Aku?Jadi Pemeran Figuran!!

Aku?Jadi Pemeran Figuran!!
CHAPTER 10


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 06.00, Arin sudah bangun dari tempat tidurnya. Ia pun segera menuju kamar mandi. Selesai mandi ia pun bersiap mengenakan seragamnya. Seperti biasa ia hanya mengenakan bedak bayi dan pelembab bibir yang terkesan natural. Setelah itu ia menyambar almamater warna hitam dengan perpaduan warna putih(setiap 2 hari ganti ya). Kemudian ia pun turun untuk sarapan.


"Selamat pagi yah,bun, kak Arion"ucapku sambil duduk di kursi.


"Selamat pagi Arin"ucap ayah, bunda dan kak Arion.


"Mau sarapan apa nak, bunda ambilin ya"ucap bunda ingin mengambilkan makanan.


"Nggak usah Bun, biar Arin aja sendiri"ucapku tersenyum sambil menyendok makanan ke piringnya.


Mereka makan dengan dengan tenang tanpa suara. Selesai makan Arion dan Arin bergegas pergi menuju sekolah.


Mereka pun menaiki mobil sport warna merah yang nampak begitu keren. Sampai di sekolah, 2A segera turun dari mobil. Seperti biasanya banyak sekali pujian dan keirian yang dilontarkan saat mereka melewati para siswa dan mereka hanya cuek aja dengan muka datarnya.


Sampai dikelas Arin pun meletakkan tasnya disamping bangkunya, ia pun segera mengambil ponselnya untuk mengurangi kebosanannya.


"Hai Arin"ucap Vika sambil duduk di sampingnya.


"Hai juga"ucapku sambil tetap melihat kearah ponsel.


"Arin aku disini"ucapnya kesal sambil menggembungkan pipinya.


"Hahah, oke oke ada apa"ucapku sambil mematikan ponselnya dan meletakkan disakunya kemudian menoleh kearah Vika.


"Hehehe, nggak ada apa sih cuma manggil"ucapnya polos.


Pletak


"Aduh kamu kenapa sih Arin"ucapnya sambil mengelus dahinya yang disentil Arin.


"Ganggu aja"ucapku mendengus.


"Hehehe maaf maaf, jadi aku mau ngomong nih atau lebih tepatnya permohonan"ucapnya.


"Apaan"ucapku singkat.


"Nanti malam kamu ada waktu nggak"ucap Vika sambil menatap Arin.


"Kayaknya nggak ada deh emang kenapa"ucapku sambil mengingat ingat.


"Nanti malam ada pasar malam besar besaran lho ditaman. Kamu mau ikut nggak"ucapnya memohon sambil memegang tanganku.


"Mau nggak ya"ucapku sambil menaik turunkan alisnya.


"Mau ya Rin please"ucolapnya memelas.


Arin yang tak tega pun hanya mengangukan kepalanya tanda mengiyakan.


"Makasih ya Rin, sayang deh"ucapnya sambil memelukku aku pun hanya tersenyum melihat tingkah Vika.


Jam menunjukkan pukul 07.00, bel masuk pun berbunyi. Para siswa segera masuk kedalam kelas masing masing.


"Halo anak anak, perkenalkan nama saya pak Budi. Saya disini sebagai wali kelas sekaligus guru matematika kalian, saya harap kita dapat bekerja sama"ucapnya sambil menatap kearah siswa.


"Baik pak Budi"ucap para siswa.


"Baiklah saya akan menjelaskan bab pertama mengenai bab trigonometri. Jadi bla bla bla dan bla"ucap pak Budi menjelaskan sambil menulis di papan tulis.


(Jam pelajaran telah selesai. Para siswa dipersilahkan Istirahat)bel berbunyi


Para siswa pun berhamburan keluar dari kelas ada pula yang masih berada dikelas karena membawa bekal dari rumah.


"Arin ayo ke kantin"ucap Vika sambil menarik tanganku.


"Yaudah ayo"ucapku sambil berdiri. Arin dan Vika pun pergi menuju kantin. Sesampainya di kantin, ternyata tempatnya sudah penuh.

__ADS_1


"Yah sudah penuh"ucap Vika kesal.


