
Maaf lamAri, author lagi soalnya lagi bikin event jadi harus fokus dulu. Nanti kalau bisa author akan crazy up. Tetap jaga kesehatan dan selalu support author ya😚
selamat membaca🤗
######
Matahari mulai menyinari bumi dengan sinarnya membuat kehangatan di setiap penjuru yang mengenainya. Burung burung berkicau dengan merdunya menambah suasana alami membuat Arin yang masih terbuai dalam mimpinya mulai menggeliat.
"Hoamm yang berapa ini"ucapku sambil melihat kearah jam dinding.
"Oh baru jam 05.00, olahraga dulu ajalah"ucapku sambil melangkah pergi menuju kamar mandi untuk cuci muka.
Setelah itu Arin mengambil handuk warna putih yang ia kalungkan dilehernya. Kemudian ia mengambil sebotol air dingin di kulkas untuk ia bawa berkeliling di sekitar komplek rumahnya.
Arin mulai berlari kecil di sekitar rumahnya atau lebih tepatnya mengelilingi komplek perumahan.Satu jam kemudian Arin masih berlari kecil dengan tetesan keringat didahinya tak membuat semangatnya luntur, ia terus mengelap keringat yang menempel diwajahnya ataupun dahinya. Sampai ia melihat bangku yang kosong ia pun menghampiri bangku tersebut untuk sekedar minum air dingin yang dibawanya.
"Udara dipagi hari memang yang terbaik"ucapku pelan sambil menghirup udara dengan rakusnya kemudian menghela nafas panjang.
Setelah selesai istirahat Arin berpikir untuk kembali agar tidak membuat keluarganya khawatir. Ia pun mulai berlari menuju rumahnya. Sesampainya dirumah Arin segera menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya yang sudah lengket. Ia mengenakan kaos dengan gambar Mickey mouse dan celana training warna putih dengan garis samping warna hitam. Ia juga mencepol rambutnya yang memperlihatkan leher jenjangnya yang putih dan halus kemudian ia menyemprot sedikit parfum aroma vanila ketubuhnya.
"Ah bosan"ucap Arin menghempaskan tubuhnya ke ranjangnya.
"Mau ngapain ya"gumam Arin sambil berpikir.
"Sarapan aja dulu, baru pikir mau ngapain"ucap Arin sambil melangkah pergi.
Di meja makan sudah ada bunda ayah dan kak Arion.
"Selamat pagi yah, bun, kak"ucapku sambil duduk.
"Selamat pagi juga Arin"ucap mereka.
Mereka pun makan dengan tenang tanpa ada suara. Setelah selesai makan mereka melakukan aktivitas seperti biasanya.
"Ayah berangkat dulu ya"ucap ayah sambil melambaikan tangannya.
"Iya yah dada"ucapku sambil melambaikan tangan.
"Bunda mau kemana kok rapi banget"ucapku kala melihat bunda yang mau pergi.
"Oh ini sayang, butik bunda ada sedikit masalah. Jadi harus ditangani dulu. Kamu dirumah aja ya jangan nakal oke"ucap bunda sambil mencium kening Arin.
"Kalau begitu bunda pergi ya"ucapnya sambil melangkah pergi dan melambaikan tangannya. Arin hanya menganggukkan kepalanya.
"Uwoh kenapa sih pada pergi. Kan aku jadi bosen"ucapku.
"Loh kak, katanya mau jagain adek. Kok ini dah rapi amat"ucapku saat melihat kak Arion turun dengan pakaian yang rapi.
"Maaf ya dek kakak mau pergi dulu bantuin ayah kerja"ucap Arion.
"Kok nggak bareng aja tadi berangkatnya"ucapku dengan menaikan alisku.
"Kakak tadi haru siap siap dulu, ayah juga bilang nggak apa apa kok telat. Yang penting datang gitu"ucapnya.
"Kakak pergi dulu ya, jaga rumah baik baik"ucap Arion kemudian mencium kening Arin.
"Hua kalian nggak bolehin Arin sekolah, tapi sekarang kalian malah pergi. Ini mah sudah benar benar aku bosen banget"ucapku kesal sedikit teriak.
"Au ah, bodo amat mending tidur"ucapku melangkah pergi menuju kamar.
"Huh ngantuk hoamm"gumam Arin sambil menghempaskan tubuhnya keranjang. Tak lama terdengar dengkuran halus dari Arin yang sudah tidur pulas.
Alam mimpi
"Sayang jangan lari lari nanti jatuh"ucap seseorang.
"Endak mama, angel ndak bakal jatuh"ucap seseorang yang tak lain adalah angel.
"Mama ayo kejal angel"ucap Angel kecil saat usia 3 tahun.
"Sini kamu Mama kejar"ucap seseorang yang tak lain adalah ibu kandung angel.
Hap
__ADS_1
"Dapat"ucap mama angel sambil menggelitiki angel.
"Hahaha mama angel minta ampun hahaha mama sudah nanti angel jadi kulus"ucap Angel dengan bahasa cedelnya.
"Ma angel mau tanya"ucap Angel berbinar.
