
Anggun pulang kerumahnya dengan pikiran yang teramat sangat kacau. Mama Lisa, Mia dan juga Papa Satria yang sudah mengetahui permasalahan Anggun dan Rasya merasa iba dengan keadaan Anggun yang seperti itu. Sebagai seorang perempuan , Mama Lisa tentu tahu bagaimana saat ini perasaan putrinya yang merasa di khianati oleh suaminya sendiri. Pastinya Anggun mengalami sakit hati yang begitu luar biasa.
Mama Lisa pun membuatkan susu ibu hamil untuk Anggun, sementara Mia dan juga Papanya mengajak Anggun untuk mengobrol di ruang tamu sekaligus menghibur Anggun agar tidak terlalu larut dalam kesedihan yang mendalam.
"Anggun minumlah susu ini agar cucu Mama di dalam sini kuat Sayang !",ucap Mama Lisa setelah kembali dari dapur dan membuatkan susu ibu hamil untuk anaknya tersebut. Sebagai orang tua, tentunya Mama Lisa juga merasa khawatir pada anaknya karena saat ini Anggun sedang mengandung cucunya. Cucu yang sudah lama sangat di nantikannya semenjak Anggun menikah dengan Rasya.
Anggun pun mengangguk dan iapun dengan segera mengambil susu putih yang telah di buat oleh Mamanya barusan. Anggun menenggak susu putih tersebut hingga gelas yang di pegangnya kosong.
Setelah meminum susu tersebut, Anggun mengalami mual - mual yang begitu hebat dan iapun dengan setengah berlari sambil menutup mulutnya dengan satu tangannya segera menuju kamar mandi terdekat yang ada di dekat dapur. Disana dia memuntahkan semua isi yang ada di perutnya kembali. Termasuk susu yang barusan di buat oleh Mamanya baru saja.
Semenjak hamil, Anggun memang sering muntah - muntah seperti itu. Saat ini tubuhnya terasa sangat lemas karena tak ada asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya saat pagi hari hingga sore hari selama kehamilannya berlangsung. Hampir seusai makan atau minum susu, ia selalu memuntahkan segala sesuatu yang ada di perutnya. Anggun hanya bisa makan tanpa muntah saat malam tiba . Untuk itulah ,dia akan makan dalam porsi yang cukup banyak saat malam tiba . Hal itu untuk kebaikan janin yang ada di kandungannya karena pada saat itulah ia tidak muntah seperti pada saat pagi hingga menjelang sore hari.
Mama Lisa yang tadinya menyusul Anggun segera memijit leher Anggun agar putrinya tersebut merasa agak lega. Mendapat pijitan dari Mamanya tersebut membuat Anggun teringat dengan Rasya. Selama ini semenjak menjadi istrinya, Rasya lah yang selalu memijit lehernya seperti ini saat ia muntah - muntah semenjak dia hamil. Rasya memang sangat perhatian dan peduli padanya dan juga calon bayinya yang sedang ia kandung. Rasya juga sangat care dengannya melalui perkataan dan juga sikapnya yang selalu manis kepadanya. Tak terasa air matanya mulai meleleh karena tiba - tiba ia merasa sangat merindukan suaminya. Meskipun saat ini dia sangat membenci dan marah pada suaminya, namun hatinya tidak bisa menyangkal bahwa dia sangat merindukan suaminya. Disaat dia sedang lemah seperti ini, dia memang sangat membutuhkan sosok suami di sampingnya. Anggun pun menyadari bahwa dari dulu hingga saat ini , ia tidak bisa marah dengan serius kepada Rasya. Bagaimanapun sikap Rasya kepadanya selalu ia terima dengan ikhlas dan juga sabar. Hanya saja , mungkin sikapnya tadi karena memang pengaruh karena hormon kehamilan yang membuat emosinya memuncak pada suaminya.
__ADS_1
" Bagaimana Anggun ? Apa kamu sudah merasa lebih baik sekarang ? ",tanya Mama Lisa yang menanyakan keadaan Anggun setelah muntah - muntah .
Mendapati pertanyaan Mamanya membuat Anggun tersadar dari lamunannya tentang suaminya tercinta. Ia pun memberikan seulas senyumnya kepada Mama Lisa agar Mama Lisa tak terlalu mengkhawatirkan dirinya.
"Aku sudah terbiasa dengan mual dan muntah seperti ini Ma ! Aku mau kekamar dulu Ma karena aku merasa sangat lemas seolah tak bertenaga sama sekali ",ucap Anggun dengan jujur pada Mamanya.
Mama Lisa pun memanggil suaminya untuk membantunya memapah Anggun kedalam kamarnya.
Papa Satria pun yang mendengar teriakan dari Mama Lisa segera masuk ke kamar mandi tempat dimana Anggun dan istrinya berada. Sesampainya disana , ia pun memapah Anggun bersama Mama Lisa ke kamar Anggun dengan hati - hati.
Melihat wajah Anggun yang begitu pucat ,membuat Mama Lisa merasa sangat khawatir. Ia berniat hendak memanggil Dokter keluarga mereka , namun Anggun menolak tawaran mamanya.
"Tidak usah memanggil Dokter Ma ! Anggun hanya ingin istirahat di kamar saja ! ",pinta Anggun sambil memelas pada Mamanya.
__ADS_1
Mama Lisa pun tak kuasa menahan air matanya mendengar permintaan putrinya. Ia dan Papa Satria pun mengantar Anggun ke kamarnya dan menyuruhnya untuk istirahat.
"Kamu jangan terlalu stres Nak ! Kalau kamu punya masalah cerita sama Mama ! Siapa tahu Mama bisa bantu kamu !",ucap Mama Lisa saat Anggun sudah sampai di kamarnya. Papa Satria terlihat sibuk membantu Anggun berbaring di ranjangnya, sedangkan Mia telah berada di dalam kamar Anggun sebelum ketiganya datang untuk merapikan kamar kakaknya.
"Anggun hanya lelah Ma ! Anggun tidak punya masalah apa - apa kok Ma !" ,bohong Anggun pada kedua orang tuanya karena tidak ingin mereka ikut khawatir memikirkan masalahnya.
Bukan kali ini saja , Anggun menutupi permasalahannya. Mama Lisa tidak menuntut lebih Anggun untuk lebih terbuka padanya dan juga pada suaminya. Dengan lembut dan sabar, dia menyentuh wajah Anggun dan membelai lembut rambutnya.
" Ya udah sekarang kamu istirahat ya ! Kita keluar dulu yuk Pa ,Mia ! ",ajak Mama Lisa pada suami dan putri bungsunya untuk meninggalkan Anggun dikamarnya agar beristirahat.
Sepeninggal keluarganya, Anggun berusaha untuk memejamkan matanya, namun sayang ,sedetikpun matanya tak bisa terpejam. Yang ada dalam bayangannya hanyalah kenangan manis antara dirinya dan juga Rasya yang pernah ia lalui bersama. Ia sangat merindukan senyum dan juga semua yang ada pada diri suaminya. Terkadang , ia merasa bersalah pada dirinya sendiri karena seharusnya ia tidak boleh bersikap selemah itu saat jauh dari suaminya. Dialah yang meminta Rasya untuk jauh darinya. Namun ,dia pula yang teramat sangat merindukan suaminya tersebut.
Anggun pun mengambil ponselnya di atas nakas. Ia mulai membuka isi foto di beberapa galeri ponselnya. Dia tersenyum mengamati foto - foto Rasya disana. Dia menciumi foto - foto tersebut dan mendekapnya hingga Anggun mulai tertidur.
__ADS_1