
Hari ini adalah hari dimana Arin bisa keluar atau pulang ke rumah. Semenjak Arin sadar sikap Arion sangat posesif dan protective kepada Arin. Ia tidak akan membiarkan Arin dalam bahaya lagi, mangkanya ia harus selalu dekat dengan arin pikirnya.
Seperti sekarang ini Arin tidak dibiarkan untuk pergi menggunakan kakinya, ia harus digendong atau menggunakan kursi roda atas saran Arion yang membuat Arin jengah. Tapi mau bagaimana lagi Arion sangat menyayangi dan menjaga Arin, membuat Arin tak bisa berkutik karena sifat protectivnya Arion.
Sampai di mansion Arion segera menggendong Arin ala tuan putri dan pergi menuju kamar Arin. Ia meletakkan Arin dengan hati hati diranjang. Sebelum ia pergi ia mengelus lembut rambut Arin dan mencium kening Arin agak lama.
"Sweet dream gadis kecil kakak"ucapnya sambil melepas ciumannya dari dahi arin kemudian melangkah pergi.
"Too kak"ucap pelan arin, sebenarnya Arin itu belum tidur ya. Ia hanya pura pura agar kakaknya bisa memberikannya waktu untuk sendiri karena ia akan memeriksa tentang orang yang ingin menabrak Arion kemarin. Karena orang yang menabrak itu seperti sudah menargetkan kakaknya Arion.
Arin kemudian melangkah menuju pintu untuk menguncinya. Kemudian ia pergi ke meja belajar yang terdapat sebuah laptop yang biasanya ia gunakan untuk bekerja sebagai hacker. Setelah itu ia mulai mengetik dengan tulisan tulisan yang rumit sampai ia menemukan titik terangnya.
"Apa ini, jadi ada hubungannya sama si lotus putih itu. Hehehe kayak nya kamu sudah mengibarkan bendera perang. Awas saja akan kubalas kau Evelyn"ucapku pelan dengan senyum seringai.
(Tring tring tring)bunyi ponsel Arin.
"Ya halo"jawabku cuek saat tahu yang menelfon adalah nomor negara atau nomor khusus.
"Ms AX, jadi jawaban apa yang akan anda katakan. Saya sudah menantikannya dulu Sampai sekarang, tapi anda tidak menghubungi pihak kami"ucapnya.
"Lupa"ucapku singkat dan datar.
"Astaga yaampun, kalau begitu berikan kami jawaban sekarang"ucapnya penuh penekanan membuat Arin mengernyit.
"Anda memaksa saya, oh apakah anda tidak takut saya akan menyebarkan data negara ke musuh"ucapku kejam.
"Eh enggak kok. Maksud saya tolong pertimbangkan tawaran saya kemarin"ucapnya
"Apa yang saya dapat jika menerimanya"ucap Arin
"Oh anda akan mendapatkan pelatihan khusus dari kami"ucapnya.
"Tidak terimakasih"ucapku cuek karena aku sudah mengembalikan kekuatan jiwa angel dulu ya. Berarti sekarang Arin sudah bisa beladiri apalagi ia sudah mengembangkannya, membuatnya tambahan kuat.
"Saya belum selesai, anda akan mendapat 10000 anggota inti dibawah komando anda"ucapnya.
__ADS_1
"Cukup menarik, lalu"ucapku.
"Anda juga mendapatkan fasilitas yang memadai dan bayarannya"ucapnya.
"Boleh juga, baiklah saya setuju. Tapi tidak setiap hari misinya. Paling tidak 2 Minggu sekali"ucapku.
"Baiklah tidak masalah kalau begitu anda bisa meminta data atau akses masuk di alamat jln****, terimakasih karena anda sudah bergabung"ucapnya kemudian mematikan telfon.
"Hehe dengan adanya anggota yang ada dibawah komandoku. Aku bisa melawan si tua Bangka itu"ucapku kemudian menyeringai membayangkan siksaan yang pantas untuk mereka yang sudah mencelakai keluarganya.
"Sepertinya tua bangka ini ada hubungannya dengan kakek. Tapi ada apa ya, kenapa mereka saling bermusuhan"pikir Arin.
"Ah sudahlah lebih baik main game aja, bosen dirumah sakit cuma tidur makan aja"ucap Arin menghempaskan tubuhnya ke sofa dan bermain game di ponsel.
