
Didalam kamarnya Arin sedang melamun memikirkan siapa yang telah mencelakai keluarga Abraham. Ia berpikir bahwa mobil tersebut memang benar menargetkan dirinya.
"Apakah, ini ada kaitannya dengan kecelakaan kemarin"gumamku sambil berpikir.
"Haish sebenarnya ada rahasia apa dengan keluarga Abraham ini, dan siapa dalang dibalik semua ini."gumamku.
"Sepertinya ini bukan masalah sepele, ini melibatkan pejabat tinggi"lanjutku sambil menggelengkan kepala.
"Argh bingung aku"teriakku.
Arin pun berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci muka meredamkan amarahnya dan kekesalannya.
"Sial, hidupku sepertinya penuh dengan drama"ucapku sambil melihat kearah cermin dengan air yang menetes diwajahnya.
"Dek hiks maafin kakak dek hiks dek, bukain pintunya. Kakak benar hiks nggak sengaja bentak kamu hiks, keluar dek"ucap seseorang dari balik pintu yang tak lain adalah Arion. Ia sudah memantapkan dirinya untuk meminta maaf kepada Arin walau ia harus menunggu dan menangis didepan pintu kamar Arin.
"Hehe jailin dikit nggak apa apa ya"gumamku usil dengan seringai tipis.
"Enggak enggak hiks aku nggak mau hiks ngomong sama kakak hiks aku mau pergi saja hiks kerumah kakek hiks di korea"ucapku sambil berpura pura menangis.
"Dek jangan, jangan tinggalin kakak. Adek boleh deh minta apa aja. Yang penting jangan tinggalin kak Rion. Kakak minta maaf dek"ucap Arion panik saat mendengar adiknya akan meninggalkannya untuk pergi ke Korea.
Arin yang mendengarnya pun menahan tawanya agar tidak terdengar. Ia berbinar kala mendengar kakaknya akan memberikan apapun yang ia mau.
"Beneran"ucapku berbinar sambil membuka pintu cepat.
"Iya, jadi jangan tinggalin kakak"ucap Arion dengan matanya dan hidungnya yang merah karena menangis terlalu lama sambil memegang kedua tangan adiknya.
Arin pun mengambil nafas panjang dan
"Baiklah, dengerin ya aku mau, coklat, marshmellow, permen, es krim, kue, pudding, terus hoddiie kembaran, sepatu kembaran, topi kembaran, kaos kembaran, dan jangan lupa jam tangan kembaran"ucapku kemudian menghembuskan nafas lega.
Sedangkan Arion yang mendengar permintaan adiknya hanya terdiam seperti patung.
"Astaga, adikku benar benar ingin membuatku miskin"batin Arion menangis dalam hatinya meratapi uangnya yang sebentar lagi akan hilang.
"Nggak bisa dikurangi dek"ucap Arion hati hati sambil memohon dengan mata pupy eyesnya.
"Hehe jarang jarang kakak kaya gini, aduh imutnya"batin Arin tenang dalam hatinya tertawa cekikikan.
"Boleh kak, beliin setengah juga nggak apa apa"ucapku membuat Arion senang.
"Tapi sepertinya aku mau ambil koper dulu"lanjutku sambil berbalik.
"Koper buat apa dek"ucap arion bingung.
__ADS_1
"Mau tinggal dirumah kakek"ucapku sambil berjinjit diatas lemari mencoba mengambil koper.
Arion yang mendengar adiknya pergi pun panik bukan kepalang.
"Jangan lah dek,oke semuanya kakak beliin. Tapi jangan pergi kemana mana. Dek janganlah"ucap Arion merengek sambil mencegah Arin mengambil koper.
"Bener nih dibeliin"ucapku menyelidik.
"Iya iya dibeliin"ucap arion sambil menganggukkan kepalanya.
"Good boy"ucapku tersenyum sambil menepuk pelan kepala Arion.
"Sini duduk dulu kakak Arin mau tanya"ucapku serius sambil duduk di ranjang dan menepuk sebelahnya mengisyaratkan untuk Arion duduk disebelahnya.
"Ada apa dek"ucap Arion serius sambil duduk disamping adiknya.
"Jangan marah ya kalau adek ngomong ini"ucapku serius sambil menatap kak Arion.
"Iya kakak nggak bakal marah"ucap Arion serius.
"Jadi kak, adek sudah tahu kalau adek punya Kaka perempuan yang meninggal karena nyelametin adek dari kecelakaan"ucapku berhenti dan menatap wajah kak Arion yang nampak terkejut.
"Sekarang adek tanya, apa kasus itu sudah nemuin pelakunya"tanyaku.
