Aku?Jadi Pemeran Figuran!!

Aku?Jadi Pemeran Figuran!!
CHAPTER 18


__ADS_3

Saat ini Arin, Sean, Aciel, Azzam dan Michel berada diruang tamu tak lupa Arion yang duduk disamping Arin untuk mengawasi mereka sesuai perkataan Arin dan Arion tadi. Mereka sedang mengerjakan tugas kelompok yang tadi diberikan oleh pak guru, karena tokoh utama tidak membawa leptop akhirnya mereka mengetik menggunakan leptop milik Arin. Karena Arin seorang hacker tentu saja mengetik adalah hal yang mudah bagi Arin. Mereka mengerjakan dengan cepat seringkali juga bertukar pendapat.


3 jam kemudian makalah mereka sudah siap. Arin pun membereskan ruang tamu yang kotor karena banyak sekali sampah camilan yang berserakan.


"Woy si datar Ama si dingin bantuin dong"ucapku ketus sambil memunguti bungkus camilan.


Mereka yang mendengarnya pun menaikkan alis tanda tidak mengerti maksud Arin. Arin yang mengerti pun geram, padahal sudah jelas karakter mereka itu pada datar datar Ama dingin.


"Woy yang kumaksud itu kalian haduh"ucap Arin mengeluh.


Mereka pun menuruti perintah Arin tanpa berkata. Padahal di mansion mereka tidak ada yang berani untuk memerintah mereka bahkan keluarganya membiarkannya karena ada pelayan disisi mereka. Beda dengan keluarga Abraham, mereka selalu mementingkan kebersamaan dan kesederhanaan walaupun mereka kaya dan cukup mempunyai uang untuk menyewa pembantu. Mereka melakukannya agar anak anak bisa mandiri untuk kedepannya. Itulah yang membuat Sean, Aciel,Azzam dan Michel iri dengan kesederhanaan mereka.


Setalah selesai membersihkan ruang tamu, Arin pun segera menuju dapur karena waktu sudah sore,pastilah mereka lapar. Ia pun memilih untuk memasak nasi goreng, ayam goreng krispi, udang krispi, telur dadar,sayur kangkung, acar dan tak lupa sambal terasi. Ia memasak cukup banyak mengingat teman temannya disini.


Ketika sedang menggoreng daging ayam Arin terkejut saat ada yang memanggilnya dari belakang.


"Arin"ucap Michel.


"Astaga untung nggak punya riwayat jantung, ada apa"ucapku terkejut sambil mengelus dadaku dan melanjutkan menggoreng.


"Kami mau pamit pulang dulu ya"ucapnya diikuti anggukan oleh Sean,Azzam dan Aciel.


"Eeh bentar kita makan dulu aku udah masakin untuk kalian. Kalau nggak makan nanti siapa yang makan. Soalnya aku buat banyak nih"protes ku mendengar mereka yang ingin pulang.


"Emang bisa masak"ucap Sean datar.


"Eh jangan salah gini gini aku ini calon istri idaman tau nggak. Mangkanya aku bisa masak. Coba aja lihat cewek lain boro boro masak. Masak nasi aja gosong"ucapku sombong sambil menyibakkan rambutku.


"Iya emang calon istri idaman"batin mereka sambil tersenyum lebar kearah Arin yang sedang memasak.


"Kalian tunggu aja deh dulu. Ngapain gitu, kemana aja boleh, asalkan jangan kekamarku"ucapku sambil mengibaskan tangan kiriku sedangkan tangan kananku kugunakan untuk menggoreng daging ayam.


"Baiklah"ucap mereka sambil melangkah pergi.


"Yaampun dasar emang cowok nggak peka amat. Bisa kek bilang aku bantuin ya. Nyatanya kagak, haduh agak lama nih kayanya"batinku menggerutu.


Arin dengan cekatan memasak makanan yang sudah ia pikirkan. Sejam kemudian ia pun selesai memasak, ia pun memanggil kakaknya untuk meminta bantuan.


