Aku?Jadi Pemeran Figuran!!

Aku?Jadi Pemeran Figuran!!
CHAPTER 5


__ADS_3

Matahari mulai muncul dengan malu malu, menyinari dunia dengan kehangatannya. Tampak seorang gadis cantik yang masih enggan beranjak dari tempat tidur walaupun suara alarm memenuhi kamarnya.


(Ceklek)


"Astaga anak ini, nggak bangun bangun, muehehe kerjain ah"ucap bunda 2A sambil menggelengkan kepalanya kemudian menyeringai.


"Arin bangun, sudah jam 07.00 nak, ingat hari ini hari pertama sekolah. Kamu mau sekolah apa tidak"ucap bunda 2A sambil menggoyangkan badan Arin.


"APA JAM 7 "ucap Arin sambil membelalakan matanya.


Arin pun bergegas mandi dan mengenakan seragamnya. Ia tidak menggunakan make up terlalu banyak hanya memakai bedak bayi dan lip balm untuk pelembab bibirnya yang terkesan natural. Dengan segera ia menyambar dan memakai almamater bewarna merah maroon dengan perpaduan warna hitam nampak elegan ditubuhnya. Tak lupa ia mengikat rambut peraknya yang panjang.


Arin pun segera turun untuk berangkat sekolah.


"Arin sarapan dulu, baru jam 06.00 mau kemana"ucap ayah sambil makan roti selai yang ada ditangannya


"APA JAM 6, BUNDA"ucapku kesal sedikit berteriak.


"Hahaha apa"ucapnya dari belakangku.


"Bunda ih ngerjain Arin"ucapku sambil memanyunkan bibirku.


"Uluh itu napa bibirnya minta dicium"ucap kak Arion dari belakang.


"Apaan sih"ucapku sambil menutup mulut dengan tanganku


"Udah udah sini duduk dulu, sarapan"ucap ayah menengahi.


"Iya ayah"ucapku dan kak Arion barengan.


Kami pun segera duduk dan makan dengan tenang tanpa ada yang bersuara.


Setelah selesai sarapan, aku dan kak Arion bersiap untuk pergi sekolah dengan mengendari motor sport masing masing.


"Dek yakin ni, nggak mau bonceng kakak"ucap kak Arion sambil memakai helm.


"Enggak kak, sebentar Arin ambil dulu motornya"ucapku sambil pergi ke garasi.


Brum


Brumm


"Gimana kak, keren kan"ucapku berada disamping kakak.


"Kak, sebelum berangkat beli coklat panas yuk. Aku yang traktir"ucapku.


"Hayuk, let's go"ucap kak Arion sambil menghidupkan motornya.


Kami pun melaju dengan kecepatan diatasi rata rata, banyak sekali makian pengendara lain yang kami lewati.


Sesuai janji tadi, kami mampir ke cafe untuk membeli coklat panas. Setalah selesai membeli kami pun berangkat menuju sekolah.


15 menit kemudian kami pun sampai di gerbang menuju sekolah, segera Arin dan Arion memarkirkan motornya ditempat parkir.


Setelah memarkirkan motor kami pun segera turun dan melepas helm.

__ADS_1


"Kak ayo bareng"ucapku sambil menggandeng tangan kak Arion.


"Ayo"ucapnya lembut sambil membalas gandengan tanganku.


2A segera pergi menuju kelas, di perjalanan banyak sekali pujian dan cacian yang di lontarkan. Arion hanya cuek dan menampilkan muka datarnya sedangkan Arin sedang menikmati lagu dengan salah satu earphone yang ada di telinganya.


'gila ceweknya imut'


'itu kakak adik kan'


'bening oy'


'ku harap bukan pacar'


'aa cute abis ceweknya'


'kaya gitu aja cantik, cantikan akulah'


'cantik dari sedotan kali'


'hahahaha'


'dll'


"Kak kamu kelas apa"ucapku berhenti di depan papan pengumuman.


