
Sudah seminggu Arin berbaring di ranjang rumah sakit dalam keadaan koma. Hal itu membuat Arion frustasi, untuk orang tua Arion ia selalu menenangkan Arion yang selalu menyalahkan dirinya yang selalu mengatakan bahwa dialah penyebab Arin koma.
Sedangkan untuk Sean dan Azzam sudah mendengar kabar Arin Minggu lalu membuat mereka terpukul dan sedih. Sifat mereka yang biasanya dingin dan datar sekarang menambah. Mereka selalu bergantian menjaga Arin. Kalau Arion setiap hari ia menjaga adiknya setelah sekolah ia langsung menuju rumah sakit untuk menjaga adiknya, apabila sudah malam ia juga akan tidur disofa yang ada disamping adiknya.
Hari ini dokter akan mengecek keadaan Arin. Disana sudah ada Arion,Michel,Azzam,Aciel, Sean dan kedua orangtua 2A. Mereka menunggu dokter untuk memeriksa Arin dari luar ruangan. Tak lama nampak seorang dokter yang keluar dengan wajah yang lesu.
"Bagaiman keadaan adik saya dok"ucap Arion panik.
"Iya dok bagaimana keadaan anak saya dok"ucap bunda 2A cemas.
"Bagaiman keadaan Arin"ucap Sean,Azzam,Aciel dan Michel.
"Huftt tenang dulu pak, Bu dan tuan. Keadaan pasien masih sama seperti sebelumnya belum ada perkembangan yang signifikan. Terus terus berdoa ya pak bu, dan selalu ajak bicara pasien itu dapat merangsang perkembangan pasien"ucap dokter tersebut menjelaskan dengan tenang.
"Baik dok terimakasih"ucap ayah 2A mewakili karena mereka yang mendengar kondisi Arin yang belum sembuh masih terkejut apalagi belum ada perkembangan yang jelas.
"Baiklah kalau ada apa apa tinggal panggil saya kalau begitu saya permisi dulu"ucap dokter tersebut sambil melangkah pergi.
Arion pun segera menghampiri adiknya yang masih menggunakan selang oksigen bantuan di hidungnya.
"Dek hiks ayo bangun hiks nanti boneka Pikachumu kubuang loh dek hiks kamu kapan bangunnya sih sayang hiks ariin"ucap lirih Arion dengan suara yang bergetar dan memegang tangan Aris sesekali mengecupnya.
"Arin sayang kamu nggak kangen bunda. Jangan tinggalin bunda lagi sayang, dulu kamu sudah koma setahun. Terus kamu mau ninggalin bunda lagi hiks hiks"ucap bunda 2A sambil memeluk tubuh Arin dari samping dengan pundaknya yang dipegangi oleh suaminya.
Sedangkan Sean,Aciel,Azzam dan Michel hanya melihat kehangatan keluarga mereka. Sebenarnya mereka juga ingin memeluk Arin dengan erat karena takut kehilangan. Tapi mereka sadar masih ada keluarga Arin yang sangat terpuruk melebihi mereka.
"Dek hiks kamu sayang kakak kan hiks jangan pergi dari kakak hiks,ahhh ariin"lriih Arion frustasi sambil menunduk.
Tiba tiba tubuh Arin mengalami kejang kejang membuat semua orang panik mereka pun memencet tombol yang dan disamping ranjang Arin.
" Dek kamu kenapa hiks sayang hiks please jangan tinggalin kakak hiks hiks ariin mana sih dokternya hiks"ucap Arion panik sambil melihat tubuh adiknya yang sedang kejang kejang.
Tak lama datang dokter dan beberapa perawat.
"Tolong pak buk dan tuan untuk meninggalkan ruangan kami akan berusaha untuk kesembuhan pasien"ucap salah satu suster.
"Baiklah sus,tolong selamatkan anak saya"ucap ayah menyikapi kemudian menggiring keluarga dan teman Arin untuk keluar.
Didalam ruangan kondisi Arin benar benar memburuk jantungnya sangat lemah membuat perawat cemas.
"Dok apa yang harus dilakukan"ucap salah satu suster.
"Tolong siapkan alat defribrilator"titah dokter.
"Baik dok"ucap suster.
"Alat sudah disiapkan dok"ucap suster.
"Atur tekanan skala rendah"ucap dokter sambil memegang alat kejut jantung ditangannya dan mulai meletakkan didada Arin.
"Huftt naikan keskala sedang"ucap dokter saat alat kejut jantung tidak membuat jantung Arin bereaksi.
"Baik dok"ucap suster.
Dokter tersebut punkembali meletakkan alat kejut tersebut.
"Gimana dok jantung pasien semakin melemah"ucap suster panik.