"KAK ARION"teriakku.


"IYA DEK, ADA APA"ucapnya sambil berteriak.


"SINI BANTUIN ADEK DULU"ucapku teriak sambil melepaskan celemek yang ada di tubuhku.


"Kok sudah amat sih ini, tadi kayanya nggak tali mati deh"ucapku kesal sambil berusaha untuk melepaskan celemek. Tak disangka ada tangan kekar yang menyentuh tangannya. Ari pun terkejut dan mendongak.


"Loh Michel ngapain kesini"ucapku bingung.


"Gara gara teriakan kalian aku jadi kesini, nih sudah kubuka"ucap Michel sambil membuka tali tersebut.


"Eh makasih ya"ucapku sambil melepas celemeknya.


"Apa perlu aku bantu bawain makanannya"ucapnya sambil melirik kearah makanan yang ada didapur.


"Iya boleh"ucapku sambil tersenyum lebar.


"Deg deg deg"jantung Michel berdetak kencang saat melihat senyuman manis Arin kerahnya.


"Michel, halo"ucapku sambil melambaikan tanganku kearahnya


"Oh iya apa"ucap Michel gugup.


"Ayo katanya mau bantuin"ucapku kesal sambil memanyunkan bibirnya membuatnya sangat imut dimata Michel.


"Imut sekali"batin Michel sambil tersenyum.


"Dek bantuin apa"ucap kak Arion tiba tiba membuyarkan lamunan Michel.

__ADS_1


"Ini kak, bantuin Arin bawa makanan ke meja makan"ucapku sambil membawa makanan yang telah kumasak.


"Oh yaudah sini kakak bantuin"ucap kak Arion sambil membawa piring dan nasinya.


Arin,Michel dan kak Arion pun membawa makanan tersebut kemeja makan.


"Loh yang lain mana"ucapku sambil menatap piring.


"Mereka ada diruang tamu, lagi main game"ucap Michel sambil menatap Arin.


"Kalau begitu biar aku yang panggilkan


dulu"ucapku sambil melangkah pergi menuju keruang tamu.


Sesampainya diruang tamu Arin melihat kerah Azzam,Sean dan Aciel yang fokus dengan ponsel mereka masing masing.


"Ayo makan dulu, udah mateng"ucapku sambil melihat mereka. Mereka pun yang awalnya serius dengan ponselnya seketika menatap Arin dengan pandangan yang err sulit diartikan. Mereka hanya membalas anggukan kepala dan segera melangkah menuju meja makan.


Di meja makan nampak 2 orang yang sudah tergiur dengan aroma masakan Arin. Mereka sudah tidak sabar untuk memakannya. Tak lama Sean,Aciel,Azzam dan Arin pun tiba.


"Maaf ya makanannya cuma sederhana, semoga enak"ucapku lembut.


"Nggak apa apa kok"ucap Sean yang dibalas anggukan oleh Aciel,Azzam dan Michel.


Mereka pun mulai makan dengan nikmat tanpa suara. Mereka terlihat cool saat makan tapi lain dengan hati mereka.


"Sederhana apanya, masakannya enak banget"batin Azzam berbinar.


"Ya ampun kaya gini dibilang sederhana. Ini enak banget"batin Aciel terkagum kagum.


"Wah calon istriku masakannya enak banget jadi makin sayang deh"batin Michel sambil tersenyum.(dasar halu kamu Michel๐Ÿ˜ช)


"Umh enak banget, pengen nambah terus"batin sean


"Wuih adekku makanannya tiap hari makin enak aja. Yang sederhana aja bisa jadi luar biasa enaknya gini. Lama lama bisa gemuk aku"batin Arion sambil makan dengan tenang tapi nambah terus.


Setelah mereka pergi Arin pun segera mencopy makalah mereka. Setalah selesai ia pun menaruhnya ditas agar tidak lupa dan merebahkan dirinya di kasur karena sudah lelah.


