Aku?Jadi Pemeran Figuran!!

Aku?Jadi Pemeran Figuran!!
CHAPTER 14


__ADS_3

Setalah istirahat para siswa pun masuk kedalam kelas. Sedangkan di kelas Arin mereka sedang mengganti baju di kamar mandi karena sekarang adalah jadwal olahraga. Setelah mereka berganti baju mereka langsung bergegas menuju ke lapangan.


"Halo anak anak, sebelum memulai alangkah baiknya jika pemanasan dulu. Sekarang lari keliling lapangan ini 10 kali. Priittt"ucap guru olahraga tersebut saat para siswa sudah berbaris.


Sontak para siswa pun langsung berlari mengelilingi lapangan tersebut. Putaran demi putaran, banyak sekali siswa yang mengeluh tapi masih bisa melanjutkan larinya. Untuk Sean, Aciel, Azzam dan Michel, mereka biasa saja karena mereka pernah melakukan latihan lari lebih dari ini. Bahkan lebih berat. Sedangkan Arin jangan ditanya lagi, lari kaya gini hanyalah makanan sehari hari untuknya saat menjadi agen dulu. Latihannya bahkan ratusan kali lipat lebih kejam, mangkanya lari 10 putaran itu seperti sepotong kue baginya.


Setelah selesai 10 putaran para siswa pun segera berbaris didepan guru mereka.


"Baiklah anak anak kita peregangan dulu agar nanti tidak cidera saat kita lakukan latihan basket"ucap guru olahraga.


Kemudian mereka pun melakukan pemanasan peregangan otot dan agar tidak kaku. Setengah jam kemudian mereka pun diberi istirahat 10 menit agar tidak terlalu lelah yang akan berakhir drop.


Setelah selesai Istirahat para siswa laki laki pun dipertandingkan untuk latihan basket. Tim 1 terdapat Sean, Michel,Azzam, Aciel,dll. Tim 2 ada siswa lainnya. Arin jelas tahu siapa yang akan menang, pasti tim 1 karena tokoh utamanya yang ada disitu dan mereka juga jago bermain basket. Tak heran jika banyak sekali poin yang mereka dapatkan.


'wah si sean jago banget'


'waah gila si Michel keren dong'


'itu Azzam pas nge shoot ganteng banget'


'si Aciel juga ganteng loh'


Banyak sekali pujian dari siswi yang dilontarkan kepada Sean, Aciel,Michel dan Azzam. Bahkan ada juga yang teriak teriak tidak jelas. Arin yang melihat mereka bermain pun tersenyum tipis.(entah apa yang dipikirkan Arin 😪).


Setelah selesai pertandingan pertama dengan kemenangan telak dipihak tim 1(jelas dong ada tokoh utamanya huh). Dilanjutkan dengan pertandingan antar para siswi. Tim 1 ada Arin, Evelyn, Vika,dll sedangkan Tim 2 ada Sherly, Aurel, Tasya, dll.


Mereka pun mulai bermain di tim 1 yang mendominasi permainan adalah Arin sedangkan di tim 2 yang paling mendominasi adalah Sherly. Poin demi poin mereka dapatkan hingga poin mereka pun seri.


Sherly pun melempar bola kearah temannya yang berdiri dibelakang Evelyn. Orang orang mengira Sherly kesal dan mulai melampiaskannya kepada Evelyn. Sedangkan Evelyn menyeringai tipis sampai tidak ada yang melihatnya kecuali Arin.


Arin pun berpikir dan akhirnya ia paham apa yang direncanakan Evelyn. Sebelum bola mengenai Evelyn, Arin pun mendorongnya sehingga bola mengenai dahi Arin. Arin pun sedikit melukai dahinya dengan kuku tanganya seolah olah dahinya sakit dan tangannya memegang dahinya.

__ADS_1


"Weh Lo apa apaan sih Arin kok dorong dorong Evelyn"ucap salah satu siswa.


"Iya tuh lihatkan lututnya jadi terluka"sahut siswa lain.


Evelyn yang mendengarnya pun menyeringai kemudian digantikan dengan tangisan palsunya. Arin yang melihatnya pun langsung melancarkan dramanya. Arin pun mendongak terlihat darah membasahi poninya sehingga bewarna merah karena rambut Arin yang berwarna perak mengkilap jadi darahnya terlihat jelas.


"Hiks hiks Arin kan hiks cuma nyelametin Evelyn hiks supaya tidak kena bolanya hiks"ucap Arin sambil menangis dengan darah didahinya.


