
Sesampainya dirumah sakit Arion langsung menendang pintu mobil dengan kakinya, ia segera menggendong adiknya dan berlari dilorong rumah sakit.
"DOKTER CEPET TOLONG ADIK SAYA DOK HIKS, WOY TOLONGIN MALAH DIPELOTOTIN HIKS TOLONG DOKTER"teriak Arion dengan bajunya yang sudah berlumuran darah jelas sekali terlihat karena seragamnya bewarna putih.
Dokter pun langsung membawa brankar diikuti perawat lainnya, mereka langsung memasuki ruangan UGD.
"Dok tolong adik saya dok hiks awas aja sampai hiks adik saya kenapa kenapa hiks hiks"ucap Arion sambil mencengkram kerah dokter tersebut.
"Baiklah mas, saya akan merawatnya. Tapi tolong lepaskan saya dulu"ucap dokter muda tersebut menenangkan Arion.
Arion pun segera melepaskan cengkramannya, dokter tersebut segera melakukan operasi dadakan karena tubuh Arin yang terluka parah. Di dalam ruangan tersebut berbagai alat medis nampak tertempel di badan Arin.
Sedangkan Arion saat ini sedang merutuki kebodohannya andai ia tidak ke supermarket andai dia mendengar teriakan adiknya andai dia bisa berjaga jaga agar tidak tertabrak andai dia lebih memperhatikan jalan hanya kata andai yang selalu ada dipikiran Arion.
Ia sangat khawatir ketika nafas Arin yang ada dipelukannya tadi melemah. Baru tadi pagi mereka sarapan bersama baru tadi mereka bercanda dan tertawa bersama. Arion yang mengenang kebersamaannya bersama Arin membuat air matanya tumpah, badannya terkulai lemas dengan darah Arin yang masih ada dipakaiannya.
"Hiks Arin sayang kamu sayang kakak kan jangan ninggalin kakak dek hiks kamu mau es krim kakak beliin hiks kamu mau coklat hiks kakak juga beliin hiks haaah, sial ARIIN"ucap Arion yang masih duduk dilantai menatap pintu UGD.
"Arion lebih baik kamu bersihin dulu badanmu. Lihatlah penampilanmu"ucap Aciel dengan air mata yang masih membasahi pipinya. Tak dipungkiri bahwa nama Arin sudah ada didalam hati kecilnya itu.
"Hiks nggak mau nanti hiks nanti kalau Arin ninggalin aku hiks bagaiman hiks ariin ariin nanti hiks ingin digendong bagaimana hiks lepas aku mau nunggu Arin hiks"ucap Arion yang masih terpukul dengan keadaan arin.
"Iya aku tahu kamu kalau jaga Arin juga harus lihat dulu penampilanmu. Nanti Arin marah karena kakaknya yang ganteng jadi jelek"ucap Aciel mencoba mengalihkan topik.
"Iya betul hiks nanti Arin tidak mengenaliku aku akan ganti baju dulu hiks tolong jaga Arin hiks, dek sayang kamu tunggu kakak ya hiks hiks ingat kamu tidak boleh hiks ninggalin kakak hiks hiks"ucap Arion sambil memandangi Arin lewat kaca bulat di pintu operasi. Arion pun langsung pergi ia takkan menyia-nyiakan waktu ia harus cepat kembali untuk menjaga adiknya pikirnya.
Hanya dalam waktu setengah jam Arion kembali kerumah sakit dengan mengenakan celana jeans dan kaos oblong bewarna hitam dengan tulisan
' i'm sorry'. Ia segera berlari melewati lorong rumah sakit dengan perasaan yang campur aduk yang ada dipikirannya hanya bagaimana keadaan Arin, apa ia mencarinya, ia takut Arin ingin digendongnya. Hanya ada kata Arin yang selalu muncul di pikirannya. Sampai diruang UGD Arion hanya melihat Aciel yang sedang duduk dengan kepala menunduk dan lampu ruang operasi yang masih bewarna hijau tanda belum selesai.
