Aku?Jadi Pemeran Figuran!!

Aku?Jadi Pemeran Figuran!!
CHAPTER 4


__ADS_3

Keesokan harinya sesuai janji Arion kepada Arin, ia akan menemani berbelanja untuk perlengkapan sekolah Arin. Tapi ya itu si Arin terlalu semangat, pagi pagi sudah membuat kegaduhan di mansion keluarga Abraham.


"Ayo kak, cepetan. Nanti keburu habis barangnya"ucapku antusias.


"Astaga dek, ini masih jam 06.00 pagi belum di buka tokonya, yaampun"ucapnya mendengus kesal dan masih berbaring di ranjang.


"Loh kok gitu sih, nggak profesional banget sih. Apaan tuh mall, jam segini kok belum dibuka. Padahal orang kan butuh barang selama 24 jam penuh, ck ck kayaknya aku harus bikin mall sendiri deh kak yang bakal buka 24 jam"ucapku dengan tangan kanan memegang daguku yang terkesan imut.


"Aduh dek, buka 24 jam kayak UGD aja"ucapnya bercanda.


"Apaan sih kak, ini tu namanya otak bisnis. Kamunya aja yang nggak ngerti ck ck. Nyebelin loh kak"ucapku cemberut.


"Terserah anda tuan putri, anda selalu benar"ucapnya tertawa sambil menunduk layaknya bangsawan.


"Aku juga tahu kok rakyatku yang jelata kalau tuan putrimu yang cantik dan imut ini selalu benar"ucapku tertawa sambil mengelus kepala kakakku.


" Ck ck dasar adek laknat, ngatain kakaknya sendiri rakyat jelata. Dan apaan tadi cantik, imut. Dari mana coba"ucap kak Arion sambil melipat tangan didadanya.


"Oho tentu saja sejak lahir dong, selalu imut dan cantik"ucapku PD sambil mengibaskan rambutku.


"Punya adek kok narsisnya nggak ketulungan ya"gumam kak Arion yang masih terdengar di telingaku.


"Apa, nggak nyadar diri dia. Coba deh kita tes para readers"batinku sambil menyeringai.


"Hehehe kak, di mansion ini yang paling tampan siapa"ucapku polos sambil tersenyum menyeringai.


"Oho tentu saja kakakmu ini yang paling tampan, di tambah pintar lagi.Apa yang kurang coba dari kakak"ucap kak Arion cepat sambil membusungkan dadanya.


"Eleh tadi aja ngatain aku narsis, sendirinya aja narsis amat. Emang sih nggak ada yang kurang tapi tetep aja kakak masih jones alias jomblo ngenes"ucapku tertawa terbahak-bahak.


"Ngejleb dong,damagenya aduh. Mulutnya kok nggak ada remnya"ucapnya dramatis sambil memegang dadanya.


"Kak aku heran deh, rumor rumornya itu seorang Arion Abraham itu orangnya cuek, datar, cool, tegas. Kok ini malah kebalikannya ya, dramatis, narsis, gila"ucapku polos


"Ya ampun dek kata katanya itu lho sungguh tajam seperti pedang, ngena banget dihati lho dek"ucapnya sambil memegang dadanya.


"Terserahlah kak, aku tunggu di depan tv. Sana mandi bau acem"ucapku sambil menutup hidungku.


Setalah puas menganggu kak Arion aku pun segera pergi ke kamarku. Di dalam kamar aku sedang berpikir, apa yang akan ia lakukan jika bertemu tokoh utama.


"Emm mungkin aku harus cari kerjaan dulu karena saat Arin kelas dua SMA, perusahaan ayahnya bangkrut karena ditipu. Aish tapi aku kerja apa ya, em jadi modelkah? Tapi aku nggak suka jadi bahan omongan. Hehe sebagai seorang agen khusus tentu saja aku bisa segalanya. Aku akan mulai dari hacker dulu, setalah mendapat uang aku akan menaruh saham di beberapa perusahaan yang aku ketahui akan terkenal di masa depan hehehe benar benar ide yang bagus"ucapku sambil tersenyum licik.

__ADS_1


"Soal tokoh utama ma bomat, tinggal jalani apa adanya. Bedanya aku nggak bakal kena tipu ama tu ular(si antagonis) dan sifat ku mungkin akan beda"ucapku tersenyum.


"Yosh mari kita nikmati kehidupan kedua ini"batinku.


Tak lama jam menunjukkan pukul 10.00 siang, aku pun segera beranjak menuju ruang tamu.


"Kak"ucapku saat melihat kak Arion yang sedang duduk di sofa sambil memegang handphonenya.


"Apa dek"ucap kak Arion sambil melihatku.


"Ayuk kak berangkat, sudah buka kan"ucapku


"Yaudah ayo, paket mobil apa motor"ucapnya sambil mengambil jaket.


"Pake motor aja kak, yang sport warna hitam ya"ucapku sedikit berteriak.


Saat ini aku mengenakan kaos warna putih dengan celana jeans bewarna biru dongker ditambah jaket kulit warna coklat muda, dan rambut yang ku gerai tanpa make up membuatku cantik, sederhana dan imut.


Sedangkan kak Arion ia mengenakan kaos oblong dengan celana jeans hitam dan jaket bewarna coklat membuatnya terlihat sangat tampan dan berkarisma.


"Ayo dek berangkat"ucapnya sambil menatap ke arahku, aku pun segera menaiki motor sambil mengenakan helm.


"Udah kak"ucapku dengan tangan melingkar di pinggang kak Arion.


Brum


Brumm


S


K


I


p


Sesampainya di mall, aku pun begitu antusias sampai lupa melepas helm.


"Dek helmnya dibuka dulu "ucap kak Arion sedikit berteriak kearah ku yang sedang berlari.


"Oh ya lupa"gumamku sambil kembali menuju kearah kak Arion.

__ADS_1


"Kak lepasin"ucapku


"Ok ok anak manis sini, kakak lepasin dulu helmnya"ucapnya sambil melepas helm dari kepalaku.


"Terima kasih kak"ucapku tertawa lebar membuat lesung pipi kananku terlihat manis dan imut.


."uhh sial imut banget sih adikku aaa, nggak tahan"batin Arion sambil bengong melihat kearah adiknya.


"Kak, kakak KAKAK"ucapku sedikit berteriak sambil melambaikan tanganku kearahnya.


"Oh eh, apa sih dek teriak teriak"ucapnya datar.


"Waduh kumat nih sifat aslinya"batinku


"Salah kakak sih, di panggil nggak denger denger"ucapku sambil menggembungkan pipiku.


"Kekeke oke kali aku salah"ucapnya sambil mencubit pipiku, dan ya berhasil membuat pipiku memerah.


"Ih kakak jangan dicubit"ucapku kesal.


"Yaudah ayo masuk, malah ribu disini"ucap kak Arion sambil menggandeng tanganku.


Saat kami tiba banyak pasang mata yang tertuju kepada kami dan banyak pula bisikan bisikan penuh kagum ataupun iri dengan dengan Arin dan Arion.


'kyaa imut sekali cewe itu'


'pengen gue karungin tua cewek'


'cogannya parah'


'uhh terlalu hot'


'dll'


Kami pun hanya cuek bebek, asalkan mereka tidak menganggu its okay.


2 jam mereka lalui dengan berbelanja dan bermain game di time zone, membuat mereka senang. Setelah selesai bermain mereka pun segera pulang.


~bersambung~


Jangan lupa like and komen😉😉🤗

__ADS_1


__ADS_2