Arin pun melihat lihat sekitar, matanya tertuju pada kakaknya yang sedang makan bersama temannya dan masih ada bangku kosong disebelah mereka. Arin pun menuju tempat kakaknya.


Cup


Arin mencium pipi Arion dari samping, sedangkan Arion dan teman temannya terkejut.


"Kasihan cewek imut itu pasti langsung dimarahin. Beraninya cium Arion yang galaknya minta ampun"batin teman Arion yang tidak tahu bahwa Arin adik dari Arion.


"Apaan sih kam~"ucap kak Arion berhenti ketika ia menoleh dan melihat Arin yang sedang tersenyum disampingnya.


"Hehehe, ada apa"ucapnya lembut membuat teman teman kak Arion menjatuhkan rahangnya. Karena yang mereka tahu Arion sangat anti yang namanya perempuan. Lah ini malah tersenyum apalagi sikapnya yang lembut itu.


"Kak aku sama temenku gabung ya soalnya udah penuh mejanya"ucap Arin sambil menunjukkan pupy eyesnya.


"Blush"seketika pipi Arion dan teman temannya memerah melihat wajah imut Arin.


"Bo..boleh kok"ucap kak Arion sedikit gugup.


"Makasih ya kak"ucap Arin sambil duduk dilanjut dengan Vika.


"Kamu pesan apa Rin, biar aku pesankan"ucapnya Vika sambil berdiri.


"Aku pesan bakso jumbo sama es teh satu ditambah susu hangat"ucapku sambil menoleh kearah Vika.


"Oh oke"ucapnya sedikit bingung karena Arin memesan 2 minuman. Mungkin untuk tambahan pikirnya.


"Loh dek minumannya kok dua"ucap Arion sambil menatap kearah adiknya.


"Nanti juga bakal tau, kak minta ya


Aaa"ucap arin sambil membuka mulutnya. Arion tersenyum kemudian menyuapi Arin dengan sendoknya.


"Nyam enak"ucap Arin sambil memberikan jempol kearah Arion. Arion yang merasa gemas pun mengelus pelan rambut Arin. Ia begitu suka menyentuh rambut adiknya karena lembut dan halus.


"Apaan sih"ucap Arion kesal plus datar.


"Dikenalin dong, kayanya udah akrab"ucap salah satu teman arion.


"Oh harus"ucap Arion dingin.


"Harus dong"ucap kompak teman Arion.


"Oh ini a~"ucap kak Arion terhenti saat seseorang datang.


"Ini makanannya"ucap Vita sambil menaruh aku makanan di meja.


"Terima kasih ya"ucapku langsung mengambil alih mangkok bakso kemudian meletakkan banyak sambal kedalamnya.


"Nggk kebanyakan tuh dek"ucap kak Arion sedikit mengerutkan dahinya.


"Nggak kak, biasa aja."ucapku sambil makan.


"Uhmm enak banget"ucapku saat bakso sudah ada dalam mulutku.


"Jadi dia siapa Arion"ucap teman Arion geram.


"Oh ini adekku"ucap Arion sambil mengelus kepala Arion yang sedang makan.


"APA"teriak teman kak Arion serta Vika membuat para siswa yang ada di kantin menatapnya. Sedangkan Arin ia tersedak bakso karena kaget. Arion pun segera memberinya minum.


"Glug glug glug, hah lega"ucapku sambil mengelus dada.


"Kalian"ucap kak Arion sambil menatap tajam kearah mereka.

__ADS_1


"Glek"mereka yang ditatap pun menelan ludahnya.


"Udah kak aku nggak apa apa kok"ucapku sambil mengelus tangan kak Arion.


"Huftt baiklah, aku maafin kali ini. Tapi tidak lain kali"ucapnya dengan penuh penekanan.


"Hahaha oh perkenalkan nama kakak dylon"ucap kak dylon salah satu teman Arion.


"Aku satria"ucapnya sambil tersenyum manis mengarah ke Arin.


"Dan aku Leon"ucapnya sambil mengedipkan matanya.


Arin pun hanya menganggukan kepalanya dan melanjutkan makan bakso membuat pipinya tambah bulat terlihat sangat imut di hadapan mereka.


