
Keesokan harinya Arin sudah bangun sejak pukul 06.00, ia sudah bersiap dengan seragamnya dan memakai almamaternya warna biru Dongker (sudah ganti lagi ya😅).Tak lupa ia sedikit memoles wajahnya dengan bedak bayi dan pelembab bibir. Ia juga mengikat rambut peraknya yang panjang.
"Ok perfect"ucap Arin sambil berkaca.
Kemudian ia pun turun ke dapur untuk memasak sarapan untuknya dan kakaknya, karena orangtua 2A sedang ada di Bandung karena urusan bisnis. Arin pun menyiapkan makanan yang sederhana yaitu omelette dan nasi putih ditemani susu putih yang panas.
"KAK CEPET SARAPANNYA DAH SIAP NI"ucapku sambil membawa makanan ke meja makan.
"IYA DEK BENTAR LAGI SEPATUAN"ucap kak Arion sambil berteriak. Setalah selesai mengikat tali sepatunya, Arion pun bergegas menuju tempat makan. Karena ia sudah sangat kelaparan, karena kemarin malah ia hanya makan mie saja. Soalnya waktu itu si Arin sudah tidur sedangkan Arion tidak bisa masak kecuali mie instan akhirnya ia hanya makan mie untuk mengganjal perutnya.
"Maaf dek lama"ucap kak Arion menatap makanan yang sudah tersedia dimeja.
"Maaf ya kak, soalnya bahan bahannya nggak ada. Nanti setelah pulang kita belanja dulu ya"ucapku sedikit bersalah.
"Nggak apa apa dek dari pada makan mie. Ok nanti kita belanja"ucap kak Arion sambil tersenyum dan menyendok lauknya.Arin pun ikut tersenyum saat melihat kak Arion tersenyum.
Mereka makan dengan nikmat walau sederhana tapi tetep saja masakan Arin itu sangat enak.
"Gila padahal cuma omelette kok enak banget ya. Beda kalau aku, dadar telur aja tinggal bentar sudah gosong. Tangan pro sama noob mah beda level"batin Arion sambil makan dengan lahap.
Setelah selesai makan, Arin dan Arion bersiap untuk berangkat sekolah mengenakan mobil sport miliknya.
"Dek ayo"ucap kak Arion sambil menghidupkan mobilnya.
"Iya kak sebentar"ucap Arin sambil mengunci pintu rumahnya dan segera berlari menuju mobil kakaknya.
"Hosh hosh, minum kak"ucapku sambil masuk kedalam mobil dan langsung memakai tali pengaman.
"Itu didepanmu ada"ucap kak Arion sambil menjalankan mobil.
Arin langsung melihat kedepan dan meraih botol mineral tersebut.
"Loh kok sudah dibuka"ucapku polos.
"Tadi sudah kakak minum, nunggu kamu lama"ucap kak Arion masih fokus kedepan.
Arin pun langsung meminumnya dengan rakus.
"Huh lega"ucapku sambil menutup botol minuman tersebut dan meletakkan kembali ke temoat semula.
"Kak Arion"ucapku sambil menatap kak Arion.
"Hem"hanya dibalas deheman oleh Arion karena masih fokus menyetirnya.
"Kak Arin kalau pergi lama kakak bakal kangen nggak"ucapku dengan mengedip-ngedipkan mata.
"Kemana dulu baru kakak jawab"ucap kak Arion halus.
"Emm nggak tahu. Tapi kakak nggak bisa bicara sama Arin saat Arin pergi"ucapku polos.
"Gimana ya"ucap kak Arion menggoda
"Ish kakak. Kangen apa nggak"ucapku kesal sambil menggembungkan pipinya.
"Kekeke tentu saja kakak kangen banget. Apalagi nggak bisa liat muka Arin yang lagi kesel, wah bakal kangen banget dong kakak"ucap kak Arion sedikit meledek.
"Kakak"ucapku kesal.
"Iya iya maafin ya"ucap kak Arion sambil memelas.
"Ok ok, bakal Arin maafin. Tapi harus beliin Arin coklat nanti"ucapku berharap.
"Boleh"ucap kak Arion.
"Beneran nih, nggak bohong"ucapku mencoba meyakinkan.
"Iya bener"ucap kak Arion sambil tersenyum.
"Yes dapat coklat lagi uwuw, persediaan coklat ku dah banyak"batinku sambil tersenyum puas.