"Emh itu, sebenarnya dulu ayah sudah menyelidikinya tapi cctv dan bukti buktinya lenyap, membuat kasus itu diberhentikan dari pihak kepolisian karena tidak ada bukti. Kata ayah ada campur tangan dari pihak yang berwenang. Sampai saat ini ayah masih berusaha untuk mengungkap buktinya. Tapi kata kakek, beliau mencurigai mantan temannya yang sekarang sudah menjadi musuhnya"ucap Arion pelan.
"Emm tanggal 12 Juni 2005 kayanya"ucap Kaka Rion sambil mengingat ingat.
"Emh kak waktu itu gerbang kita apa dipasang cctv"ucapku
"Ada dek malahan dikanan dan kiri jalan juga ada cctvnya"ucap kak Arion.
"Oh yaudah kak makasih. Emh kak adik mau tidur kakak pergi sana"ucapku ketawa sambil mendorong tubuh kak Arion.
"Jahat dek kamu, ngusir ngusir kakak. Kita bobok bareng aja ya"ucap kak Arion memberikan ide
"Enggak"ucapku ketus.
"Ayolah dek"lanjut arion sambil memohon.
"Besok aja deh kak, aku mau peluk boneka aku saja"ucapku.
"Lebih hangat pelukan kakak dek"ucap Kaka arion.
"Apa bener"ucapku polos.
__ADS_1
"Bener dek Kaka nggak bohong dah"ucap kak Arion sambil mengangkat jari telunjuk dan tengahnya.
"Yaudah sini bobok kak, Arin dah ngantuk hoamm"ucapku sambil menutup mulutku saat menguap.
"Yaudah sini kakak peluk"ucap Arion memiringkan tubuhnya dan membiarkan adiknya tidur dipelukannya.
"Hemmsz, hangat"gumam Arin saat tubuhnya berada dipelukan kakaknya.
Mereka berdua pun tertidur sambil memeluk erat satu sama lain.
########๐๐๐
Pagi hari, Arin yang sedang tidur pun menggeliat kala perutnya ditimpa sesuatu. Ia pun mulai membuka matanya dan melihat tangan melingkar yang ada diperutnya. ia pun melepas dengan perlahan dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah mandi Arin pun berniat untuk membangunkan kakaknya.
"kak bangun, udah pagi loh. Ayo bangun"ucapku sambil menggoyangkan tubuh kak arion.
"emzm, bentar dek"ucap Arion pelan sambil memiringkan tubuhnya dan kembali tidur.
Arin pun tak kehabisan akal, ia segera pergi kekemar mandi dan membasahi tangannya dengan air. kemudian ia pun segera mengelap wajah tampan kakaknya itu.
"seger belum kak"godaku saat melihat Arion yang tampak terkejut saat Arin membasahi wajahnya.
"hais sudah, yaudah kakak mau balik ke kamar dulu. Nanti bareng aja sama kakak"ucap kak Arion sambil beranjak dari ranjang dan perilaku menuju kamarnya.
Arin hanya menggelengkan tingkah kakaknya ia pun segera bersiap untuk sekolah. Ia pun membawa laptopnya karena ingin menyelidiki sesuatu di sekolah nanti. Setelah selesai bersiap Arin pun segera turun kebawah untuk sarapan.
"pagi ayah bunda"ucapku sambil duduk di kursi di depan meja makan.
"pagi juga Arin"ucap ayah bunda.
"huftt kakak lama amat sih"ucapku menggerutu.
"sabar dek, palingan juga sebentar lagi"ucap bunda lembut.
Tak lama arin pun melihat Arion yang sedang menuruni tangga.
"pagi yah, bunda, adek"ucap Arion sambil duduk.
"pagi juga Rion/kak"ucap ayah bunda dan Arin.
Mereka pun segera makan dengan tenang tanpa bicara. Selesai makan 2A berpamitan kepada ayah dan bunda, 2A pun segera menaiki motor yang sudah terparkir di halaman mansion.
~bersambung~
Jangan lupa like and komen ๐๐๐ค
__ADS_1
Kemarin author kan nanya yang jadi jodohnya Arin sapa. Ternyata kebanyakan bilang karakter lain, oke nanti author turutin. Tapi kalau udah ceritanya lanjut jangan nyesel loh, nanti bilangnya gini. Gimana sih Thor dari awal kan tokoh utama si A, masa jodohnya sama si B. Jangan gitu ya. Tetap semangat ya๐ค๐ค dukung author terus, dengan like dan komen. Murah kok nggak bayar, author kalau nggak ada komen itu kaya gimana gitu. Cuma bilang sesuatu aja author sudah seneng banget. Jadi semangat untung up terus. Tapi kalau nggak ada yang komen sama sekali itu rasanya kurang begitu, soalnya author itu sempetin buat baca komen kalian, kalau bisa aku jawab. Kalau nggak dijawab biasanya aku jawab salah satu buat mewakilin semuanya๐