"Mau tanya apa"ucap mama angel.
"Ma ayam sama telul duluan mana"ucap Angel.
"Duluan ayam sayang"ucap mama angel sambil mengelus rambut Arin.
"Ya nggak bisa gitu dong ma, sekalang angel tanya. Ayam belasal dali apa ma"tanya angel sambil melipat tangannya didada.
"Dari telur"ucap mama angel.
"Nah kan belalti angel pintal, duluan telul dali pada ayamkan"ucap Angel polos.
"Lah kok gitu sekarang mama yang tanya telur berasal darimana"ucap mama angel.
"Emm dali ayam"ucap Angel.
"Nah kan bener duluan ayam sayang"ucap mama angel.
"Yah kok gitu pokoknya duluan telul"ucap Angel cemberut.
"Yaudah yaudah duluan telur"ucap mama angel pasrah.
Dor dor
"Mah itu suala apa"ucap Angel ketakutan.
"Sayang dengerin mama kamu sembunyi dikotak ini dulu, kalau sampai suaranya belum hilang. Kamu nggak boleh buka dulu oke. Jangan bersuara"ucap mama angel sambil meletakkan angel dalam sebuah kotak kecil.
Angel pun hanya menganggukkan kepalanya. Di dalam kotak ia mendengar suara langkah kaki dan suara tawa yang sangat menyeramkan. Ia juga melihat dari lubang kecil yang terdapat di tempat untuk membuka kotaknya. Ia melihat seseorang menodongkan pistol dikepalai mamanya.
"Tidak tidak jangan"gumamku menggelengkan kepala sambil menutup mulut menggunakan tangannya.
Dor
"Huh huh, hiks mama. Kenapa dulu ninggalin angel. Angel sayang mama hiks, sampai angel disini pun angel hiks belum tau siapa yang membunuh mama"ucap Angel menangis sambil menunduk.
Arin bangkit dari ranjangnya dan melangkah pergi menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya.
"Huh ayo kamu nggak boleh lemah kamu harus kuat"ucap Arin sambil memandangi dirinya didepan cermin.
(Drt drt drt)
"Siapa sih"ucapku sambil mengangkat telfon.
"Halo"ucapku datar dan dingin.
"Halo nona angel, kami dari perusahaan*** ingin mengabarkan bahwa setiap pemilik saham harus hadir dalam pertemuan hari ini"ucap seseorang.
Arin yang mendengarnya sontak termenung.
"Ehem baiklah, kapan di mulainya"ucap Arin dengan menyamarkan suaranya karena menggunakan identitas palsu.
"Satu jam lagi nona"ucapnya.
"Baiklah"ucapku kemudian mematikan telfon.
"Nah dari pada bosen mending pergi aja dah"ucap Arin kemudian masuk ke ruangan walk in closet.
Kemudian ia memilih menggunakan kemeja warna putih dengan jas warna merah maroon dan celana panjang warna merah. Tak lupa ia juga memakai sepatu pantofel warna hitam. Untuk rambutnya ia menggunakan Wig warna hitam. Jangan lupakan topeng warna perak dengan ukiran pedang mawar yang dililit oleh naga dan diatasnya terdapat burung Phoenix yang berada disisi kiri topeng, dibagikan tengahnya terdapat sebuah intan bewarna merah menandakan berani . Arin pun segera turun dan menggunakan taksi agar tidak ketahuan.
Di perjalanan Arin hanya duduk diam sambil memejamkan matanya dengan earphone yang menempel ditelinga Arin, jelas ia sedang menikmati lagu dari ponselnya. Ia juga tahu bahwa si supir mungkin penasaran kenapa Arin menggunakan topeng. Tapi Arin orangnya kan cuek asalkan tidak ada yang menggangunya. Ia menggunakan topeng untuk menutupi identitasnya sebagai Arin yang hanyalah seorang pelajar biasa. Karena Arin ingin menjalani kehidupan layaknya orang biasa walau saat ini, ia juga harus menggunakan 2 identitas palsu yang melekat padanya yakni sebagai angel dan sebagai agen AX.
Tak lama taksi yang ditumpangi Arin berhenti disebuah perusahaan yang sudah berkembang. Arin segera keluar dari mobil tak lupa ia juga membayar taksinya. Ia pun segera menghampiri meja resepsionis.
"Ada yang bisa saya bantu nona"ucap resepsionis.
"Ya, saya diundang kesini karena pertemuan pemilik saham"ucapku datar dan dingin.
__ADS_1
"Atas nama siapa nona"ucap resepsionis sopan kala mengetahui Arin adalah salah satu tamu penting.
"Angel"ucapku singkat dan dingin.
"Ruangannya di aula pertemuan tepatnya dilantai 15 nona"ucap resepsionis.
"Terimakasih"ucapku kemudian melangkah menuju lift.
Saat Arin sudah masuk lift ia pun menekan tombol untuk pergi kelantai 15, tapi sebelum pintu lift tertutup sepenuhnya terdapat sebuah sepatu warna hitam yang menghalanginya. Arin mendongak untuk melihat seseorang tersebut. Arin membelalakan matanya kala melihat si tokoh utama pria yaitu si Sean dan Aciel.