Tak terasa hari mulai gelap Arin pun menyudahi bermain gamenya dan melangkah pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai mandi ia mengenakan kaos warna putih dan celana training warna hitam dengan rambutnya yang ia ikat dan menyisakan poni yang menutupi keningnya dengan beberapa helaian rambut yang terjatuh menambah kesan cantik dan imut bagi yang melihatnya.
Setelah selesai bersiap Arin pun menuruni tangga, ia melihat kakaknya yang sudah menunggu di meja makan bersama kedua orangtuanya.
"Selamat malam, ayah bunda, kak Arion"ucapku sambil duduk didepan meja makan.
"Yaudah ayo makan"ucap ayah kemudian diikuti bunda, Arion dan Arin.
Mereka makan dengan tenang tanpa berbicara karena itu merupakan sopan santun atau sebuah aturan. Apalah itu aku juga tak mengerti🤔.
Selesai makan mereka pun duduk di ruang keluarga untuk sekedar nonton tv bersama maupun mengobrol. Saat ini Arin sedang menyenderkan tubuhnya di pelukan kakaknya disofa. Ia menonton tv sambil makan camilan yang ada ditangannya dan menikmati elusan dari kak arion dikepalanya.
"Yah besok aku masuk sekolah ya"ucapku memohon tanpa mengubah posisiku.
"Enggak boleh, Arin masih butuh istirahat. Hari ini saja ayah memperbolehkan kamu untuk pulang. Padahal kamu masih harus rawat inap dirumah sakit"ucap tegas ayah yang diangguki oleh bunda dan kak Arion.
"Tapi yah aku bosan disini apalagi nggak ada kak Arion. Kan Kakak sekolah"ucapku mencoba mencari alasan.
"Oh itu mah gampang, Kaka besok ijin aja biar bisa nemenin kamu"ucap Arion diangguki bunda.
"Tapi kak~"ucapku terhenti saat melihat kak Arion mengapa tajam kearahku membuatku menyerah.
__ADS_1
"Terserahlah, tali lusa aku boleh berangkat sekolah. Titik nggak pake koma"ucapku sambil menggembungkan pipiku dan mengubah posisiku menjadi duduk disamping kak Arion.
"Uhw imut banget sih dek"ucap Kak Arion sambil menggigit pipi kanan Arin.
"Wah kakak kanibal"ucapku bergidik ngeri.
"Bukan kanibal dek, kamu aja punya pipi kok tembem banget kaya panda"ucapnya santai sedangkan Arin ia mengelap pipinya yang ada bekas gigitan Arion.
"Bunda kak Rion jahat"ucapku merengek kepada bunda membuat bunda dan ayah terkekeh geli melihat tingkah anaknya.
"Sayang mangkanya punya pipi jangan tembem tembem deh kan jadi nggak kuat untuk gigit sama cubit"ucap bunda sambil mencubit kedua pipi Arin.
"Ih bunda ma sama aja kaya kak Arion, Hua ayah bunda jahat, kak Arion juga jahat Hua ayah"ucapku membuat ayah tertawa.
"Sini sini peluk sama ayah, nanti biar Arion sama bunda ayah hukum"ucap ayah sambil merentangkan tangannya dan dibalas pelukan oleh Arin.
"Beneran nih ayah"ucapku berbinar.
"Iya dong, nanti biar ayah hukum dengan berat"ucap ayah.
"Ih sayang ayah deh, kalau begitu Arin ke kamar ya. Udah ngantuk hoamm"ucapku sambil menguap.
"Baiklah sana tidur, tapi cuci dulu kaki sama tangannya ya"ucap bunda.
"Siap komandan"ucapku cengegesan sambil hormat.
Arin kemudian mencium pipi satu persatu keluarganya.
"Good night kak, ayah bunda"ucapku sambil melangkah pergi.
"Good night Arin"ucap mereka.
Sesampainya dikamar Arin pun segera mencuci tangan dan kakinya. Setelah selesai ia pun merebahkan tubuhnya di kasur dan memeluk boneka Pikachunya membuat ia perlahan lahan menutup matanya dan menuju mimpinya.
~bersambung~
__ADS_1
Jangan lupa like and komen😉😉🤗