
Perlahan - lahan mata Anggun mulai terbuka dari pingsannya. Pertama kali ia melihat Rasya sedang tertidur dengan posisi terduduk di samping ranjangnya . Tangan Rasya masih menempel di tangan Anggun dan menggenggamnya dengan erat . Meskipun tertidur pulas ,Rasya masih terlihat sangat tampan dan manis. Anggun menjawil hidung Rasya yang terlihat sangat mancung di hadapannya itu dengan tangan kirinya yang masih bisa ia gerakkan.
'Wajah ini adalah wajah yang selalu aku rindukan setiap saat di waktu aku berjauhan denganmu. Terima kasih Mas karena telah membalas cintaku. Aku bahkan tidak menyangka kalau cintaku akan terbalas sempurna seperti ini',ucap Anggun dalam hati.
Anggun kemudian teringat kejadian sebelum ia pingsan di dapur tadi. Saat itu kepalanya teramat berat seperti berputar - putar. Sesaat kemudian ia merasakan rasa mual yang begitu hebat. Ia akhirnya melepaskan lilitan tangan Rasya dari tangannya dan terburu - buru ke kamar mandi. Disaat yang bersamaan ,Rasya terbangun dari tidurnya dan bertanya kepada Anggun .
"Kamu kenapa Sayang ?",tanya Rasya pada istrinya yang terlihat sedang terburu - buru bangun dan berlari kecil menuju ke kamar mandi.
Karena merasa tak tahan ingin muntah,Anggunpun tidak menjawab pertanyaan Rasya kepadanya.
hoek....hoek...hoek...
Sesampainya di kamar mandi ,dia memuntahkan semua isi yang ada di perutnya di sana.Rupanya Rasya merasa cemas kepada Anggun dan ia mengikuti Anggun dari belakang. Tangan Rasya memijat - mijat bahu Anggun agar wanita itu merasa lebih baik. Rasya tahu saat ini istrinya sedang mengalami morning sickness karena usia kandungannnya yang masih sangat awal. Cukup lama Rasya memijat bahu Anggun di kamar mandi yang membuat Anggun makin mengagumi suaminya. Anggun bersyukur karena suaminya begitu perhatian terhadap dirinya saat dia sedang lemah seperti ini.
"Sudah selesai Beib muntahnya ?",tanya Rasya pada Anggun saat melihat istrinya berhenti muntah di kamar mandi.
"Sudah Mas! Badanku sangat lemas sekarang ! Kamu mau gendong aku kan Mas? ",tanya Anggun dengan suara lirih. Sebenarnya ia merasa malu minta di gendong sama Rasya . Tapi apa daya,tubuhnya sangat lemas dan tak bertenaga sama sekali. Wajahnya masih terlihat sangat sayu dan pucat pasi.
__ADS_1
Tanpa aba- aba ,Rasya pun segera mengangkat tubuh istrinya tersebut dan membawanya kembali ke ranjangnya.
Sesampainya di kamar,Rasya meletakkan tubuh Anggun di ranjangnya dan kemudian ia mengecup kening istrinya tersebut dalam waktu yang cukup lama.
Setelah itu Rasya mengambilkan teh hangat yang telah di sediakan oleh Bi Sumi dan membantu Anggun agar meminumnya sedikit demi sedikit.
"Sudah enakan belum Beib sekarang ?",tanya Rasya pada Anggun yang masih terlihat pucat di depannya.
"Udah agak mendingan kok Mas ! Kamu gak berangkat kerja hari ini Mas ?",tanya Anggun karena mengingat hari ini bukan hari libur.
"Tidak Sayang,aku hari ini tidak ingin kemana - mana . Oh ya Sayang,ada sesuatu hal yang ingin aku katakan padamu !",ucap Rasya dengan serius sambil menatap lekat suaminya tersebut.
Sebelum mengatakan apapun kepada Anggun ,Rasya menciumi pipi dan kening Anggun dengan mesra. Kemudian tangan Rasya mulai mengelus perut Anggun yang masih rata dan mengecup perut Anggun beberapa kali yang membuat Anggun semakin penasaran dengan apa yang ingin di katakan oleh suaminya.
"Terima kasih Sayang ,sebentar lagi kita akan segera punya baby yang lucu dan manis sepertiku di sini . Selalu jaga bayi kita ya Sayang !",ucap Rasya sedangkan tangannya masih mengelus perut Anggun yang ada di depannya.
"Jadi aku hamil Mas?",tanya Anggun kegirangan. Wajahnya kini tampak begitu bahagia saat mengetahui dirinya saat ini sedang hamil dan sebentar lagi mereka berdua akan memiliki bayi dari hasil buah cinta selama beberapa minggu terakhir ini.
__ADS_1
"Benar Sayang ! Sebentar lagi kita akan menjadi Mama dan Papa. Ini adalah kado terindah untukku . Terima kasih Sayang karena telah memberi kabar bahagia ini tepat di hari ulang tahunku ",ucap Rasya seraya mencium kembali pipi dan kening istrinya beberapa kali.
"Oh ya Sayang ,Selamat ulang tahun ya ! Semoga kamu selalu bahagia ,sehat selalu dan juga bisa memimpin keluarga kecil kita dengan bijak nantinya",ucap Anggun sambil matanya berkaca - kaca menatap suaminya.
"Terima kasih Sayang. Aku sangat bahagia di ulang tahunku kali ini. Kamu dan anak kita adalah dua hal yang sangat berarti di hidupku sekarang Beib",ucap Rasya dengan tulus. Kali ini ia membelai lembut rambut panjang Anggun yang sangat wangi dan menambah kecantikannya.
Kali ini Anggun menghadiahi suaminya dengan ciuman di pipinya meskipun hal itu membuatnya menjadi malu. Rasya sangat bahagia karena Anggun menciumnya duluan untuk pertama kalinya.
"Mas aku tadi pesan kue ulang tahun untukmu ,apa sekarang sudah diantar?",tanya Anggun karena teringat tadi ia memesan kue ultah untuk Rasya sebelum ia pingsan .
"Sudah Sayang ! Kamu duduk di sini sebentar ya ! Aku akan mengambilnya terlebih dahulu",suruh Rasya pada Anggun agar tetap berbaring di ranjangnya sementara dia hendak mengambil cake ulang tahun yang telah tiba di rumahnya dua jam yang lalu saat Anggun masih pingsan tadi .
Tak berapa lama kemudian ia sudah sampai di kamar dan Rasya pun merayakan ulang tahunnya di kamar bersama Anggun.
" Boleh aku minta sesuatu Sayang di hari ulang tahunku ini?",tanya Rasya pada Anggun .
"Kamu mau minta apa Mas? Jangan yang aneh - aneh ya ! Soalnya kan aku lagi sakit ",jawab Anggun dengan jujur. Ia merasa takut bila suaminya meminta sesuatu yang aneh -aneh saat dia sedang sakit seperti ini.
__ADS_1
"Aku hanya ingin kamu menyanyikan lagu ulang tahun untukku Sayang ! Itu akan menjadi hadiah kedua untukku setelah bayi kita ini. Aku ingin agar anak kita mendengar betapa merdunya suara mamanya yang menyanyikan lagu ulang tahun untuk Papanya",ucap Rasya pada Anggun .
Anggunpun menuruti permintaan Rasya kepadanya. Ia menyanyikan lagu ulang tahun untuk Rasya yang membuat Rasya terlihat begitu kegirangan. Ia pun memeluk istrinya tersebut dengan mesra.