Aku?Jadi Pemeran Figuran!!

Aku?Jadi Pemeran Figuran!!
CHAPTER 25


__ADS_3

POV Michel


Aroma obat obatan menyeruak di hidungku, dapat kurasakan perutku yang terasa linu dan keram. Aku mulai membuka mataku perlahan. Rasa pusing mulai terasa dikepalaku secara spontan tanganku memegang kepalaku.


"Apa yang terjadi padaku"gumamku.


Terakhir kali yang ku tahu, aku sedang dikejar oleh geng musuh dijalan sampai perutku tertembak. Aku mati matian untuk menyelamatkan diri, sampai bersembunyi disalah satu gang kecil. Saat kesadaran ku mulai menipis dapat kulihat siluet perempuan yang menanyaiku. Aku samar samar melihatnya tapi dari aroma tubuhnya aku seperti mengenalnya, tapi siapa aku tidak tahu pasti. Sampai kesadaran ku habis, dan tersadar sekarang aku berada di rumah sakit.


Aku pun mulai mengedarkan pandanganku kearah lain sampai netra mataku menangkap sesosok gadis kecil yang sedang tertidur disofa, aku jelas tahu siapa itu. Perempuan yang selalu muncul dimiliki, perempuan yang selalu membuatku berekspresi, perempuan yang selalu membuatku memiliki emosional. Ternyata ia yang telah menyelamatkanku, beruntungnya aku melihatnya kembali lagi karena terakhir kalinya aku melihat saat aku menjenguknya di rumah sakit 5 hari yang lalu.


"Arin"ucapku pelan sambil tersenyum lebar.


POV Michel end


Arin mulai menggeliat kala seseorang memanggil namanya, jangan lupakan bahwa Indra dan insting seorang agen itu tajam. Tentu saja walaupun tertidur Arin tetap waspada dengan keadaan sekitar. Ia mulai membuka matanya perlahan sampai ia melihat seseorang yang ditunggunya sekarang sudah membuka mata. Arin pun segera menghampirinya.


"Bagaimana keadaanmu"ucapku sambil duduk disebuah kursi didekatnya.


"Kamu khawatir"bukannya menjawab Michel justru memberinya pertanyaan.


"Hufft iya aku sedikit khawatir, bagaimana keadaanmu sekarang"ucapku tersenyuk terpaksa.


"Aku baik baik saja"ucap Michel sambil tersenyum lebar membuat Arin mengerutkan dahinya.


"Kenapa tersenyum melihat seperti itu, membuatku merinding saja"batinku.


"Uh Arin yang imut mengkhawatirkan aku bahagianya, kalau begitu aku pilih sakit saja"batin Michel dengan hati yang berbunga bunga. Jika Arin yang mendengarnya ia tidak akan segan segan memukul kepala Michel, ia sudah mengatakan kalau ia sedikit khawatir kenapa disalah artikan.


"Kalau begitu aku pulang saja"ucapku sambil melangkah pergi.


"Itu aku sudah beli bubur kalau makan, tinggal minta tolong suster aja buat manasin"ucapku sambil menunjuk kearah plastik yang ada dimeja sebelah pasien.


"Eeh tunggu dulu, apakah kamu tidak mau menjagaku sebentar sampai aku makan dan tertidur kembali"ucapnya dengan nada yang err bisa dibilang manja.


Arin yang mendengar suara Michel yang berbeda pun membuat bulu kuduknya merinding.


"Hah apa"ucapku mengerutkan keningku.


"Arin tolong suapi aku, tubuhku sedang lemas"ucapnya dengan nada yang lemah.


"Astaghfirullah, anak siapa ini. Kenapa si datar yang datarnya kayak tembok dan dinginnya kaya kutub selatan jadi lembek kaya lem gini. Apakah pas operasi membuat otaknya sedikit geser"batinku.

__ADS_1


"Jangan ngada ngada kamu, yang luka itu perutmu bukan tanganmu"ucapku cuek.


"Arin please, help me"ucapnya sambil menampilkan pupy eyes.


"Ni orang kenapa sih kok jadi imut gini"batin Arin sambil memalingkan wajahnya.


"Huftt baiklah "ucap Arin sambil membuka sebuah bubur yang dibelinya tadi, karena belinya sudah sejam yang lalu Arin pun memanaskan terlebih dahulu didapur rumah sakit setelah meminta ijin.


"Nih makan"ucapku sambil menyodorkan sendok yang sudah ada buburnya.


"Yang lembut dong"ucap Michel.


"Huftt baiklah, nih Michel makan dulu ya aa"ucapku lembut dan tersenyum paksa.


