
Sesampainya di sekolah 2A pun segera memasuki kelas masing masing. Saat ini Arin sedang duduk di bangkunya dengan fokus kepada ponsel yang dipegangnya. Sampai ia tak sadar sedang diperhatikan semua siswa disekolah karena melihat Arin yang membuat beberapa ekspresi diwajahnya seperti sedang kesal dan kemudian akan terkekeh kecil. Saat Arin tak merasa ada suara ia pun segera mematikan handphonenya dan melihat kesekitar, ia pun terkejut kala mendapat pandangan dari siswa dikelas.
"Oh hai"ucapku tersenyum canggung, membuat siswa lainnya mengalihkan pandangan kearah lain, sedangkan Arin ia hanya mengangkat bahunya.
"ARIN"teriak seseorang yang tak lain Vika dari pintu dan berlari menuju kearah Arin. Sontak semua siswa pun langsung memandang Vika dengan tatapan aneh.
"Astaga Vika kamu ngapain teriak teriak nggak jelas"ucapku saat Vika sudah duduk disampingnya.
"Hehe maaf atuh, aku kangen sama kamu"ucapnya sambil merentangkan tangan menunggu untuk dipeluk, sedangkan Arin yang melihatnya hanya acuh membuat Vika kesal.
"Dipeluk kek, ini malah cuma diliatin aja"ucapnya sambil mendengus.
"Eh Rin aku mau ngasih tahu nih gosip hot di sekolah ini"ucap Vika berbisik ditelinga Arin.
"Emangnya ada apa"ucapku penasaran karena lagi mode kepo.
"Si Sherly sama antek-anteknya ada dirumah sakit lho, karena dihajar abis abisan"ucap Vika berbisik ditelinga Arin.
"Sherly... Sherly siapa ya"ucapku mendadak lupa.
"Astaga yaampun Arin sayangnya Vika yang paling imut bin gemesin, Sherly itu orangnya yang sombong, duduk didepan, selalu ganggu kita kalau dikantin, pembully, sama centil itu lho"ucap Vika gemes dengan sikap Arin.
"Oalah yang rambut ijo keriting kaya mie itu"ucapku polos dibalas anggukan semangat dari Vika.
"Tapi emangnya kenapa"ucapku kepo.
"Katanya sih abis bully Evelyn digudang, saat mau pulang si Evelyn ama temennya itu dipukul abis abisan sampai mukanya bonyok dan masuk rumah sakit"ucapnya berbisik.
"Tapi nih ya, aku ngerasa aneh deh sama Evelyn. Padahal ia sudah dibully habis habisan sampai saat ini Ama satu sekolahan lho. Tapi nyatanya ia malah sehat sehat saja, malah orang yang bully Evelyn yang kena musibah seperti kecelakaan, bunuh diri, dibunuh, hilang, dan ada juga yang bangkrut"ucap Vika pelan.
Sedangkan Arin yang mendengar penuturan dari Vika sebenarnya terkejut tapi ia bisa tutupi dengan raut datarnya.
"Sepertinya ada yang nggak beres"batinku kemudian melihat kearah Evelyn yang sedang melihatnya dengan tatapan polos tapi mengandung kebencian dan keirian.
__ADS_1
"Heh, ayo kita lihat siapa yang bakal menang Evelyn"batinku kemudian menyeringai.
Bel masuk pun berbunyi, para siswa langsung duduk ditempatnya menunggu guru datang. Tak lama guru datang dan mengajar para siswa.
(Jam pertama telah usai, para siswa dipersilahkan istirahat)
Para siswa pun segera keluar dari kelas ada yang ke perpus, kantin, lapangan dan lain lain. Arin pun juga beranjak pergi sambil membawa laptopnya karena ada yang ingin ia lakukan. Sebelum Arin pergi tangan Arin dicekal oleh seseorang.
"Mau kemana kamu Arin"ucap seseorang yang tak lain adalah Vika.
"Oh aku mau ke roftoop dulu ada yang penting, kamu kalau mau memanyunkan duluan aja. Aku juga bawa bekal soalnya"ucapku mendapat respon anggukan dari Vika. Aku pun segera pergi menuju roftoop.
Sesampainya di roftoop Arin pun duduk di bangku yang ada, kemudian ia pun menyenderkan tubuhnya menikmati hembusan angin yang menerpa kulitnya. Kemudian Arin mulai membuka laptopnya dan memulai menghack cctv sekolah dari awal masuk sekolah untuk angkatannya. Ia ingin melihat setiap detail tentang kegiatan Evelyn saat disekolah. Ia curiga dengan Evelyn yang bisa membalas perbuatan siswa lain yang membullynya, pastilah Evelyn punya dukungan dari orang lain yang bisa jadi menjadi dalang dari semuanya.