"Kenapa mereka disini"batinku sambil mengalihkan pandangan kearah lain.
"Kok aku lupa ya kalau si sean mengurus perusahaan ayahnya sedangkan Aciel sedang mengurus perusahaannya"batinku sambil merutuki kebodohannya.
"Maaf nona sebelumnya menghalangi tadi, mau ke lantai berapa"ucap asisten Sean sopan.
"Tak apa, lantai 15"ucapku datar dan dingin dengan suara yang sudah disamarkan.
Asisten Sean pun menekan tombol kelantai 15. Didalam lift mereka hanya diam dengan wajah datarnya saja. Tak lama pintu lift terbuka menandakan bahwa sudah sampai dilantai yang dituju.
Arin pun segera melangkah pergi menuju aula pertemuan. Saat masuk kedalam ia terkejut sekali lagi, ternyata ayah dan kakaknya juga ada disini. Tak ingin ada yang mengetahui Arin segera duduk ditempat duduknya.
"Matilah aku, jangan sampai ketahuan. Ok Arin jangan gugup, rileks ok hufff"batinku sambil menghembuskan nafas panjang.
Rapat pun dimulai dimulai dari sambutan pemilik perusahaan dilanjutkan dengan presentasi yang sudah dijabarkan oleh pemilik perusahaan serta juga tentang kerja sama yang dilakukan oleh para pemegang saham, mereka saling memberikan saran dan kritikan tak terkecuali Arin, ia berusaha untuk membaur dengan kondisinya saat ini. 2 jam kemudian rapat pun selesai dengan hasil yang memuaskan satu sama lain. Arin segera beranjak dari tempatnya sebelum ada yang menyadari identitasnya. Saat Arin berhasil keluar dari perusahaan ia pun segera memesan taksi.
Sebenarnya Arin paling tidak suka menunggu, tapi untuk kali ini ia tidak mempermasalahkannya karena keadaan yang mendesak. Tak lama nampak sebuah taksi melaju mendekati Arin.
"Dengan nona angel"ucap sipit tersebut yang dibalas anggukan oleh Arin. Arin pun segera masuk kedalam taksi tersebut.
"Mau kemana nona"ucapnya.
"Cafe***"ucapku singkat.
Ya hari ini Arin ingin menenangkan dirinya, entah kenapa sudah lama ia tak menikamati waktu untuk dirinya sendiri. Terkadang didalam hati Arin ia bertanya tanya apakah kehidupan kedua ini ia sudah menjalaninya dengan benar. Walau begitu ia juga senang karena kehidupan kali ini ia bisa merasakan cinta dan kasih sayang dari keluarganya. Lama termenung Arin tak sadar jika taksi sudah berhenti.
"Nona"ucap sopir tersebut.
"Nona"ucapnya sedikit teriak membuat Arin terlonjak kaget.
"Sudah sampai nona"
"Baiklah, berapa biayanya"ucapku datar tapi terkesan ramah.
"Rp. 100.000 nona"ucapnya. Arin mengeluarkan dompetnya dan mengambil selembar uang kertas nominal seratus ribu. Setelah membayar Arin pun memasuki cafe tersebut.
(Tring)bunyi bel menandakan seseorang masuk dari pintu.
Arin segera mengedarkan pandangannya untuk mencari tempat, ia pun melihat kearah bangku kosong disamping jendela yang menghadap kearah jalanan. Ia pun segera menghampiri bangku tersebut.
"Mau pesan apa nona"ucap salah satu pelayan yang menghampiri meja Arin.
"Mocha satu dan sup iga porsi sedang satu"ucapku sambil melihat kearah menu dan menutupnya kembali.
"Baiklah tolong tunggu sebentar"ucapnya dan dibalas anggukan oleh Arin.
Tak lama nampak seorang pelayan menyajikan mocha dan sup di meja Arin.
"Silahkan dinikmati nona"ucapnya yang dibalas deheman Arin.
Arin pun segera memakan supnya yang tidak terlalu panas membuat perutnya terasa hangat karena rempah rempah yang terkandung didalamnya.
Jeder
Saat Arin makan ternyata cuaca sedang tidak bagus hujan mulai turun membasahi jalan, banyak sekali pengunjung yang berdatangan untuk menikmati secangkir kopi atau untuk berteduh dari lebatnya hujan.
"Pas sekali, hangat"gumamku sambil memakan sup.
Setelah sup nya habis, Arin menikmati kopinya yang tidak terlalu pahit dan tidak terlalu manis, dengan hawa dingin yang sudah memasuki pori pori kulitnya membuat tanganya sedikit dingin. Terlihat kopi tersebut mengeluarkan asap yang menandakan bahwa kopi tersebut masih panas. Ia menyeruput sedikit demi sedikit sambil memandangi hiruk pikuk pengendara dan orang orang yang ada di jalanan.
"Apakah sudah benar"gumamku kemudian menyeruput kopi kembali sambil memandangi jalanan.
~bersambung~
__ADS_1
Jangan lupa like and komen😉😉🤗