Ia berdiri di pintu tersebut sambil mengacak rambutnya kasar terlihat err sangat tampan. Dapat dilihat bahwa matanya dan hidungnya yang memerah karena menangis. Karena kulitnya yang putih tentu saja itu terlihat dengan sangat jelas. Arion pun duduk disamping Aciel dan mengusap wajahnya kasar.
__ADS_1
"Arin kamu harus baik baik saja jangan tinggalkan aku seperti 'dia'meninggalkan kita. Hiks tolong dek jangan tinggalin kakak hiks kamu satu satunya kebahagian kakak hiks ariin kamu sayang kakak kan hiks tolong jangan tinggalkan kakak hiks dek. Argh sialan awas saja orang yang sudah menabrakmu akan kucincang tubuhnya dan akan ku beri makan anjing liar hiks"ucap Arion frustasi dan terlihat kilatan amarah yang ia pendam.
Aciel yang mendengar ucapan arion pun hanya diam saja tapi dalam hatinya ia merutuki dan menyumpah serapahi orang yang telah menabrak Arin. Tak peduli siap dia pasti ia akan menghancurkan kebahagiannya termasuk kematiannya. Ia pun sadar jika ada orang yang ahli dalam hal itu tentu saja king mafia no 1 di dunia siapa lagi kalau bukan Michel.
(Tut Tut Tut)
"Halo"ucap Aciel serak karnea habis nangis.
"Kamu kenapa Aciel"ucap seseorang dari telfon yang tak lain adalah Michel.
"Arin tertabrak aku bu~"belum selesai Aciel bicara Michel sudah memutuskan panggilannya.
"Dasar sialan"umpat Aciel.
Disisi lain seorang laki laki bertubuh kekar dengan aura mencekam menguar dari tubuhnya, ia sedang terburu buru menuju kearah rumah sakit. Siapa lagi kalau bukan tokoh utama pria kita yang dijuluki sebagai king devil dengan segala kekejaman dan kebengisannya menjadi king mafia no 1 sedunia Michel Sanjaya.
Ketika mendengar sang pujaan hati tertabrak mobil ia segera mengecek rumah sakit yang merawat Arin. Setelah mengetahuinya ia langsung membawa mobilnya dengan kecepatan penuh membelah keramaian dijalan. Banyak sekali pengguna jalan yang mengumpatinya namun tidak digubris olehnya. Yang ada dipikirannya sekarang apakah Arin baik baik saja, tak terasa buliran air jatuh dipipinya. Sudah lama sekali ia tidak menangis baru kali ini ia menangis apalagi untuk seorang wanita.
Sampai dirumah sakit ia pun segera memasukinya dengan penampilan yang acak acakan tapi terlihat sangat sangat ganteng dan seksi. Michel tak perduli dengan tatapan yang mengarah padanya ia hanya tahu bahwa Arin sedang operasi di UGD. Segera saja ia berlari menyusuri lorong menuju ruang operasi. Sesampainya di ruang UGD ia melihat ada dua orang laki laki yang sedang menunduk. Ia tahu siapa itu yang tak lain adalah Arion dan Aciel. Tanpa basa basi Michel segera menghampirinya dan memberi pertanyaan bertubi tubi.
"Tenanglah dulu Arin aku tidak tahu kepadanya, ia sudah 1 jam dioperasi. Untuk orang yang menabraknya aku tidak tahu, karena kamu ahli dalam bidang ini tentu saja aku menelfonmu"ucap Aciel dengan suara seraknya berusaha tenang walau didalam hatinya ia sedang menahan amarah karena sahabatnya Michel sudah bersikap kurang ajar padanya.
"Sialan brengsek awas saja jika sampai Arin kenapa kenapa aku tidak akan membiarkan pelaku tersebut merasakan kematian yang cepat akan kusiksa dia sampai ia lebih memilih mati dari pada disiksa"ucapan Michel dengan aura yang mencekam dan kilatan kemarahan jelas terlihat dimatanya. Ia pun segera mengambil ponselnya untuk menugaskan kepada anak buahnya.
(Tut Tut Tut)
"Perintahkan menyelidiki kasus kecelakaan tadi di gerbang sekolah SMA tunas jaya, tangkap pelakunya Sampai keakar akarnya. Dan pastikan ia mendapatkan siksaan paling parah dipenjara"ucap Michel tegas datar dan dingin dengan penuh amarah.
