Aku?Jadi Pemeran Figuran!!

Aku?Jadi Pemeran Figuran!!
CHAPTER 21


__ADS_3

Satu jam kemudian mata yang semulanya tertutup mulai membuka dengan perlahan. Dapat ia lihat di hidungnya ada selang oksigen dan tangannya yang tertancap jarum infus, siapa lagi kalau bukan Arindra Queen Abraham. Ia pun mulai mengamati sekitar dan melihat Sean dan Azzam yang tertidur disofa sebelah kanan sedangkan Aciel dan Michel tidur di kursi sampingnya. Kemudian ia melirik kearah kirinya, ia melihat kakaknya Arion yang tidur dengan menggenggam tangannya.


Arin yang melihat itu pun tersenyum tulus kemudian mengelus kepala Arion dengan lembut.


"Eunghh"Arion menggeliat kala merasa kepalanya diusap, ia pun mendongakkan wajahnya. Ia terkejut, benar benar terkejut. Adik yang tadi sudah meninggalkannya kemudian kembali lagi, adik yang ditunggu tunggu akhirnya sudah membuka mata. Tak terasa buliran air menetes dipipinya. Jika ia bermimpi, ia berharap tidak ada yang membangunkannya.


"Sayang, hiks kamu bangun"ucap Arion menangis sambil tersenyum.


"Hehehe kakakku yang tampan nan datar kok jadi cengeng gini sih"lirihku serak.


"Hiks kamu dek kamu jangan ninggalin kakak. Biarin kakak cengeng asalkan kamu nggak ninggalin kakak hiks"ucap Arion sambil memeluk erat tubuh Arin.


"Kak ambilkan aku minum"ucapku memelas.


"Ok, ini"ucapnya sambil menyerahkan segelas air putih.


Arion pun membantu Arin mendudukan posisinya agar nyaman.


"Bentar kak, ini selangnya ke ganggu"ucapku sambil melepas sealng oksigen dari hidungku.


"Udah sini"lanjutku sambil mengambil minum tersebut dengan tangan yang gemetar.


Arion yang melihat tangan adiknya gemetar pun membantu untuk memegang gelasnya dan meminumkannya.


"Udah kak, terimakasih"ucapku tersenyum tulus.


"Dek jangan tinggalin kakak ya"ucap Arion sambil memegang wajah Arin. Arin pun hanya menganggukkan kepalanya.


"Kakak kangen banget sama kamu"ucap Arion sambil memeluk erat tubuh Arin. Arin pun membalas pelukannya seraya mengelus punggung kakaknya.


"Apa yang dimaksud jiwa Arin. Rahasia apa yang akan terbongkar"pikir arin sambil mengelus punggung Arion.


"Kak apa pelakunya sudah ditangkap"ucapku sambil melepas pelukannya.


"Yang nabrak kamu sudah ditangkap pihak polisi. Setelah itu kita bebaskan dan kita tangkap. Kemudian kita siksa dia dan potong potong tubuhnya baru kita berikan kepada anjing liar"ucap Arion sambil menahan emosinya.


"Sudah kak aku tidak apa apa"ucapku sambil mengelus kepalanya.


"Itu si curut curut kenapa bisa disini"ucapku sambil memandangi Sean, Aciel, Azzam dan Michel.


"Nggk tahu dari pertama kamu sakit Sampai sekarang mereka kekeh banget buat jagain kamu. Padahal kakak sendiri bisa jagain kamu"ucap Arion.


"Kak aku laper. Mau sup matahari"ucapku dengan pupy eyes.

__ADS_1


"Uhh, baiklah bentar. Ehem woi bangun"ucap Arion sedikit teriak.


Sean,Michel,Azzam dan Aciel yang mendengar teriakan Arion pun langsung bangun dengan posisi duduk.


"Ada apa"ucap Michel yang belum menyadari Arin bangun.


"Beliin sup matahari dong buat arin"ucap Arion datar.


"Arin aja belum bangun, jangan ngada ngada dah"ucap azzam yang dipanggil Sean,Aciel dan Michel.


"Yaampun mata kalian dimana lihat ini"ucap Arion sambil memegang bahu Arin.


"Oh hai"ucapku dengan senyum canggung.


Mereka yang melihat arin sejenak bengong dan


Bruk


Sean,Aciel,Azzam dan Michel langsung memeluk erat tubuh Arin.