####๐Ÿค—๐Ÿค—


Reader: Thor kenapa sih up nya lama


Author: huhu maafkan kuotaku abis pas dijam jam tertentu. Jadi nggak bisa selalu up terus.


Readers: lah terus gimana Thor aku udah kangen nih.


Author:oh kangen sama author ya๐Ÿ˜š


Readers: kepdan loh Thor, kita aja kangen Ama si Arin dan sitokoh utamanya wlek๐Ÿ˜


Arin: hahaha nggak ada yang kangen Ama author. Dasar narsis emang author.


Author: kok gitu sih๐Ÿ˜ฃ. Aku keluarin kamu lho Arin.


Arin: lah jangan Thor aku kan mcnya. Nanti para readers marah Lo


Author: au ah gelap๐Ÿ˜ฌ


Ok lanjutin ceritanya jangan diambil Hati๐Ÿ‘† author lagi bosen amat gara gara nggak bisa up.


######๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


Keesokan harinya Arin pun bangun pukul 06.00 ia segera mandi dan bersiap menggunakan seragamnya. Kali ini ia menggunakan almamater bewarna merah maroon yang ia ikatkan dipinggang. Tak lupa Arin memoles sedikit wajahnya dengan bedak bayi dan pelembab bibir. Ia juga mengikat rambutnya dan menyisakan poninya yang menutupi dahinya sampai alis menambah kesan imut dan cantik.


Setelah selesai ia segera mengecek ulang buku yang dibawanya sama tugas kelompok yang sudah diselesaikannya. Ari pun segera turun dengan menggendong tas sekolahnya di punggungnya.


Karena kemarin ayamnya masih Arin hanya perlu memanaskan ulang saja dan menanak nasi. Setelah jadi Arin menyiapkannya dimeja makan.

__ADS_1


"Selamat pagi dek"ucap Arion melihat adiknya yang sedang membawa makanan dimeja.


"Selamat pagi juga kak, ayo sarapan"ucapku sambil duduk.


Mereka pun makan dengan nikmat dan tenang. Setelah selesai makan mereka bergegas untuk berangkat sekolah. Kali ini mereka berboncengan menggunakan motor sport warna merah berpadu warna dengan hitam tampak elegan dan keren.


15 menit kemudian mereka Sampai disekolah. Arion segera menuju ke parkiran untuk memarkirkan motornya. Setelah itu 2A segera turun dan pergi menuju kelas mereka masing masing.


Sampai dikelas Arin pun pamit dengan kakaknya dan menuju bangkunya. Ia heran kenapa saat ini ia merasakan firasat yang buruk tentangnya dan kakaknya. Ia mencoba untuk menepis perasaan tersebut.


Tak lama jam masuk pun berbunyi para siswa masuk kedalam kelas mereka masing masing. Di kelas Arin nampak seorang guru masuk kedalam.


"Selamat pagi anak anak"ucap pak guru.


"Selamat pagi pak guru"ucap para siswa.


"Baiklah sebelum memulai kegiatan belajar dan mengajar kita mulai dulu dengan berdoa sesuai keyakinan masing masing. Berdoa dimulai"ucap pak guru seketika membuat para siswa menunduk untuk berdoa dihati mereka.


"Berdoa selesai, nah kemarin saya memberi tugas kelompok untuk kalian. Silahkan perwakilannya untuk mengumpulkan didepan.


Para siswa yang menjadi perwakilannya pun segera maju tak terkecuali Arin. Ia membawa makalahnya yang tampak lebih rapi dari lainnya.


"Ok terimakasih atas kerja samanya. Sekarang kita akan melanjutkan materi kemarin bla bla bla bla dan bla"jelas pak guru.


(Jam pertama telah selesai, para siswa dipersilahkan istirahat).


"Baiklah cukup sekian pelajaran kali ini dan semoga ilmu yang kita dapat bermanfaat dimasa depan"ucap pak guru dan melangkah pergi.