__ADS_1
Tak lama mobil tersebut pun melewati gerbang sekolah dan menuju parkiran. 2A segera turun dan pergi menuju kelas masing masing.
Sampai dikelas Arin langsung duduk di mejanya dan menyenderkan kepalanya didinding. Ia tak tahu jika ada yang sedang mengamati gerak geriknya. Siapa lagi kalau bukan Sean, Azzam,Aciel dan Michel. Sedangkan Evelyn ia sedang menatap tajam dan penuh benci kepada Arin. Gara gara kejadian Arin pingsan kemarin banyak orang yang sudah membencinya. Bahkan membulynya, tapi karena Evelyn dalam mode polos jadi ia terima saja perilaku mereka. Tapi setelah selesai sekolah orang yang membully Evelyn sudah dihajar habis-habisan sampai masuk rumah sakit oleh anak buah Evelyn.
Arin saat ini sedang memikirkan perasaannya yang tak menentu.
"Selamat pagi anak anak"ucap pak guru sambil memasuki kelas.
"Selamat pagi pak"ucap semua orang kecuali Arin yang masih bengong.
"Oke sebelum kita mulai, mari kita berdoa terlebih dahulu menurut keyakinan masing masing. Berdoa dimulai. Berdoa selesai. Ok anak anak, saya hanya menjelaskan materi ini sedikit karena kalian akan melakukan uji coba dengan kelompok yang sudah dibentuk"ucap pak guru sambil menjelaskan materi.
"Pak kelompoknya yang bentuk siapa"ucap salah satu siswa.
"Sudah bapak bentuk, jadi tidak ada yang boleh protes"ucap pak guru.
"Baiklah saya akan bentuk dulu, kelompok 1 Sherly,Tasya, Aurel, Andin,siswa lain, kelompok 2 Evelyn,Vika,siswa lain, siswa lain,siswa lain, kelompok 3 sean,Michel, Aciel,Azzam dan Arin. Kelompok 4 dan seterusnya(biar nggak kebanyakan nama😋)"ucap pak guru sambil membaca nama nama tiap kelompok.
"Ya nggak bisa gitu dong pak, saya sama Arin diganti saja"ucap Sherly sambil menunjuk kearah Arin yang masih melamun sambil menatap jendela.
"Nggak boleh ada yang protes, kelompok sudah saya bentuk silahkan diskusikan materi yang saja jelaskan tadi dan ulasan ulasannya"ucap pak guru.
"Diketik atau ditulis pake tangan pak"ucap Andin.
"Diketik boleh ditulis tangan juga boleh oke"ucap pak guru.
(Jam pelajaran pertama telah usai. Para siswa dipersilahkan istirahat)
"Kalau begitu saya undur diri permisi"ucap pak guru sambil meninggalkan kelas.
Para siswa pun berhamburan keluar kelas kecuali Arin yang masih melamun. Ia tidak tahu apa yang dibicarakan oleh guru tadi karena masih bergelut dengan pikirannya.
"Arin"panggil Vika tapi Arin masih belum bergeming.
"Arin"ucap Vika sedikit teriak.
"Ayo istirahat, ke kantin"ucap Vika sambil menarik tangan Arin.
"Ya udah ayo"ucap Arin sambil mengikuti langkah Vika.
Langkah Arin terhenti kala ada tangan yang mencekal pergelangan tangannya.
Arin pun menoleh dan mendapati Michel yang sedang memegang tangannya.
"Ada apa"ucapku bingung.
"Kerja kelompoknya dimana"ucap Michel datar membuat Arin mengerutkan dahinya.
"Kerja kelompok apaan dah"ucap Arin sambil menepis tangan Michel yang memegang tangannya.
Tuk
"Mangkanya kalau guru lagi jelasin tuh didengar baik baik. Kamu itu satu kelompok sama kita kita ini"ucap Michel sambil menyentil dahi Arin dan menunjuk kearah Sean,Azzam dan Aciel.
"Eh emang bener"ucapku Tidak percaya.
"Tanya aja sama sahabat kamu itu"ucap Michel sambil menunjuk kearah Vika.
"Emang bener vik"ucapku sambil menatap kearah Vika yang dibalas anggukan oleh Vika tanda mengiyakan perkataan Michel.
"Sial mau protes pasti udah nggak bisa haduh terserahlah"batin Arin kesal.
