasilnya, Dokter pun meminta Anggun untuk berbaring di bed yang telah di sediakan di sana.


"Silahkan Bu berbaring disini, mari kita USG bayi Ibu !,"pinta Dokter dengan ramah pada Anggun .


"Baik Dok ",jawab Anggun pada Dokter kandungannya tersebut.


Rasya pun dengan sigap membantu Anggun untuk berdiri dan menuntun istrinya di bed yang telah di sediakan di sana. Rasya sudah tidak sabar ingin segera mengetahui kondisi baby nya . Terakhir kali dia melihat foto USG bayinya dua minggu yang lalu . Dia sangat berantusias ingin segera mengetahui kondisi bayinya saat ini. Rasya berharap agar kondisi bayi dan juga istrinya baik - baik saja .


Setelah berbaring ,Dokter Rani (Dokter Kandungan Anggun ) pun segera mengoleskan gel di perut Anggun untuk melakukan USG pada bayi pasiennya tersebut.

__ADS_1


"Bagaimana kondisi bayi kami Dok?!",tanya Rasya yang penuh dengan rasa penasaran pada Dokter Rani.


"Detak jantung bayi Bapak dan Ibu sangat bagus ,lihatlah gerakannya sangat gesit sekali didalam perut Ibu . Bayinya sangat aktif sekali sehingga Bu Anggun terkadang akan merasa seperti di tendang - tendang oleh bayi kalian seperti sebelumnya. Letak kepala bayi Bapak dan Ibu juga sudah bagus yakni sudah di bawah . Dan juga hasil Hb nya juga Alhamdulillah sudah mencukupi",ucap Dokter Rani menerangkan secara panjang lebar tentang kondisi bayi Anggun .


"Sayang lihatlah bayi kita sangat aktif Sayang dan juga sehat! Pantas saja kamu serinh merasa sakit Sayang , rupanya karena ulah dari jagoan kita Sayang !",pekik Rasya pada istrinya sembari menggenggam erat tangan Anggun seraya mencium kening istrinya tersebut seraya melihat gambar USG yang ditunjukkan Dokter Rani pada mereka berdua melalui layar komputer.


"Iya Alhamdulillah Mas , aku dan juga bayi kita sehat Mas ! Kita harus selalu bersyukur pada Tuhan Mas !",ucap Anggun pada suaminya yang terlihat begitu sangat bahagia .


Dokter Rani dengan sabar dan bijak menjawab semua pertanyaan Rasya yang begitu banyak. Terkadang Anggun hanya geleng - geleng kepala saat mendengar suaminya begitu aktif bertanya perihal bayi mereka.


Setelah puas dengan pertanyaan - pertanyaan yang telah diajukannya, Rasya dan juga Anggun pun berpamitan pada Dokter Rani .

__ADS_1


Tangan Rasya menggenggam tangan Anggun , sedangkan satu tangan yang lain membawa foto print out USG bayi mereka tadi .


"Kamu pasti berat ya Sayang membawa bayi kita kemana - mana saat ini ? Aku janji kalau bayi kita udah lahir gantian aku yang akan menggendongnya kemanapun kita pergi ",tanya Rasya pada istrinya saat keduanya berjalan menuju parkiran mobil.


"Kamu itu ada -ada saja Mas ! He he . . .Kok kamu bisa - bisa nya punya pemikiran seperti itu Mas ?",tanya Anggun sambil tertawa saat mendengar celotehan suaminya tersebut .


Mungkin Rasya berpikir istrinya tersebut merasa berat saat perut istrinya sudah membuncit seperti itu. Untuk berdiri saja susah ,berjalan juga susah , tidur tidak nyaman dan juga duduk saja kadang terasa lelah. Itulah yang dilihatnya pada Anggun saat perut istrinya itu makin membesar akhir - akhir ini. Dia tidak tega melihat ketidak nyamanan istrinya tersebut.


"Tidak usah khawatir Mas ! Aku sangat menikmati kehamilan ini ! ",Anggun berusaha menenangkan suaminya.


Rasya pun kembali memeluk Anggun dengan mesra .

__ADS_1


"Terima kasih Sayang karena kamu telah mengandung anakku dan aku harap agar kita selalu seperti ini ,selalu dekat dan tak pernah terpisahkan lagi ",ucap Rasya sambil tersenyum pada Anggun.


__ADS_2