
Di suatu ruangan nampak seorang gadis yang sedang berfikir tentang kehidupannya ini. Ya dia adalah angel seorang agen yang telah mati karena bom saat menjalankan misinya.
"Shit akh akh ...sa..kit akh"ucap Angel kesakitan sambil memegang kepalanya.
"Huh huh jadi aku bertansmigrasi ke tubuh gadis ini. Dan sialnya dia jadi pemeran figuran yang akan mati setelah 5 kali tampil. Astaga, aku harus merubah alurnya. Iya begitu aku akan menjauhi semua pemeran utama dan berusaha untuk tidak terlalu dekat dengan mereka"gumam ku.
"Oh sekarang aku harus mengingat dulu alur ceritanya, agar aku bisa menghindarinya"ucapku sambil berpikir.
Saat angel sedang serius berpikir terdengar suara keras dari pintu yang membuatnya terkejut.
"Kakakku balok es"ucapku kaget.
"Ehem ehem"ucap seseorang tersebut, aku pun segera menoleh kearahnya. Betapa terkejutnya aku melihat seseorang tersebut yang tak lain adalah kakak dari tubuh yang di tempati sekarang.
"Udah ngatainnya"ucapnya dingin..
"Apaan sih namanya juga kaget, makanya kalau buka pintu itu pelan pelan. Apa salahnya coba itu pintu harus dibuka dengan kasar"gerutuku sambil memanyunkan bibirku yang terlihat err sangat imut.
"Uhh sial imutnya"batin kakak arion sambil memalingkan wajahnya karena merah di pipinya.
"Kak ponselku mana"ucapku polos sambil menengadahkan tanganku.
"Mana mana mana"ucapku sambil mengerjakan telapak tanganku.
"Iya iya ini"ucap kak Arion sambil mengambil ponsel dari sakunya dan meletakkannya di tangan adiknya.
"Oke sekarang lebih baik aku tulis dulu alur cerita novelnya"batinku sambil melihat kearah ponsel.
"Oke novelnya berjudul " Satu hati 4 Cinta" novel remaja yang menceritakan tokoh utama wanita yang bernama Evelyn yang mempunyai sifat polos dan baik hati dengan kesederhanaan yang dimiliknya mampu meluluhkan keempat hati pria tokoh utama yang sifatnya dingin tak tersentuh dengan sifat cerianya. Tokoh utama pria bernama Sean Alexander seorang pria berhati dingin memiliki wajah yang tampan diatasi rata rata, anak dari seorang pengusaha terkaya pertama sedunia, Sean menyukai Evelyn karena sifat lembut, cerianya, dan tidak ketertarikan padanya membuat ia tertarik padanya yang digilai oleh banyak wanita."batinku sambil mengingat ngingat dan mengetik di aplikasi catatan di ponselku.
"Tokoh pria yang kedua bernama Aditya Aciel Anggara memiliki sifat yang dingin dan kejam karena memiki kisah yang memilukan terhadap keluarganya dan menjadi pengusaha muda sedangkan tokoh ketiga bernama Michel Sanjaya seorang king mafia no 1 sedunia memiliki sifat dingin dan kejam kepada siapapun dan yang terakhir Azzam Nur Adinata seorang model remaja yang populer dan memiliki sifat yang dingin. Dan anatagonisnya bernama Sherly Mahendra bersama teman temannya yang bernama Aurel dan Tasya yang selalu menganggu Evelyn yang selalu dekat dengan tokoh utama pria membuat mereka cemburu karena mereka adalah teman masa kecil tokoh utama pria. Sedangkan tubuh ini adalah pemeran figuran yang bernama Arindra Queen Abraham yang bakal mati karena tuduhan dari tuduhan pemeran antagonis saat mencelakai Evelyn dan dilimpahkan ke aku, oleh karena itu Arindra (Arin) di bunuh oleh Michel"batinku sambil mengetik di ponselku.
"Huftt sial"gumam ku sambil mengetuk kepalaku pelan.
"Ada apa"ucap kak Arion dingin
"Nggak apa apa, ayah sama bunda mana"ucapku polos.
"Ada urusan di luar kota dan itu sangat penting makanya harus pergi"ucapnya datar.
"Lah bukannya tu orang kalau ngomong irit ya, kok jadi panjang lebar apa sakit ya"batinku sambil menempelkan tanganku di dahinya.
__ADS_1
"Apaan sih"ucap kak Arion sambil menjauhkan tubuhnya dariku.