"Weh Weh apa apaan ini, jangan peluk peluk"protes Arion sambil melepas Arin dari pelukan mereka.


"Apa tadi sup matahari, oke aku beliin sekarang juga"ucap Azzam kemudian melangkah pergi.


"Em apa aja boleh nih"ucapku memastikan dan mendapat anggukan dari mereka.


Arin pun menarik nafas panjang.


"Oke aku mau coklat banyak, marshmellow banyak, es krim banyak, sate ayam, rendang, kare, bubur ayam"ucap Arin berbinar.


"Nggak boleh"ucap Arion, Sean,Aciel dan Michel serempak.


"Loh kenapa"ucapku dengan mata berkaca kaca.


"Itu makanan berat sayang, coklat, marshmellow dan bubur ayam boleh. Tapi yang lainnya nanti ya kalau udah sembuh"ucap Arion sambil mengelus lembut rambut Arin.


Arin yang mendengar penjelasan Arion pun hanya menganggukkan kepalanya. Sean,Aciel dan Michel sudah pergi membelikan makanan untuk Arin.


Tak lama mereka datang dengan membawa plastik besar ditangan mereka.


"Nih aku udah beliin sup matahari buat kamu"ucap Azzam sambil menyerahkan kantong plastik.


"Aku juga udah beliin coklat nih"ucap Sean sambil menyerahkan sekantong plastik besar.

__ADS_1


"Aku juga bawa marshmellownya"ucap Aciel.


"Bubur ayamnya nih sama aku beli buah buahan juga"ucap Michel sambil menyerahkan dua kantong plastik besar.


Arin yang mendapat banyak sekali makanan yang disukainya pun menerimanya dengan berbinar.


"Kak suapin ya"ucapku manja.


"Baiklah sini "ucap Arion sambil membuka pastikan yang berisi sup matahari dan menaruhnya di mangkok.


"Ok masih panas, bentar ya biar agak dingin"ucapan Arion sambil mengibaskan tangannya untuk mengipasi supnya.(kenapa nggak ditiup biar romantis. Alasannya rahasia😂. Yang tahu komen aja).


"Nah udah nih, ayo makan aa"ucap Arion sambil menyendok sup tersebut kemudian menyuapi Arin perlahan.


"Uhm enak banget, seger"ucapku sambil memejamkan mata menikmati makanan yang dimakan.


Setelah selesai makan, Arin tadi diperiksa dokter dan disuruh istirahat. Saat ini ia sedang berbaring di ranjang dan tidur dengan lelapnya.


"Sayang Kakak janji tidak akan membiarkan kamu seperti ini lagi. Kakak tidak ingin kamu meninggalkan kakak seperti 'dia' meninggalkan kita"batin Arion sambil memandangi wajah Arin.


Kemudian Arion pun meninggalkan Arin dan membuka ponselnya yang memperlihatkan sebuah foto perempuan yang berusia 6 tahun.


"hiks hiks kenapa kamu ninggalin kami. Apa kamu sudah hidup bahagia disana tanpa kami hiks. Maafkan aku yang membenci Arin dulu karena kejadian 'itu' hiks. Apabila dulu kita bisa berhati hati, saat ini pasti kita masih bersama sama dengan bahagia"ucap Arion pelan sambil memandangi foto tersebut.


Arion memejamkan matanya, kenangan kenangan dulu tentangnya seakan sebuah film yang diputar di otaknya. Arion kembali menangis melihat kenangan tersebut.


"hiks aku nggak boleh nangis, kalau nanti ketahuan Arin. ia akan sedih, aku takut membuatnya mengingat kembali kejadian itu yang sudah membuat 'dia' meninggalkan kami. hiks Arin pasti akan menyalahkan dirinya terus"lirih Arion sambil menyeka air matanya yang mengalir dipipinya.


Arion pun mematikan kembali ponselnya dan masuk Kembali kedalam ruangan. Ia dapat melihat wajah tenang milik adiknya.


#######


Spoiler dikit nih mulai dari episode ini tujuan jiwa angel pindah ke tubuh Arin akan dimulai. rahasia rahasia yang dipendam akan terkuak satu persatu.


apakah Arin bisa melewati semua rintangan dan masalah yang dihadapinya.


Dan siapkah 'dia' yang dimaksud Arion? Kejadian apa yang dialami oleh keluarga 2A?


Nantikan kelanjutannya ya oke😙


~bersambung~


Jangan lupa like and komen.

__ADS_1


__ADS_2