__ADS_1
Dokter tersebut sebenarnya panik tapi dia berusaha untuk tenang agar tidak terjadi kesalahan.
"Naikkan lagi skalanya"ucap dokter.
"Baik dok"ucap suster sambil mengatur alat defribrilatornya.
Dokter kembali meletakkan alat kejut tersebut didada Arin. Tapi tidak membuat jantung Arin bereaksi malah semakin melemah.
(Tit tit tit tiiiiiiiit) suara monitor disamping arin tiba tiba berhenti.
" Huftt, innalilahi. Pukul 13.50, tolong tulis waktu kematiannya"ucap dokter tersebut menghela nafas panjang saat melihat alat monitor berhenti. Dokter kemudian memejamkan matanya sejenak karena merasa bersalah tidak bisa menyelamatkan pasiennya kemudian keluar untuk memberi kabar.
Dokter tersebut pun keluar dengan wajah lesu tapi tetap tenang.
"Dok bagaiman keadaan adik saya, dia baik baik saja kan dok"ucap Arion tak sabar.
"Huftt sebelumnya maaf pak buk. Saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyembuhkan pasien. Tapi Tuhan berkendak lain, pasien sudah dinyatakan tiada"ucap dokter tersebut kemudian menghela nafas panjang.
Sontak hal tersebut membuat mereka menegang. Apa yang dikatakan dokter tersebut. Tiada?Arin tiada?pikir mereka.
"Hahahaha dok pasti kamu bercanda kan dok, Arin tidak akan ninggalin aku. Dia sayang sama aku. Enggak Arin enggak ninggalin aku,enggak enggak boleh"ucap Arion sambil memegang kerah dokter tersebut kemudian masuk kedalam ruangan. Tampak seorang gadis terbaring dengan ditutupi sebuah kain putih. Arion pun membuka kain tersebut dengan tangan bergetar, dapat Arion lihat wajah adiknya yang selalu menghiasi hari harinya dengan candaan dan keusilannya.
"Dek hiks hiks katanya nggak bakal ninggalin kakak. Katanya kamu sayang banget sama kakak hiks kakak bakal marah sama Arin loh dek. Arin sayang bangun ya. Katanya hiks hiks mau buka mall yang bakal buka 24 jam terus. Katanya mau liburan bareng sama kakak hiks ariin kenapa ninggalin kakak nggak boleh hiks hiks"ucap Arion dengan tubuh bergetar dan menangis sambil memeluk tubuh Arin.
Sekilas kenangan kenangannya bersama Arin pun berputar dipikirannya.
"Kakak, aku sayang sama kakak"ucap Arin dengan tersenyum lebar.
"Kakak aku mau digendong"ucap Arin dengan manja.
"Kakak aku mau eskrim ya"ucap Arin sambil menampilkan wajah pupy eyes.
"kakak aku mau dipeluk"ucap Arin manja
"kakak aku juga suapi aaa"ucap Arin sambil membuka mulutnya.
"Kakak ih ngeselin"ucap Arin sambil mengerucutkan bibirnya.
"Kakak ayo makan nih Arin udah masakin"ucap Arin tersenyum lebar sambil membawa makanan.
"I love you my brother"ucap Arin tersenyum sambil mencium dahi Arion.
Arion yang mengingat kenangan bersama Arin tak bisa menahan air matanya.
"Arin hiks kenapa kamu pergi sejauh ini hiks hiks kakak bakal kangen sama kamu hiks kalau perginya sejauh ini hiks hiks, Arin sayang kamu nggak boleh ninggalin kakak hiks hiks. Ini semua salahku hiks salahku hiks"ucap Arion menangis dan memukul dirinya sendiri.
Tak lama datang Sean,Michel Aciel dan Azzam bersama orang tua 2A dengan langkah tergesa gesa.
"Hiks Arin kamu mau ninggalin bunda sayang hiks kamu udah nggak sayang bunda Arin hiks"ucap bunda Arin menangis sambil menatap wajah anaknya yang pucat.
Sedangkan Sean,Michel Azzam dan Aciel ia hanya diam. Tetapi dapat dilihat tubuhnya bergetar menahan air mata, tali mereka tak bisa menahannya. Mereka pun menangis dengan keras melihat kepergian orang yang dicintai mereka. Padahal mereka belum berjuang, padahal mereka baru menikmati apa itu cinta tapi kenapa. Kenapa harus Arin meninggalkan mereka.
Bunda Arin pun pingsan tak kuat melihat kepergian anak perempuan satu satunya. Ia sangat menyayangi Arin walau ia selalu pergi jauh, ia selalu memantau kegiatan anak anaknya. Sedangkan ayah ia membawa istrinya keranjang, untuk diperiksa dokter. Mereka semua sangat kehilangan atas kepergian Arin dalam hidup mereka.