Arin mulai mengetik angka angka rumit, akhirnya ia bisa membobol sistem pertahanan sekolah. Ia pun mulai menyalin data data yang ia ingin.
"Down"sarkasku kemudian menekan tombol copy, dokumen pun langsung ter copy ke laptop Arin.
Arin mulai menyelidiki kasus kematian kakaknya, sebelumnya ia mencari terlebih dahulu identitas Viona.
Nama: Viona Abraham
Status: Anak pertama dari keluarga Abraham
Umur:6 tahun.
Hobi: minum teh, bermain gitar
Sifat: pendiam, tenang,baik, dan penyabar.
Meninggal karena menyelamatkan adik perempuannya yang bernama Arindra Queen Abraham saat mobil ingin menabraknya. Belum diketahui siapa yang membuatnya meninggal.
__ADS_1
"Ih kakak waktu kecil sangat imut"ucapku terkekeh saat melihat identitas pribadinya.
"Emm mungkin akan susah, apalagi kejadiannya sudah 10 tahun lebih"gumamku sambil memijit keningnya.
Arin pun mulai menghack kembali cctv yang ada disekitaran rumahnya saat 10 tahun yang lalu, tepatnya saat terjadi kecelakaan yang menewaskan Viona Abraham. Ia berusaha untuk mengembalikan kembali rekaman cctv yang ternyata sudah disengaja untuk dihapus.
"Hah akhirnya, ada juga"ucap arin pelan sambil menyeka keringat yang ada didahinya.
Arin pun mulai menonton rekaman cctv tersebut, dapat ia lihat sebuah mobil hitam tanpa plat nomor mengawasi keadaan rumah Abraham, tepat saat Arin kecil berada dijalan. Mobil tersebut melaju menuju arah Arin, sampai seorang anak perempuan yang tak lain Viona mendorong Arin kecil agar tidak tertabrak, naas mobil tersebut malah menabrak tubuhnya hingga terlempar beberapa meter.
Arin yang menonton rekaman tersebut sedikit meringis, musuh tersebut tega sekali melibatkan seorang anak kecil yang tak tahu apa apa. Ia pun kembali memfokuskan rekaman kearah mobil tersebut, ia mulai mengikuti arah mobil tersebut melaju. Sampai mobil tersebut berhenti didepan bandara. Mobil tersebut diangkut dalam sebuah pesawat. Arin mulai mengerutkan dahinya saat pesawat tersebut melaju.
Ia mulai mencari data tentang pemilik dan pemberangkatan dari pesawat tersebut. Sampai arin mengetahui pemilik pesawat tersebut yang tak lain adalah seseorang yang menjadi dalang dibalik semua yang menimpa keluarga Abraham. Arin menghela nafas saat ia akan berurusan dengan dunia bawah, ia harus mencari pendukung yang kuat untuk membantunya. Ia melamun saat mencoba mencari seseorang yang dapat membantunya, hingga ia tersadar dari lamunannya saat handphonenya berdering. Arin pun mengambil ponselnya dan menjawab panggilan resmi yang ia tahu telfon tersebut dari pihak agensi.
"Halo"ucapku dingin dan tegas.
"Halo agen AX, hari ini tepatnya jam 20.00 di ****, saya tugaskan kamu untuk mengawal sebuah berlian langka yang akan diantarkan ke Inggris dari jarahan para mafia hitam. Anda akan dibantu oleh mafia no 1, semoga kalian bekerja sama dengan baik"ucap seseorang tersebut.
"Baik kapten"ucapku dingin dan tegas kemudian mematikan telfon tersebut.
Arin hanya bisa menghela nafasnya saat mendapat misi yang sepertinya akan membahayakan dirinya. Karena banyak sekali dunia bawah(mafia black)yang akan mengincar berlian tersebut dikarenakan energi yang terkandung atau bisa dikatakan manfaat dari berlian tersebut sangat banyak.
~bersambung~
Jangan lupa like and komen๐ค๐ค๐ค๐
Selamat Hari Raya idul Fitri ๐๐
Mohon maafkan author jika ada salah kata saat menjawab komen kalian, atau cerita author menyinggung kalian.
Minal aidzin wal Faidzin
Mohon maaf lahir dan batin๐ค๐ค๐๐
__ADS_1