Aku?Jadi Pemeran Figuran!!

Aku?Jadi Pemeran Figuran!!
CHAPTER 34


__ADS_3

Perlahan lahan pintu yang terbuat dari baja khusus anti peluru tersebut terbuka menampakkan sebuah kotak kaca yang dilindungi sinar laser merah disekitarnya yang menjaga sebuah berlian dengan warna biru bercampur sinar emas disekelilingnya yang membuatnya menjadi unik dan langka. Arin dan jendral Hana mulai mendekati kotak kaca tersebut secara perlahan lahan.


Sesampainya didepan kotak kaca tersebut ia segera mematikan lampu laser dengan menggunakan sandi yang diberikan ketua sebelumnya. Ia mulai mengambil kotak tersebut secara hati hati saat laser tersebut mulai menghilang satu persatu.


"Jendral Hana apakah yang saya butuhkan sudah disiapkan"tanyaku dingin sambil memandangi kearah kotak yang ada dikedua tangannya.


"Ya kapten, semuanya ada disini. Tiruan dari berlian asli sudah dibuat kapten beserta kotak kacanya"jawab Jendral Hana tegas.


"Bagus letakkan disitu, kita akan mengecoh musuh"ucapku dingin kemudian menyeringai.


"Jadi kapten, berlian asli akan anda sembunyikan dimana"tanya Jendral Hana.


"Ditempat yang tak terduga"jawabku dingin.


"Oh jangan lupa bertahu pada yang lain siapkan posisi masing masing, sepertinya ini lebih cepat dari yang kuduga"titahku sambil menghadap Jendral Hana.


"Baik kapten"ucapnya sambil mengangkat tangan kanannya(hormat) kemudian menurunkannya dan melangkah pergi.


Setelah Jendral Hana pergi Arin segera mencari sebuah benda untuk menyembunyikan berliannya ditempat yang tidak terduga. Setalah itu ia letakkan benda tersebut dengan aman dan mengaktifkan laser pada berlian palsu.


"Siapa sangka benda yang ditatap sebelah mata akan menjadi wadah yang aman untuk mengecoh para tikus itu"ucapku dingin kemudian melangkah pergi.


Setelah pergi dari ruangan tersebut Arin pun menghela nafas. Rasanya saat menjalankan tugas ada sedikit ketakutan karena sekarang pasti ada yang menanti kedatangannya, akan ada yang memberikan kasih sayang untuknya, membayangkan betapa hangatnya keluarga membuat moodnya menjadi lebih baik. Ia pun melangkah menuju ruang pusat untuk memimpin misi kali ini. Tak lupa semua anggota baik anggota inti maupun biasa menggunakan Ht yang digunakan ditelinga, benda tersebut digunakan agar Arin bisa mengkoordinasi dengan baik.


"Cek, ehem. Baik semua tim sudah ada diposisi"tanyaku tegas sambil melihat lihat kearah sekitar.


"Sudah kapten"jawab lirih mereka serempak namun tegas.


"Bagus, pergerakan musuh dibagian Utara sudah mulai terdengar, siap siap pada tim bagian Utara. Bagian selatan sudah banyak sekali pergerakan musuh, harap hati hati dengan mereka karena anggota musuh yang banyak, untuk anggota yang melindungi anggota inti harap bersiap siap saat musuh telah masuk semua, kita bisa mengepung mereka secara bersamaan"jelasku tegas.


"Mari Mr. M dan anggota lainnya untuk melakukan tugas kita untuk menyerahkan berliannya ke halaman pusat"titahku kepada mereka.(jadi di halaman pusat nanti ada pesawat ya, yang akan mendarat tepat 30menit lagi. Dan sekarang berliannya sudah ada ditangan Arin ok, jadi hanya tinggal menunggu pesawatnya.).


Dimalam yang gelap gulita dan sunyi itu, suara tembakan dan teriakan memenuhi hutan tersebut membuat orang yang mendengarnya akan merinding.suara bom menggema dibagian Utara membuat mereka sedikit kesusahan.


"Tim luar bantu anggota yang berada di arah Utara karena sudah banyak musuh yang lolos dari sana"ucapku cepat.


Tak butuh waktu lama sudah banyak musuh dari beberapa mafia yang dapat memasuki kawasan pusat. Terjadilah tembak menembak dan baku hantam di sana untuk merebut sebuah berlian langka.


"Sepertinya ini akan sedikit sulit"ucapku lirih yang dapat didengar anggotaku.