"Nggak panas, kak kamu sakit apa kok bisa ngomong panjang lebar"ucapku polos sambil memiringkan kepalaku.
"Gila lu gwe kan juga manusia wajarlah kalau ngomong panjang lebar"ucapnya sambil menatap tajam ke arahku.
"Mau main tatap tatapan ya"batinku sambil menyeringai, aku pun segera membalas tatapan tajam dari kak Arion dengan tatapan yang tak kalah tajam.
"Apa mau ku colok tuh mata"ucapku sambil ngedumel.
Krucuk krucuk
"Sial malu banget"batinku sambil menundukkan kepalaku karena malu.
"Kak paper"ucapku pelan.
"Pesan sendiri"ucapnya datar, aku yang mendengarnya jawabannya pun mendongakkan kepalaku.
"Kak pesenin ya"ucapku sambil menunjukkan pupy eyes
"Hehehe aku yakin nggak bakal nolak ni bocah"batinku tersenyum.
Arion pun melihat wajahku, seketika wajahnya memerah dan memalingkan wajahnya.
"Yang banyak ya"ucapku sedikit teriak.
15 menit kemudian datanglah Arion dengan membawa 2 kantong plastik ukuran sedang.
"Nih makan"ucapnya sambil memberikan plastiknya kepadaku.
"Oke makasih ya kak"ucapku sambil tersenyum tulus, kulihat dia juga tersenyum tipis.
Aku pun segera membuka makanan tersebut dan mulai memakannya dengan rakus, membuat pipiku menggembung dan terlihat sangat sangat imut.
"Wah nggak biasanya nafsu makanku banyak"batinku sambil terus makan.
"Uhuk uhuk khk kh minum"ucapku sambil meminum air mineral.
"Huh lega"ucapku pelan kemudian melanjutkan makan.
"Kalau makan tu pelan pelan kaya belum makan sebulan aja"ucap kak Arion.
__ADS_1
"Eh jangan salah ya aku malah belum makan selama setahun"ucapku kesal sambil menggembungkan pipiku.
Arion yang tak tahan dengan tingkah keimutanku pun akhirnya mencubit pipiku.
"Ish kakak pipiku nanti merah, lho udah merah nih"ucapku dengan mata sedikit berair.
"Gara gara kamu terllau imut sih"ucapnya sambil tersenyum lebar, aku pun yang melihatnya tertegun dan kemudian juga tersenyum.
"Kak kamu kalau senyum gitu, tampan banget"ucapku polos sambil menunjukkan jempol di tanganku.
"Blush"seketika wajah Arion memerah mendengar pujian dari adiknya.
"Hahaha apaan tuh muka dah kaya tomat, hahahaha ngeblush ya kak"ucapku ketawa sembari memegang perutnya yang sakit.
"Hehehe dah nakal ya kamu, sini dasar anak nakal"ucap kak Arion sambil menggelitiku.
"Udah kak udah ha ha ha, nanti aku jadi kurus ha ha ha"ucapku sambil menyingkirkan tangan kak Arion.
"Huh kak aku mau pulang"ucapku memelas.
"Nggak boleh, kamu baru siuman"ucap kak Arion tegas.
"Yah kak aku udh sembuh kok, ayolah kak. Aku udah setahun disini, aku bosan"ucapku sambil menampilkan pupy eyes di wajahku.
"Baiklah baiklah aku panggil dokter dulu, tapi kalau nggak boleh. Nggak boleh maksa ya"ucapnya sambil menekan tombol.
"Siap kak"ucapku sambil hormat.
"Dasar "gumam kak Arion.
Tak lama datanglah seorang dokter yang terlihat masih muda.
"Dok aku udah sehat kan, aku boleh pulang kan"ucapku sambil menunjukkan pupy eyes ku.
"Blush"seketika wajah dokter itu pun memerah bahkan telinganya juga memerah.
"Eh eh kok jadi dokter yang sakit, itu kenapa wajahnya merah. Demam ya dok"ucapku polos sambil menempelkan tanganku di dahinya.
"Ah eh tidak apa apa kok, oh ehem jadi keadaanya sudah baik baik saja. Jadi boleh pulang tapi ingat masih harus tetap istirahat dan jangan gerak dulu. Kalau begitu saya permisi"ucap dokter tersebut dengan telinga yang masih memerah dan segera meninggalkan ruangan.
~bersambung~
__ADS_1
jangan lupa like and komen😉😉😅