"Di kelas 2 A"ucapnya.


"Kalau aku dikelas 1A, berarti kita sebelahan dong"ucapku tersenyum lebar menampilkan lesung di pipiku.


"Emang kenapa kak"ucapku polos.


"Nanti ada yang pingsan sama mimisan"ucap kak Arion.


"Loh kok bisa"ucapku dengan mata membola.


"Pokoknya jangan tersenyum kaya gitu, ya"ucap kak Arion sambil mengelus kepalaku.


"Siap komandan"ucapku sambil hormat.


"Yaudah segera masuk gih"ucapnya


"Ok kak, bye"ucapku sambil melambaikan tangan kananku.


"Bye"balas kak Arion sambil melambaikan tangannya.


"Sebentar, kaya ada yang lupa"ucapku berhenti sambil berpikir.


"Lah iya, adegan tabrakan mobil Sean sama motor maticnya Evelyn di gerbang kan"batinku


"Hehehe, tontonan gratis"ucapku sambil tersenyum tipis.


Aku pun segera pergi menuju kelas untuk meletakkan tasku.


"Emm, dekat jendela aja ya, barisan ketiga. Jangan depan depan males Deket tokoh utama"ucapku sambil meletakkan tasku.

__ADS_1


(Ya memang, tokoh utama sama antagonis sekelas sama Arin ya dikelas 1A)


Arin pun segera berlari menuju kearah gerbang sekolah.


"Duduk disini aja, sambil menikmati coklat panas dan nonton novel secara live, senangnya"ucapku sambil tersenyum dan duduk di depan gerbang di taman.


"Hehehe, tinggal hitungan mundur 5 , 4 , 3 , 2 , 1. Mulai"ucapku sambil melihat kearah gerbang dengan minuman ditanganku.


Brukk


"Woyy kalau nyetir itu yang bener, motorku jadi rusak. Minta maaf sekarang"ucap seorang wanita dengan berteriak yang tak lain adalah Evelyn.


"Oh terus"ucap Sean dingin❄️


"Minta maaf sekarang"ucap Evelyn berteriak.


"Nih ganti rugi"ucap Sean dingin❄️ sambil melemparkan cek dari kaca mobil.


"Saya nggak butuh uang anda ya,turun sekarang dan minta maaf"ucap Evelyn sambil memukul mobil Sean dengan tangannya.


Sean pun keluar dari mobilnya


"Apa, bukan salahku kamu yang tiba tiba di depan mobilku"ucap Sean dingin ❄️ dan datar.


"Minta maaf sekarang"ucap evelyn sedikit berteriak.


"Oh kalau kau minta maaf sekarang saya tidak akan menyuruh anda mengganti mobil saya yang lecet yang harganya 10 juta itu"ucap sean datar sambil menunjuk kearah mobilnya yang lecet.


Aku yang melihat dan mendengarnya pun tak bisa menahan tawa karena Sean membalikkan keadaan dengan mudahnya. Karena suara tawaku yang tidak pelan banyak pasang mata yang menatap kearahku tak terkecuali Sean dan Evelyn.


"Hahahaha, gila keren abis"ucapku tertawa manis dengan tangan kananku memegang coklat panas.


'wah imutnya'


'pipinya tembem banget'


'pengen kucubit'


'cantik banget'


'dll'


Aku pun yang sadar banyak melihatku pun berhenti tertawa.


"Oh ehem, sok lanjutin debatnya"ucapku tersenyum tipis sambil berdiri pergi menuju kelas.


Sean yang melihat tingkah Arin tersenyum tipis sampai tidak ada yang melihatnya.


Sean pun segera masuk kedalam mobil dan memarkirkan mobilnya. Setelah itu ia pergi menuju kelasnya.


"Cih apa apaan tadi,siapa cewek itu. Gagalin rencanaku"batin Evelyn kesal


~bersambung~


Jangan lupa like and komen 😉😉🤗

__ADS_1


__ADS_2