Banyak musuh yang mulai menargetkan Arin karena ia yang membawa kotak tersebut dengan bantal bewarna merah untuk melindungi agar tidak pecah saat jatuh. Arin tak tinggal diam ia mulai menembak dan menendang mereka semua yang mau mendekat kearahnya. Ia juga dibantu oleh ketua mafia no 1 dan jendral lainnya.


Dari arah Utara Arin terdapat senapan yang sudah siap ditembakkan kerah Arin. Sontak Arin melakukan salto kebelakang sambil menendang kepala musuh yang ada didepannya. Dari arah belakang terdapat 5 orang yang siap menambah kearah Arin membuatnya menunduk kemudian berguling dan bersembunyi diposkan yang ada didekatnya. Ia mulai menembak kearah mereka dengan sekali gerakan.


"Lapor kapten tim luar, musuh sudah berada ditengah tengah"lapor mereka.


"Kepung, menyingkir dan bom dari atas"ucapnya singkat sambil terus menembaki musuh.


"Tch, masih 10 menit lagi pesawat tiba"decakku kesal sambil terus menembaki mereka secara membabi buta.


"Mr. M, awas diarahkan jam 3 seorang kiri"peringatku saat melihat sebuah senapan yang akan diarahkan ke MR. M


"Terima kasih"ucap Mr. M singkat.


Semua anggota yang berada di kawasan pusat tampak mulai kelelahan apalagi masih banyak musuh yang berdatangan. Arin mulai mengendap endap sambil menembaki musuh dari belakang. Ia mulai berjalan perlahan lahan untuk mendapatkan tempat yang strategis untuk melempar bom racun yang sudah disiapkannya. Sampai ditempat parkiran ia melempar bom tersebut kearah jam 9 serong kanan yang terdapat kumpulan musuh.

__ADS_1


Duar


Duar


Duar


Suara bom tersebut menggema dikawasan pusat, apalagi orang yang berada dijangkauan bom mulai kehabisan nafas dan mati dengan tubuh kering.


"Tinggal 3 menit terakhir pesawat akan mendarat"lirihku sambil melihat keatas langit dan melihat sebuah pesawat yang akan mendarat.


Tampak semua musuh mulai gencar untuk menyerang anggota pusat. Ara yang melihatnya juga tak tinggal diam ia mulai menembaki mereka secara diam diam dan mengebom musuh yang sedang berkumpul.


Bom


Duar Duar Duar


Suara ledakan terdengar dari arah hutan, dapat diprediksi bahwa musuh yang telah dikepung sudah mati karena ledakan.


"Lapor kapten, tugas sudah dilaksanakan"ucap tim luar.


"Bagus, anggota tim inti segera masuk kawasan pusat. Anggota luar tetap berjaga ditempat untuk berjaga jaga apabila kecolongan"titahku.


"Baik kapten"jawab mereka.


"Siap siap semua, pesawat akan mendarat"ucapku tegas.


"Baik kapten"ucap mereka serempak.


Arin memutar otaknya untuk mendekati pesawat tersebut, agar ia dapat menyerahkan berliannya. Ia mulai berjalan perlahan lahan mendekati halaman pusat.


"Baik"ucap mereka.


Mr.M dan jendral Leo pun segera menuju halaman pusat. Tembak menembak pun tak dapat dielakkan, diarah belakang


Mr. M terdapat banyak musuh yang mulai menyerang membuat mereka berdua kesusahan. Arin yang melihatnya tak tinggal diam, segera ia masukan peluru kedalam pistolnya dan mulai menembaki musuh.


"Shit, jumlah musuh terlalu banyak. Mr. M dan jendral Leo menyingkir kearah kanan sejauh 500 meter saya akan melempar bom kearah kawasan"ucapku tegas.


"Baik"jawab mereka berdua serempak.


Arin mulai mengambil ancang-ancang untuk melempar bom tersebut, saat dirasa musuh sudah berkumpul dan ada peluang, Arin pun melempar bom tersebut dan


Duar


Bom tersebut meledak dan memunculkan asap yang merupakan racun. Siapapun yang menghirup racun tersebut akan mengalami sesak napas kemudian mati dengan tubuh mengering.


"Nice"gumamku saat melihat kawasan pusat yang sudah longgar.


Arin pun segera mendekati pesawat tersebut. Tanpa diduga dari arah belakang terdapat musuh yang akan menembak Arin, seketika Arin pun menunduk dan memutar badannya


Dor


Tepat disaat itu Arin menembak kepala musuh dengan sekali gerakan. Diarah samping kanan terdapat beberapa musuh yang akan menembak, Arin pun segera berlari kearah kiri dan melakukan salto dengan tumpuan pada tembok yang ada diarah kirinya. Saat melakukan salto ia menembaki kepala musuh dan mendarat dengan sempurna sambil terus memegangi kotak tersebut.