"Baik king"ucap seseorang tersebut dari telfon yang tak lain adalah tangan kanan Michel.
Setelah menelfon Michel pun mengusap wajahnya kasar, ia segera duduk di samping Arion yang sedang menunduk dan menangis dengan terisak isak. Ia bingung harus apa, ia pun mencoba untuk menenangkan Arion.
__ADS_1
"Sabar ya Arion kita doakan semoga Arin baik baik saja"ucap Michel tegar walau dalam hati ia selalu mengatakan bahwa Arin harus baik baik saja.
"Tapi hiks karena aku hiks karena aku Arin jadi begini. Andai dia hiks tidak menyelamatkanku pasti aku hiks yang ada diposisi Arin hiks hiks. Lebih baik aku yang ada didalam daripada Arin hiks hiks. Arin hiks kenapa sayang hiks"ucap Arion sambil mengingat waktu Arin kecelakaan.
Di pikiran Arion ia mengingat percakapan antara dirinya dengan Arin beberapa hari yang lalu. Arin selalu berkata bahwa ia akan pergi tapi ia tidak tahu apa maksud Arin mengatakannya. Ia juga mengingat tentang Arin yang akan menolongnya walau ia harus tertabrak demi menolongnya. Arion yang mengingatnya tak bisa menahan tangisannya.
"Jadi ini hiks sayang yang kamu maksud pergi hiks hiks kakak tidak akan hiks membiarkanmu pergi dari kakak hiks hiks kakak sangat menyayangimu hiks dek"ucap Arion sambil menunduk.
1 jam kemudian lampu operasi tersebut pun mati menandakan operasi selesai. Arion pun langsung berdiri dan menunggu dokter keluar.
"Dok bagaiman keadaan adik saya dok hiks hiks dia hiks dia baik baik saja kan dok hiks"ucap Arion saat dokter tersebut keluar dari pintu operasi.
"Jawab dok jangan diam saja"benarkah Michel.
"Tenang tuan. Pasien awalnya mengalami pendarahan dikepalanya tapi sudah ditangani. Terdapat keretakan kecil diberbagai tempat misal kaki, tangan, dan leher. Dan keadaan pasien saat ini sangat lemah yang mengakibatkan pasien mengalami koma"ucap dokter tersebut membuat Arion, Aciel dan Michel membeku ditempat. Kata koma selalu terngiang-ngiang dibenak mereka.
"Dok kapan saya bisa menemuinya"ucap Arion sambil memegang lengan dokter tersebut.
"Tunggu pasien di pindahkan ke ruang perawatan dulu"ucap dokter.
"Ruang VVIP"ucap Aciel,Arion dan Michel bersamaan membuat dokter tersebut menggelengkan kepalanya.
"Baiklah pasien akan dipindahkan keruang rawat VVIP sebentar lagi"ucap dokter sambil melangkah pergi
Tak lama nampak seorang gadis dengan alat alat medis yang menempel ditubuhnya keluar dari ruang operasi tersebut.
Arion yang melihat keadaan Arin pun menahan nafasnya dengan diikuti detak jantung yang tak terkendali. Ingin rasanya ia peluk tubuh mungil tersebut.
Arion,Aciel dan Michel mengikuti Arin dari belakang. Sampai disebuah kamar rawat inap VVIP yang sudah dipesan Arin pun dimasukkan kedalam. Saat ini Arin masih menggunakan oksigen bantuan di hidungnya. Arion langsung duduk disamping Arin sambil mengelus lembut kepala Arin yang dililit oleh perban.
"Kenapa harus kamu sih dek hiks hiks kenapa harus kamu selametin kakak hiks biarkan saja kakak yang ditabrak hiks hiks lihatlah kamu enggak imut lho dek hiks dengar kakak sedang mengejekku ayo dek dek hiks hiks pukul Kaka seperti biasanya hiks hiks"lirih Arion sambil memegang tangan Arin.
__ADS_1
~bersambung~
Jangan lupa like and komen😭😭😭🤧🤧