Para siswa pun berhamburan keluar kelas kecuali Arin. Ia merasa firasat buruk akan terjadi pada dirinya atau kakaknya. Ia pun segera mencari kakaknya.


"Halo kak maaf lihat kak Arion nggak"ucapku ke kak satria salah satu teman kak Arion.


"Oh baru saja pergi keluar mau ke supermarket katanya yang ada didepan gerbang sekolah"ucapnya sambil menjelaskan tempatnya.


Tanpa aba aba Arin pun berlari menuju gerbang tampak Arion yang sedang menyebrang jalan.


"Kakak"teriakku saat melihat ada mobil yang dengan kecepatan tinggi menuju kearah Arion. Karena kondisi saat itu istirahat jadi Arion tidak mendengar teriakannya adiknya saat ini ia sedang menyebrang jalan karena saat ia menoleh tidak ada mobil ia pun berjalan, tanpa disangka ada mobil yang menargetkannya. Arin yang melihatnya pun langsung berlari kearah Arion. Saat sudah dekat Arin pun mendorong Arion dengan cepat, naas mobil tersebut menghantam tubuh Arin hingga terlempar beberapa meter dari lokasi kejadian.


Arion yang melihat tubuh Arin terlempar pun melotot terkejut, tangannya terasa mati jantungnya seperti berhenti berdetak. Lidahnya terasa kelu saat ingin berteriak. Ia segera berlari menuju tubuh adiknya yang sudah mengeluarkan darah.


"ARIIIN"teriak Arion menangis saat melihat tubuh Arin yang terlempar karena ditabrak oleh mobil sport hitam.


Sampai di tempat ia langsung menopang tubuh Arin kedalam pelukannya.


"TOLONG TOLONG, PANGGIL AMBULAN SIALAN. CEPET"teriak Arion memekik keramaian membuat perhatian mereka teralih kearah Arion yang sedang memeluk tubuh Arin yang sudah bersimbah darah.


Tampak sebuah mobil sport warna silver menuju mereka.


"Ayo segera bawa masuk"ucap seseorang yang tak lain adalah Aciel.


Arion pun mengangguk dan membawa tubuh Arin kedalam pelukannya dan segera masuk kedalam mobil Aciel.


"Yang cepet"ucap Arion panik melihat nafas Arin tesenggal senggal.


Arin saat itu merasakan tubuhnya mati rasa ia ingin sekali menghibur kakaknya yang menangis tapi ia tidak bisa berkata kata. Ia mencoba sebisa walau terbata bata.


"Hehehe kak.. katanya...kalau aku pe..pergi ka..kakak nggak na..ngis..ini kok ma..malah ce..ngeng sih"ucap Arin terbata bata sambil tersenyum.


"Dasar adek nakal hiks diem kamu hiks hiks jangan tinggalin kakak ya dek hiks hiks nanti coklat simpanan kamu hiks kakak makan lho hiks hiks"ucap Arion sambil menangis dengan air mata yang membasahi pipinya.


"Hehe ja..ngan lah kak su...sudah la..lama aa..rin si.m..pan. kak..Arin m..mau tidur se...seben..tar ya kak "ucap Arin sambil ingin menutup mata.


"Enggak dek buka mata kamu hiks Aciel cepet hiks sialan. Hiks dek buka mata kamu hiks jangan tinggalin kakak. Please buka mata kamu dek hiks. Cepetan bego"ucap Arion panik dan terisak saat melihat adiknya menutup mata.


Sebenarnya Aciel ingin sekali menghajar Arion sayang dari tadi mengumpatnya tapi ia sadar Arin saat ini butuh pertolongan. Apalagi Arin saat ini sudah ada dalam hatinya. Ia juga takut saat melihat bahwa Arin menutup matanya. Ia juga menangis melihat orang yang dicintainya tubuhnya bersimbah darah.


~beraambung~

__ADS_1


Jangan lupa like and komen hihihi๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


__ADS_2