Tinggal sedikit lagi ia akan mencapai pintu masuk pesawat, ternyata dari atas terdapat musuh yang Arin yakini bahwa orang tersebut adalah salah satu pimpinan musuh yang mengambil kotak tersebut membuat Arin terkejut dan hanya memegang bantal bewarna merah.

__ADS_1


Arin menyeringai tipis sampai tidak ada yang menyadarinya.


"Serahkan kembali kotak itu"ucapku penuh penekanan kepada kuah yang ada didepannya.


"Tidak akan terjadi. Barang ini sudah menjadi milikku hahaha"ucapnya tertawa jahat.


"Dalam mimpimu"ucapku sambil meninju kepala musuh.


Musuh tersebut juga mulai menyerang. Mereka berdua sama sama saling menyerang dengan salah satu tangan mereka yang membawa barang.


Saat ada kesempatan Arin pun menebak lengan kanan musuh membuatnya berteriak. Musuh tersebut dibantu bawahannya melarikan diri dengan helikopter yang ada diatas dan sudah mengulurkan talinya. Seketika musuh tersebut pun melarikan diri dengan membawa kotak kaca bersama berliannya.


"Kapten bagaiman ini, musuh telah mengambil barangnya"ucap mereka panik.


Arin yang mendengarnya menyeringai kemudian tertawa lembut.


"Jangan khawatir, dia hanya membawa kotak asli tapi tidak berlian yang asli"ucapku tersenyum kemenangan.


Arin pun segera masuk kedalam pesawat tersebut sambil membawa sebuah bantal bewarna merah.


"Agen AX dimana barangnya, apakah barang tersebut hilang "ucap komandan pasukan.


"Tidak, barangnya saya bawa berada didalam bantal ini"ucapku tegas sambil membuka bantal tersebut sambil memperlihatkan sebuah berlian yang ditentukan disebuah kotak kaca yang kecil.


"Bagus agen AX. Tugasmu kali ini selesai"ucapnya sambil membawa berlian tersebut.


Arin pun segera turun dari pesawat dan mendekati anggotanya.


"Misi selesai"ucapku singkat tapi membawa kebahagian bagi mereka yang mendengarnya.


"Laporan"ucapku kepada mereka.


"Maaf kapten, tidak ada yang meninggal rata rata semua anggota mengalami cidera tembakan dan luka bakar"lapor mereka.


"Bagus, panggil tim medis dan segera rawat mereka dengan baik"perintahku langsung dijalankan oleh mereka.


"Maaf kapten, tangan anda berdarah. Mari kami obati"ucap salah satu anggota tim medis.


"Tidak perlu biar aku yang melakukannya"ucapku sambil melirik kearah pundakku yang terkena tembakan. Tembakan itu terjadi saat Arin ingin masuk kedalam pesawat, tapi ia menahannya sebentar agar tugas segera terselesaikan.


Sambil membawa kotak P3K Arin menyusuri hutan tersebut sampai ia menemukan sebuah air terjun dengan air yang sangat jernih ditambah dengan cahaya yang berasal dari kunang kunang tampak membuat tempat tersebut menjadi lebih indah. Arin pun segera mendudukkan tubuhnya kesalahan satu bebatuan sambil mengobati lukanya. Ia sedikit mengiris pundaknya dan mencongkel peluru tersebut agar keluar. Tak tampak ekspresi sakit diwajah Arin, ia hanya tampak datar seolah tidak terjadi apa apa. Ia mulai membalut luka tersebut menggunakan perban. Selesai mengobati lukanya, Arin hanya duduk diam melamun sambil memandangi pemandangan air terjun yang berada didepannya.


Sampai lamunannya terhenti kalaendengar suara langkah kaki yang mendekat kearahnya.


"Siapa"ucap Arin tanpa jejak ekspresi diwajahnya.


Setelah Arin bertanya tampak seorang lelaki yang mengenakan topeng bewarna hitam yang muncul dari arah kanan Arin.


"Maaf menganggu"


~bersambung~


Jangan lupa like dan komen ๐Ÿ˜‰๐Ÿค—๐Ÿค—


Maaf kalau lama update bukan berarti author tidak niat membuat novel ini, tapi author lagi sakit mau mikir aja kepala jadi pusing. Ini aja author paksain supaya bisa up karena udah terlalu lama tidak update.

__ADS_1


Fighting ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


__ADS_2