
"Kak, kakak kamu nggak apa apa kan?. Apa ada yang sakit?kenapa diam apa ada yang luka ha, jawab kakak"tanya Arin tergesa gesa disamping Arion yang masih terpaku dengan kejadian tadi.
Sampai ia tersadar saat setetes cairan mendarat dipipinya, sontak ia melihat kerah Arin yang sedang mengkhawatirkannya sambil menangis. Dengan pelan ia menangkup kedua pipi Arin dan mengelusnya.
"Kakak tidak apa apa dek. Sekarang kakak yang tanya kamu tidak apa apa kan, kenapa kamu nyelametin kakak lagi. Kakak tidak mau ya melihatmu terluka untuk kedua kalinya hanya untuk menyelamatkan kakak"ucap Arion serius kemudian memeluk Arin yang masih menangis.
"Karena aku sayang kakak"ucap Arin pelan sambil memeluk erat tubuh Arion. Arion yang mendengarnya pun tersenyum tulus dan juga membalas pelukan erat itu.
Dari arah berlawanan nampak ayah dan bunda yang sedang berlari kearah mereka. Nampak jelas dari wajah mereka yang dipenuhi kekhawatiran, apalagi bunda yang sangat takut akan kehilangan putrinya lagi. Sesampainya mereka di lokasi, bunda segera memeluk mereka berdua dengan erat sambil terus bergumam mengucapkan syukurnya.
"Kalian tidak apa apa kan. Lebih baik ayo kita pulang, kalau ada yang sakit ayo segera kita obati dirumah"ucap ayah sambil merangkul istrinya.
"Baiklah ayah"sahut 2A.
Setelah itu mereka langsung pulang. Tapi jangan salah Tuan Abraham sudah meminta anak buahnya untuk menyelidiki kasus ini, ia takut untuk kehilangan anaknya lagi. Sesampainya dirumah Arin dan Arion harus pasrah karena sejak pulang bunda mengecek keadaan mereka.
"Tenang ya Bun, Arin dan kakak sudah tidak apa apa kok"ucapku berusaha menenangkan bunda yang masih khawatir.
"Tapi tapi..."belum sempat bunda bicara Arion sudah menyela.
"Bunda tenang ya, kakak sama Arin nggak apa apa. Bunda istirahat ya"ucap Arion sambil menggenggam kedua tangan bunda.
Bunda yang mendengar ucapan Arin dan Arion hanya menghembuskan nafas panjang. Ia sebenarnya takut, bagaimana mungkin ia tidak takut kala melihat anaknya yang hampir tertabrak mobil. Apalagi sejak kejadian anak pertamanya yang meninggal karena tertabrak, membuatnya sangat takut kehilangan lagi.
"Baiklah sana istirahat"pasrah bunda.
__ADS_1
Arion dan Arin segera menuju kamar mereka masing masing.
Di dalam kamar Arin saat ini sedang membuka handphonenya. Dari awal masuk cafe ia sudah curiga ada yang membuntuti mereka. Ia juga beralasan saat ingin difoto karena ia merasa sedari tadi diperhatikan dari bawah. Jangan salah ia yang seorang agen tentu harus memiliki insting yang kuat. Tentunya ia dapat merasakan niat buruk yang berada disekitarnya.
"Dugaan ku ternyata benar tua bangka itu mengincarku ya"helaan nafas keluar saat melihat foto tersebut terasa janggal saat dilihat secara teliti.
"Apa mereka tidak mempertimbangkan peringatanku yang terakhir"gumamku.
"Sepertinya aku harus waspada kali ini. Aku tidak akan membiarkan mereka menyakiti keluargaku"ucapku dingin sambil menatap tajam kearah handphonenya.
"Tua bangka ini sungguh menyebalkan, ruang gerakku pasti akan berkurang karenanya"ucapku sambil menggertakkan gigi.
"Apa aku harus...sepertinya iya, ini salah satu cara agar keluargaku tidak terkena imbasnya haish. Masalah ini sedikit merepotkan"ujarku sambil memijit pelipis.
Segera ia mulai meretas keamanan perusahaan mereka. Jari jarinya yang halus dan lentik terlihat indah saat sedang melakukan hacker. Ia mulai membobol satu persatu pertahanan mereka. Cukup sulit untuk hacker tingkat profesional sekalipun. Walau begitu Arin tak pantang menyerah ia berusaha agar bisa menembus keamanan mereka. Sampai akhirnya ia mendapat informasi yang mencengangkan.