#####
Disisi lain Arin saat ini bangun dibawah alam sadarnya. Ia sedang menikmati pemandangan yang dilihatnya. Ia melihat bahwa ia sekarang berada di ladang hijau yang luas. Dengan bunga berwarna warni yang bermekaran, ada juga beberapa sungai dan air terjun yang menghiasinya, Arin sangat terpukau dengan pemandangan tersebut Sampai tepukan dipundaknya mengagetkannya.
__ADS_1
"Halo"ucap orang tersebut yang tak lain adalah jiwa Arin asli.
"Loh kamu Arin kan"ucap Angel.
"Iya"ucapnya sambil tersenyum manis.
"Kita ada dimana, indah sekali"ucap Angel sambil memandangi kearah sekitarnya.
"Haha kamu ada didalam bawah sadarmu. Aku yang membawamu kesini"ucap Arin sambil melangkah menuju 2 ayunan dengan bunga yang menghiasi ayunan tersebut.
"Duduk dulu"ucap Arin sambil duduk disalah satu ayunan tersebut. Angel pun hanya menganggukkan kepala.
"Sekarang waktunya tugasmu dimulai"ucap Arin tiba tiba membuat angel terkejut.
"Maksudmu"ucap Angel bingung.
"Ya aku yang meminta kepada Tuhan untuk membawa jiwamu yang sudah mati kedalam tubuhku"ucap Arin membuat angel terkejut.
"Kenapa?apa aku punya salah sama kamu sehingga kamu melibatkan aku kedalam urusanmu"ucap Angel sedikit marah.
"Aku mohon tolonglah aku, banyak sekali rahasia yang akan terkuak kedepannya itu yang akan menjadi tujuanmu, kenapa aku meminta untuk memberikan kehidupan kedua dengan tubuhku. Kamu bisa menggunakan tubuhku dan mendapat kasih sayang dari keluargaku. Aku juga mohon untuk menjaga keluargaku ya"ucap Arin menangis dan memohon.
"Kenapa bukan kamu saja"ucapku ketus.
"Aku tidak bisa. Jiwaku sudah hancur aku tidak bisa kembali lagi ke tubuhku. Aku mohon angel. Jiwaku tak lama lagi akan hilang"ucap Arin sambil memegang tangan angel dan jiwanya yang mulai menghilang.
"Baiklah, aku akan membantumu. Hiduplah dengan tenang, aku akan selalu menjaga kelaurganu seperti keluargaku sendiri"ucapku lirih.
"Terimakasih "ucapnya sambil tersenyum tulus dan mendorong jiwa angel.
Diruangan Arin saat ini dirawat masih ada Susana kesedihan yang menyelimuti mereka.
(Tit tit tit tit) tiba tiba saja monitor tersebut kembali berbunyi. Membuat mereka yang ada didalam ruangan seketika terdiam beberapa saat.
"Kamu Kembali dek hiks kamu sayang sama kakak kan dek hiks makanya kamu kembali lagi kan hiks hiks iyakan"ucap Arion tersenyum sambil berdiri dan melihat kearah Arin yang bernafas kembali.
"Cepat panggil dokter hiks hiks cepat"ucapnya sedikit membentak.
Azzam pun segera memencet tombolnya. Tak lama datang seorang dokter dengan stetoskop yang menggantung di lehernya.
"Dok periksa adikku hiks dia kembali dok hiks iyakan hiks"ucap Arion sambil menaruk tubuh dokter tersebut untuk memeriksa Arin.
Dokter tersebut pun mulai mnegcek nadi dan detak jantung Arin menggunakan stetoskop miliknya.
"Alhamdulillah Tuhan memberi kesempatan untuk pasien untuk hidup kembali. Kondisinya sudah mulai membaik setidaknya butuh waktu 1 sampai 2 jam untuk pasien sadar"ucap dokter tersebut sambil tersenyum.
"Terimakasih dok hiks arinku kembali. Arinku kembali hiks"ucap Arion sambil memeluk tubuh adiknya.
"Kalau begitu saya permisi dulu"ucap dokter tersebut sambil melangkah pergi.
"Terimakasih sayang kamu tidak jadi hiks meninggalkan kakak hiks kamu pasti tidak kuat kan hiks melihat kakak tampanmu ini hiks menangis. Mangkanya kamu mau kembali lagi kan hiks"ucap Arion tersenyum dan menangis sambil memegang tangan Arin.
Sedangkan Michel,Azzam,Sean dan Aciel yang mendengar kabar tersebut tentu saja bahagia. Akhirnya cintanya, kekasihnya, orang yang bisa membuatnya tersenyum kembali.
~bersambung~
Jangan lupa like and komen oke😉😉😭😭🤧
__ADS_1