"Am nyam, enak"ucap Michel sambil mengedipkan matanya membuat Arin geram.


"Rasanya pengen ku congkel tuh mata"batinku.


Arin menyuapi Michel sesendok demi sendok sampai habis. Ia membuka sebuah air mineral.


"Minum dulu"ucapku sambil membantu Michel untuk meminumnya.


"Nah sekarang minum obatnya"ucapku sambil membuka obat yang sudah diresepkan dokter sebelumnya.


"Emm Michel nggak pahit kok kalau minum obatnya sambil ngelihatin Arin, coba deh minum obatnya"ucap Arin sambil menampilkan pupy eyesnya.


"Wah Arin imut banget"batin Michel tak sadar saat Arin memasukkan obat kedalam mulutnya.


"Nah sekarang minum dan telan"ucap Arin tersenyum dan masih menampilkan muka imutnya membuat Michel melakukannya tanpa sadar. Saatichel sudah minum obat Arin pun mengubah raut wajahnya kembali.


"Nah kan nggak pahit obatnya"ucapku.


"Loh kapan aku minum obatnya"ucap Michel bingung dengan perkataan Arin.


"Segitunya ya efek keimutan Arin"ucap Arin tersenyum lebar sambil mengedipkan matanya membuat Michel mimisan yang melihatnya.


"Loh loh kok malah mimisan sih "ucap Arin panik sambil mengelap hidung Michel menggunakan sapu tangannya.


"Salahkan pesonamu itu yang terlalu luar biasa untukku"batin Michel masih bengong.


"Hei Michel, Michel"ucapku sambil melambaikan tangan di wajah michel.

__ADS_1


"Eh iya apa"ucap Michel sedikit gugup.


"Huftt sekarang kamu istirahat ya, aku juga mau pulang. Besok aku akan menjengukmu lagi"ucapku lembut.


"Baiklah tapi besok jenguk aku lagi hoam"ucap Michel dengan mata yang terkantuk karena pengaruh obat. Lama kelamaan mata Michel mulai tertutup.


"Oke, by Michel"ucapku mencium kening Michel spontan.


"Aduh spontan aja, kebiasaan deh kaya kakak"ucapku sambil menggelengkan kepalaku dan mulai pergi dari ruang tersebut.


Yang tidak diketahui Arin, ternyata Michel hanya memejamkan matanya. Sekarang keadaan Michel ia sedang mematung dengan mukanya yang sudah merah padam. Ia tak menyangka kalau Arin akan menciumnya.


"A aku dicium Arin"ucap Michel gagap sambil menyentuh dahinya yang dicium Arin.


"Ah bahagianya"ucap Michel sambil tersenyum lebar dengan hati yang berbunga berbunga dan mulai memejamkan matanya.


#####


Saat ini Arin sudah berada didepan rumahnya, tadi ia sudah memesan taksi untuk mengantarnya pulang. Sampai didepan pintu Arin melihat kearah sesosok laki laki yang tertidur di sofa depan rumahnya.


"pasti nungguin"ucapku pelan sambil menghampirinya.


"kak ayo pindah kamar, nanti tubuhnya pegel pegel loh"ucapku sambil menggoyangkan tubuh Kak Arion.


Arion pun mulai menggeliat dan membuka matanya perlahan.


"loh dek baru pulang"ucapnya sambil mendudukan tubuhnya disofa.


"iya kak, maafin Arin ya terlalu lama jadi kakak tertidur disini"ucapku merasa bersalah.


"nggak apa apa, beneran kamu nggak kenapa kenapa kan dek"ucap Arion sambil mengecek tubuh Arin dan memutar mutar ya.


"kak hentikan Arin tidak apa apa, seperti yang aku ucapkan ditelfon. Arin cuma mengantar teman Arin yang terluka"ucapku mencoba menenangkan kak Arion.


"huftt kalau begitu kamu bersihkan dulu tubuhmu sana, setelah itu baru tidur"ucap Arion sambil mengelus rambut Arin pelan.


"baiklah kak, kalau begitu Arin kekamarku dulu bye"ucapku mencium pipi Arion kemudian berlari menuju kamarnya.


"dasar Arin"ucap Arion pelan sambil tersenyum dan memegang pipi yang dicium Arin.


~bersambung~

__ADS_1


Jangan lupa like and komen😉😉😊


Dan kalau ada saran ama kritikan oke katakan saja. Tapi kalau pedas pedas jangan ya, bulan puasa jangan namabah dosa lebih baik cari pahala.


__ADS_2