"Astaga terbuat dari apa hati mereka. Mereka menculik anak anak kemudian dijadikan eksperimen dengan hewan. Dan banyak juga ibu hamil yang diambil secara paksa bayinya untuk dijadikan obyek ekperimen. Mereka benar benar gila, apalagi masih banyak hal perbuatan keji lainnya"ucap Arin menggertakkan giginya saat melihat betapa kejinya keluarga mereka.
"Aku benar benar tak sabar ingin memenggal kepala mereka dengan kedua tanganku ini"ucap arin dengan seringai dibibirnya.
Tit tit tit
Terdengar suara dari laptopnya membuat Arin terkejut karena ia ketahuan mengambil data tersebut. Ia pun segera mempertahankan lokasinya agar tidak ketahuan, ia mulai dengan jari kecilnya sampai ia berkeringat. Walau begitu ia harus tetap tenang, saat ini masalahnya ia hanya menggunakan laptop andai kata ia memiliki sistem yang lengkap ia tidak akan mudah untuk ketahuan. Karena di masa lalunya ia adalah hacker dari segala hacker. Tak ada yang tau tentang identitasnya mereka hanya tahu bahwa kode miliknya adalah AX. Sampai satu jam akhirnya ia bisa menyamarkan lokasinya di negara lain, tak lupa juga setiap 10 menit lokasi tersebut akan berubah ubah.
"Huh, sudah lama aku tak merasakan perasaan seperti ini. Dulu aku bahkan tidak ingat caranya tersenyum sampai akhirnya tersenyum untuk terakhir kalinya di sisa hidupku. Aku dulunya yang kejam saat membunuh bahkan tak ada ekspresi di raut wajahku. Tapi sekarang aku harus menggunakan berbagai ekspresi karena aku sudah berjanji padamu Arin untuk membahagiakan dan menjaga keluargamu"ucap Arin/angel datar tanpa ekspresi kemudian muncul seringai dibibirnya.
__ADS_1
Sedangkan ditempat lain seorang pria yang sudah berumur setengah abad itu sedang meluapkan emosinya. Ia mendengar kabar bahwa informasi tentang eksperimennya bocor. Sontak hal tersebut membuatnya murka.
"Apa kalian bodoh hah"teriaknya sambil menatap tajam kearah 10 bawahan yang ada didepannya.
"Bagaimana bisa informasi ini sampai bocor ke orang lain. Mati saja kau"ucapnya geram kemudian menembak bawahannya satu persatu.
"Jack lacak orang itu dan lenyapkan"titahnya sambil menatap tajam kearah asisten yang ada disampingnya itu.
"Bbaik pak"ucapnya gugup saat melihat sorot tajamnya.
"Arghh sialan, sial"teriakannya menggema sampai ke penjuru ruangan membuat orang yang mendengarnya bergidik ngeri.
"Awas saja orang itu, akan kubakar orangnya hidup hidup"ucapnya mengeraskan rahangnya sampai terlihat jelas urat urat disekitar lehernya.
~berdambung~
Jangan lupa like and komen ya๐๐๐.
Terima kasih lho yang masih support author sampai sini. Walau pasti kadang kesel sama author karena lama updatenya.
Tolong maklumilah saya ini masih seorang pelajar, apalagi saya belajar dari jam 6 pagi sampai jam 4 sore. Belum lagi bersih bersih rumah ngerjain pr. Pusing authornya hehehe maaf author malah curhat.
Tetap jaga kesehatan ya, jangan sampai kaya author pernah sakit sampai sebulan nggak sembuh sembuh kemarin. Astaga author bingung saat itu sempet takut kalau kena virus, eh alhamdulilah seminggu ini sudah baik baik saja, kaya orang sehat pada umumnya.hah sudahlah kalau begitu bai bai๐๐๐.
Eh kasih spoiler ah, jadi episode episode ini Arin akan fokus ke tahap pembalasan dendamnya ya. Dan akan diselingi beberapa romantisme bersama seseorang yang masing tanda kutip hehehe๐๐คฃ. Penasaran terus tunggu kelanjutannya ya๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ
__ADS_1