Orang orang yang mencaci Arin pun mulai terdiam kala melihat darah yang membasahi dahi Arin. Mereka pun mulai mengubah pandangan mengiba kearah Arin dan menyalahkan Evelyn.


"Bukannya Evelyn tadi bisa saja menghindar tapi ngapain malah diem dong, pasti dia sengaja nih. Cuma caper"ucap salah satu siswa.


"Iya iya dia cuma manfaatin keadaan"ucap siswa lain.


"Kasihan Arin lihat demi menyelamatkan Evelyn dahinya terluka"ucap siswa lain.


"Hehehe lotus putih siapa yang bakal menang kini."batin Arin menyeringai tipis kemudian diganti dengan raut wajah sedihnya.


"Apa yang terjadi"ucap Sean dengan nada khawatir mendekat kearah Arin.


"Kenapa bisa begini"ucap Michel sedikit marah karena gadisnya terluka.(weh Weh Michel ngaku ngaku wae😮)


"Ini dahinya kenapa luka gini sih"ucap Azzam marah.


"Lebih baik kita ke UKS dulu"ucap Aciel sambil menggendong Arin ala tuan putri.


Sean, Michel,dan azzam pun kesal dengan Aciel yang tiba tiba menggendong arin. Tapi mereka membiarkannya karena yang terpenting bagi mereka saat ini adalah Arin baik baik saja.


Sampai di UKS, Aciel pun membaringkan tubuh Arin keranjang. Saat ini Arin memang pingsan karena terlalu banyak darah yang keluar dari dahinya. Ini tidak sesuai yang ia perkirakan, ia pikir cuma sedikit darah yang akan keluar siapa sangka darahnya akan keluar banyak membuatnya pingsan.


Setelah membaringkan Arin, Aciel pun segera mengambil kotak P3K untuk perawatan pertama, didampingi oleh Sean,Michel dan Azzam yang melihat kearah luka didahi Arin dengan ekspresi khawatir terlihat jelas di wajah mereka.

__ADS_1


Aciel pun mulai menyingkirkan poni Arin dan mengelap darah yang ada didahinya. Setelah itu ia pun mengobatinya dengan antiseptik agar tidak ada bakteri yang masuk. Kemudian ia pun mulai menutup luka Arin dengan kasa yang sudah diberi Betadine dan ditempelkan ke luka Arin dengan plester agar tidak terlepas.


Setelah mengobati Arin, Aciel pun duduk disamping Arin sambil memegang tangannya.


"Heh nggak usah pegang pegang juga kali"ucap Sean datar sambil menepis tangan Aciel yang sedang memegang tangan Arin.


"Huh terserahlah emang kamu siapanya"ucap Aciel datar. Sean pun terdiam ia membagi bukan siapa siapa nya Arin tapi melihat Aciel memegang tangan Arin entah kenapa ia sedikit kesal dan tidak suka saja.


Sedangkan Azzam dan Michel mereka sudah duduk di sebelah kanan Arin, sebelah kiri ada Sean dan Aciel.


"Zam, sana beliin makanan sama minuman"ucap Michel.


"Ogah ngapain aku beliin buat kamu, beli aja sendiri"ucap Azzam sambil melihat kearah arin.


"Bukan buat kita ogeb, ini buat Arin. Nanti kalau bangunkan bisa makan dulu biar tidak laper"ucap Michel menjelaskan.


."oh iya ya, yaudah aku beli dulu. Jaga Arin ya"ucap Azzam sambil melangkah pergi.


Saat Azzam pergi terdengar suara orang yang berlari menuju UKS dengan tergesa gesa kemudian seseorang tersebut pun membuka pintu UKS dengan keras.


"Astaga"ucap Sean,Michel,Aciel kaget sambil mengelus dadanya.


"Arin"lirihnya sambil menuju kearah ranjang dimana Arin berbaring.


"Kok bisa gini sih dek"ucap orang tersebut yang tak lain adalah kak Arion.


Arion saat itu ingin pergi ke perpus tapi ia mendengar dari arah kelas Arin, bahwa adiknya terluka dan dibawa ke UKS. Betapa terkejutnya ia saat mendengar berita tersebut. Tanpa aba aba Arion pun langsung pergi menuju UKS dengan langkah yang tergesa gesa. Saat membuka pintu UKS. Ia melihat adiknya terbaring dengan luka yang sudah dibalut didahinya. Ia pun meringis melihat luka adiknya.


~bersambung~


Jangan lupa like and komen😉😉😍

__ADS_1


__ADS_2