"Yaudah deh dirumahkan aja jln merpati no 10, ok"ucapku sambil meninggalkan mereka tanpa menunggu jawabannya.
#####
Setelah selesai sekolah, Arion dan Arin pun mampir ke supermarket untuk belanja bahan bahan.
"Dek beli apa ini"ucap kak Arion sambil mendorong troli.
__ADS_1
"Hus diem aja kak, biar Arin yang belanja"ucap Arin sambil celingukan mencari barang.
Arin pun membeli banyak sekali bahan mulai dari sayuran, daging sapi dan ayam, makanan ringan, bumbu dapur, minuman dan masih banyak lagi.
"Udah belum dek, trolinya udah penuh loh"ucap kak Arion sambil mendorong troli.
"Bentar kak tinggal satu barang lagi, mana ya"ucapku sambil celingukan.
"Nyari apa sih de"ucap kak Arion melihat adiknya yang celingukan.
"Nyari coklat nggak ketemu ketemu"ucapku masam.
"Itu lho dek,masa nggak lihat"ucap kak Arion sambil menunjuk kearah coklat.
"Wah iya, beli 10 ah"ucapku sambil menuju kearah coklat tersebut dan menggambil 10 bungkus.
"Udah kan dek, nggak ada yang kurang"ucap kak Arion memastikan.
"Umh iya kak cukup"ucapku mengangguk kemudian pergi menuju kasir.
Setelah sampai kasir, pegawainya pun mulai menghitung dan memasukannya ke plastik.
"Jadi berapa mbak"ucap kak Arion sambil membuka dompetnya.
"Semuanya 3 juta 500 ribu mas"ucap pegawai tersebut.
"Oh pake ini ya mbk"ucap kak Arion sambil menyerahkan sebuah black card.
"Iya bisa mas"ucap pegawai tersebut sambil menerima kartu tersebut dan menggeseknya.
"Ini mas, terimakasih kunjungannya"ucap pegawai tersebut sambil menyerahkan kartu kepada kak Arion. Dan dibalas anggukan oleh Arion dan Arin. 2A pun segera mengambil belanjaan mereka dan segera meletakkannya di bagasi mobil.
Di dalam mobil mereka sedang sibuk dengan kegiatannya sendiri. Arion ia sedang fokus dengan menyetir sedangkan Arin ia sedang fokus dengan ponselnya. Tiba tiba arin teringat bahwa nanti temannya atau lebih tepatnya para tokoh utama pria akan datang kerumahnya.
"Kak nanti temenku ada yang datang ke rumah"ucap Arin menoleh kearah Arion yang sedang menyetir.
"Cowok apa cewek"ucap kak Arion.
"Cowok kak"ucapku jujur.
"Mau ngapain"ucap kak Arion datar.
"Mau ngerjain tugas kelompok, boleh kan"ucapku dengan nada memelas.
"Iya boleh tapi nanti kakak temenin ok"ucap Kaka Arion lembut sambil tersenyum.
"Boleh kak"ucapku dengan anggukan.
Tak lama mereka pun sampai di rumah. 2A segera membawa belanjaannya kedapur.
"Kak kamu bersih bersih aja dulu, biar ini aku yang natain"ucapku sambil membuka plastik belanjaan.
"Yaudah kakak tinggal ya dek"ucap Kaka Rion yang dibalas anggukan oleh arin.
Arin pun mulai menata bahan bahan tersebut ke kulkas dan lemari penyimpan. Setelah selesai Arin pergi menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya. 15 menit kemudian ia segera memakai baju yang telah dipilihnya yakni kaos oblong warna merah maroon bertulis
'l love you' dan celana training bewarna hitam. Ia juga mengikat rambut peraknya, tak lupa ia menyemprot parfum aroma vanila ketubuhnya. Setelah selesai ia segera membawa bahan bahan untuk kerja kelompok nanti ke ruang tamu. Ia pun menunggu mereka dengan menyibukkan dirinya dengan bermain game di ponselnya. Tak lama bel rumah berbunyi.
(Ting tong ting tong)
Arin segera menuju kearah pintu untuk membukanya.
"Oh udah sampai"ucap Arin saat melihat tamunya yang tak lain adalah Sean,Michel,Aciel dan Azzam.
"Ayo masuk"ucapku sambil mempersilahkan mereka masuk
~bersambung~
Jangan lupa like and komen😉🤗
__ADS_1