Aku?Jadi Pemeran Figuran!!

Aku?Jadi Pemeran Figuran!!
CHAPTER 7


__ADS_3

Di mobil, Arin meletakkan gitarnya di kursi belakang sedangkan Arion ia tidak membawa apa apa, karena ia akan memainkan piano. Jadi ia akan menggunakan piano yang sudah tersedia di aula musik sekolah.


"Ayo kak berangkat"ucapku sambil memasang tali pengaman.


"Ayo"ucap kak Arion sambil menghidupkan mobil.


Mobil pun melaju membelah jalanan yang sudah penuh karena aktivitas di pagi hari, banyak yang mengantar anaknya, pergi bekerja, maupun pergi membeli kebutuhan hidup mereka. Di perjalanan Arion dan Arin tampak menikmati pemandangan pagi ditemani musik berjudul 'perfect' yang dinyanyikan oleh Ed Sheeran. Sesekali mereka bernyanyi bersama dan mengobrol.


15 menit kemudian mobil sport itu nampak memasuki gerbang sekolah dan menuju tempat parkiran. Seseorang pun turun dengan wajah datarnya, siapa lagi kalau bukan Arion. Sedangkan Arin, ia sedang mengambil gitarnya dan membawanya di punggung. Mereka berdua pun berjalan menyusuri lorong lorong sekolah, mereka tak peduli pujian dan cacian yang dilontarkan kepada mereka.


Sampai di depan kelas 1A Arin pun pamit kepada kakaknya.


"Kak aku duluan ya"ucapku sambil melambaikan tangan dan melangkah masuk kelas.


"Ya"ucap kak Arion sambil melambaikan tangan dan melangkah pergi menuju kelasnya yang ada di samping kelas Arin.


"Hai Arin"ucap Vika yang duduk di samping bangku Arin.


"Halo juga "ucapku sambil duduk.


"Kamu bisa main gitar"ucap Vika antusias saat melihat Arin yang membawa gitar di punggungnya.


"Iya, tapi cuma sedikit"ucapku sambil meletakkan gitar di samping bangkunya.


"Woah keren, terus kamu bisa apalagi"ucapnya sambil menghadap ku.


"Oh aku bisa~"ucapku terhenti karena teriakan para siswa yang menoleh kearah pintu.


'kya ganteng banget sean'


'michel manis banget'


'woah mereka keren banget'


"Apaan sih mereka, kaya gitu aja teriak teriak hump"gerutuku kesal sambil melipat tanganku didada.

__ADS_1


"Woah mereka ganteng banget ya Rin"ucap Vika bersemangat sambil memegang tanganku.


"Nggak gantengan, kakakku sama ayahku"ucapku sambil mengalihkan pandangan kearah lain.


"Iya iya, aku percaya"ucapnya sambil melihatku.


"Kalau kamu bawa apa"ucapku sambil melihat kearah Vika.


"Oh aku bawa biola"ucap Vika sambil menunjuk kearah biolanya.


"Woah boleh lihat nggak"ucapku berbinar kala melihat biola, (ya karena angel itu bisa memainkan segala jenis alat musik ya termasuk yang digemari adalah gitar, biola, dan guqin. Sedangkan Arin hanya bisa menggunakan gitar).


"Boleh nih"ucap Vika sambil menunjukkan biolanya yang bewarna merah.


"Woah warna merah, keren"ucapku berbinar sambil memegang biola Vika.


'Pengumuman kepada para siswa di persilahkan menuju aula musik sekarang juga, sekali lagi kepada para siswa segera menuju ke aula musik sekarang juga'


"Ayo Arin kita kesana"ucap Vika sambil menarik tangan Arin.


Karena terburu buru Arin pun menabrak meja dan hampir terjatuh.


"Loh kok nggak sakit"batinku sambil menutup mata, Arin pun membuka matanya. Ia pun terkejut kala tubuhnya dipeluk oleh Sean dan di samping Sean ada Michel, Azzam, dan Aciel yang menatap mereka dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Eh makasih, maaf aku duluan"ucapku tersadar sambil berdiri dan melangkah pergi.


"Lucunya"batin Sean sambil melihat kearah punggung Arin yang pergi.


Sedangkan Michel, Aciel, dan Azzam juga melihat keagar punggung Arin yang pergi.


"Imutnya"batin Michel, Azzam, dan Aciel.


Setelah tersadar mereka melangkah pergi menuju aula dengan senyum tipis terukir dibibir mereka. Sesampainya di aula mereka segera menampilkan wajah datarnya kembali.


Sedangkan Arin, saat ini ia sedang mencari tempat duduk untuknya.

__ADS_1


"Arin sini"ucap Vika sedikit berteriak sambil melambaikan tangan kearahku.


"Vika"gumamku sambil melambaikan tangan.


Aku pun segera melangkah menuju tempat Vika yang disampingnya terdapat kursi kosong.


"Sini duduk"ucapnya sambil memegang tanganku, Arin pun hanya menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan.


"Bakal lama nggak ya"ucap arin sambil meletakkan gitar di pangkuannya.


"Nggak tahu, kayanya sampai sore. Soalnya nanti juga ada persembahan dari kakak kelas dan bimbingan dari wakil guru"ucap Vika sambil menghadap kearah Arin, aku pun hanya mengangguk-anggukan kepala.


"Perhatian semuanya , halo adik adik dan teman teman semua. Pasti ingat dong dengan kakak cantik ini. Kangen kan kalian, syukurlah kita bisa bertemu lagi. Nah jadi hari ini adalah penampilan bakat seperti yang kukatakan kemarin ya teman teman. Kali ini kita mulai dari kelas 1A. Mana tepuk tanganya"ucap kak Dinda sambil tersenyum


Para siswa pun bertepuk tangan kecuali para tokoh utama dan kak Arion yang hanya menampilkan wajah datarnya. Dan Arin hanya melihatnya.


Para siswa kelas 1A pun mulai tampil sesuai nomor urutnya yang diurutkan dengan nama mulai dari inisial A sampai Z.


"Nah sekarang kita tampilkan Arin Queen Abraham, silahkan maju panggung"ucap kak Dinda sambil tersenyum.


"Arin sekarang giliranmu"ucap Vika bersemangat sambil mendorongku.


"Baiklah, baiklah tenanglah"ucapku sambil membawa gitar dan melangkah pergi menuju panggung.


Setelah sampai di panggung, Arin meminta untuk disediakan kursi, agar ia bisa duduk dan memainkan gitar sambil bernyanyi.


Setelah disiapkan, Arin pun segera memposisikan dirinya dengan duduk dan gitar dipangkuanya. Ia pun juga mengecek mic yang ada didepan mulutnya.


"Halo teman teman, disini saya akan bernyanyi dan memainkan gitar. Lagunya berjudul~


Lanjut lagi nanti ya🤣


~bersambung~


Jangan lupa like and komen 😉😉🤣😂

__ADS_1


__ADS_2