"Pengen gigit tuh pipi"celetos Leon sambil melihat kearah Arin, sontak Arion pun menatap tajam kearah Leon, Leon pun memalingkan wajahnya seolah tidak terjadi apa apa.


Saat Arin dan teman teman makan tiba tiba ada seorang cewek yang menarik paksa lengan Arin.


"Jangan deketin Arion lagi jala*** kecil"ucap cewek tersebut yang tak lain adalah Tika. Ya ia adalah seorang cewek yang sangat mengidolakan Arion kakaknya Arin. Tapi Arion selalu tidak mempedulikan keberadaanya.Dan juga ia tidak tahu kalau Arin itu adiknya, kalau tahu pasti ia akan menjilat Arin dengan kata kata dan perilaku manisnya.


"Kamu siapa"ucapku sambil menepis tangannya yang sedang memegang tanganku.


"Aku ini pacarnya Arion"ucapnya bohong sambil tersenyum sinis.


"Kak kok Lo mau sih sama ondel ondel gini"celetukku bergidik ngeri saat melihat wajah Tika yang penuh dengan bedak dan alisnya sangat tebal sedangkan bibirnya itu sangat merah seperti habis ditabok😂.


"Aku bukan pacarnya"ucap Arion datar.


"Loh kok nggak diakuin"ucapku sambil tersenyum remeh.


"Dasar pembawa sial, lihat aja temen temen matanya aja warnanya beda beda. Pasti karena dia itu anak sial"ucapnya teriak.


"Oh"ucapku cuek sambil melangkah pergi karena sedang badmood.


"Pasti gara gara ibunya yang jadi jala*** membuat dia jadi iblis dan pembawa sial"ucapnya teriak sambil tertawa.


Sontak ucapan tersebut membuat Arin berhenti kemudian berbalik.


"Lo tadi bilang apa sekali lagi"ucap Arin dingin dan datar dengan aura membunuh yang pekat membuat orang orang disekitarnya bergidik ngeri.


" iibbu llo pasti ngejala** jjadi mmembuat Lo jadi iblis"ucapnya sok kuat padahal ia sudah tertekan dengan aura yang dikeluarkan Arin.


"SEKALI LAGI"bentak Arin dengan aura yang lebih mencekam membuat orang orang disekitarnya terduduk lemas, bahkan Tika yang jadi sasaran tatapannya dibanjiri keringat ditubuhnya.


"Iiibu Lo pasti ngejala** buat Lo jadi i~"ucap Tika terhenti kala


Plak


Plak


Arin menampar wajah Tika di pipi kanan dan kirinya membuat Tika meringis kemudian Arin mencengkram dagu Tika dengan kuat.


"Lo boleh ngehina gue tapi jangan Lo hina bunda gwe ngerti Lo. Dasar bedebah"ucap Arin melotot sambil menghempaskan tangannya.


"Sekali lagi Lo hina keluarga gue, bakal MATI lo ditangan gue. Ingat itu"bisik Arin ditelinga Tika membuat Tika merinding dan mengumpat didalam hatinya.


Sedangkan Arion jangan ditanya ia mematung saat melihat kemarahan adiknya. Baru kali ini ia melihat ekspresi Arin yang dingin dan datar ditambah dengan aura membunuh yang kental.


"Arin"lirihnya saat melihat Arin melangkah pergi dari kerumunan.


Sedangkan siswa lainnya yang melihat itu merasa ketakutan, baru lain ini mereka melihat ekspresi lain dari wajah Arin. Karena biasanya Arin akan menampilkan wajah polos, imut dan manisnya. Sedangkan saat ini mereka melihat sifat Arin yang dingin,datar dan kejam membuat mereka syok.


Sedangkan disisi lain terlihat Sean, Michel, Aciel, dan Azzam tersenyum tipis melihat kearah Arin yang sudah pergi dari kerumunan.


"Hehehe makin membuat penasaran aja"batin mereka sambil tersenyum melihat kekejaman Arin.

__ADS_1


~bersambung~


Jangan lupa like and komen ya😉😉🤣😍


__ADS_2