Aku?Jadi Pemeran Figuran!!

Aku?Jadi Pemeran Figuran!!
CHAPTER 12


__ADS_3

Rasa bahagia menyeruak didalam hati Arin. Dalam kehidupannya yang dulu jangankan untuk bahagia, tersenyum saja ia tak bisa. Ia selalu dihina, dipandang rendah dan selalu disiksa dengan berbagai tuduhan. Sebagai obat dari rasa sakit tersebut ia selalu bekerja dengan taruhan nyawa saat menjadi agen negara. Saat ini walau hanya bermain main tak dipungkiri bahwa hatinya sangat hangat dan bahagia terlebih sekarang ia memiliki keluarga yang begitu menyayanginya. Tak terasa buliran air mata jatuh dipipinya karena terlalu bahagia, ia pun segera menghapusnya agar tidak ada yang melihatnya.


Saat ini mereka ada didepan permainan tembak tembakan.


"Nah dek kamu mau boneka apa"ucap kak Arion sambil melihat kearah Arin.


"Kak aku mau boneka Pikachu itu"ucapku sambil menunjuk ke sebuah boneka.


"Kalau begitu biar kakak yang dapetin ya"ucapnya sambil bersiap untuk menembak.


"Aku saja aku lebih jago"ucap Sean sambil menggeser badan Arion.


"Tidak tidak aku yang ahli"ucap Michel menengahi.


"Ehh aku kok bisa kok dapetin bonekanya"ucap Aciel sambil berdiri diantar mereka.


"Nggak bisa aku yang akan mengambilnya"ucap Azzam sambil bersiap untuk menembak.


Arin yang mulai jengah dengan sikap mereka pun mulai menembak kearah botol botol tersebut. Karena jiwa angel yang berada ditubuh Arin tidak sulit untuk memenangkan permainan tersebut.


"Yey aku menang mas aku mau boneka itu ya"ucapku tersenyum lebar sambil loncat loncat dan menunjuk kearah boneka Pikachu yang ukurannya besar membuatnya sangat nyaman untuk dipeluk.


Mereka yang sedang berantem pun segera menatapku dengan pandangan yang em entahlah tak tahu harus diungkapkan bagaimana🤔.


"Loh dek kan udah kakak bilang baka dapetin buat adek"ucapnya memelas.


"Mangkanya jangan berantem Mulu, nih pegangin aku mau makan dulu. Ayo buka kita beli jagung bakar"ucapku sambil menarik tangan Vika antusias.


"Oke ayok"ucapnya tak kalah semangat.


Sedangkan Arion jangan ditanya ia sedang mendengus kesal karena adiknya tak peduli padanya. Mereka pun segera mengikuti Arin dan Vika.


"Mas saya jagung bakarnya pedes 6 manis 2 ya"ucapku sambil melirik kearah jagung yang dibakar.

__ADS_1


"Siap neng"ucap penjual tersebut sambil mengipasi jagung bakar.


"Eh Vika disana ada sosis bakar noh, beli 10 ya yang pedes. Biar jagungnya aku yang tunggu"ucapku sambil menunjuk kearah penjual sosis bakar.


"Siap"ucap Vika sambil melangkah pergi menuju penjual sosis tersebut.


"Kalian suka pedes kan"ucapku sambil menatap kearah Arion, Sean,Aciel,Michel, dan Azzam.


"Iya"ucap mereka sambil menganggukkan kepala. Aku pun segera mengalihkan pandanganku kearah jagung bakar yang sedang dibakar dengan bumbunya yang khas menggoda penciumanku.


"Huh lama amat sih"ucapku sambil mengerucutkan bibirku saat jagungnya belum matang matang.


"Mas masih lama ya"ucapku mendengus kesal.


"Enggak neng paling 5 menit lagi matang"ucapnya sambil membalikkan jagung bakar.


Tak lama kemudian jagung bakar pun jadi, Arin segera membayar jagung tersebut dan segera mengambil satu yang rasa pedas. Ia pun mulai memakannya. Ia menikmati sensasi panas, pedas dan aroma sedikit gosong di jagung tersebut. Ia pun segera menghampiri Arion dan kawan kawan.


Beberapa saat kemudian Vika pun menghampiri Arin dan teman temannya.


"Nih sosisnya"ucapnya sambil memberikan plastik berisi sosis bakar pedas.


"Umm nyam nyam kayaknya enak nih"ucapku sambil mencium aroma sosis tersebut.


"Nih jagungnya"ucapku sambil menyodorkan plastik berisi jagung bakar rasa manis.


Kami pun mencari tempat untuk makan jajanan kami. Mata kami tertuju kearah bangku disekitar pasar malam tersebut. Karena belum ditempati mereka pun melangkah menuju bangku tersebut. Cukuplah untuk mereka duduk dan menikmati makanan tersebut.


"Uh leganya"ucapku saat duduk di bangku tersebut.


"Ayo dimakan"ucapku sambil membuka sosis dan beberapa jajanan yang sudah kami beli sebelumnya di meja ditengah tengah kami duduk.


Kami pun menikmati jajanan tersebut dengan nikmat ditambah udara dingin membaut sensasi berbeda saat kita makan jajanan yang masih panas(baru matang). Untungnya mereka mengenakan jaket yang dapat membuat tubuh mereka tidak kedinginan.

__ADS_1


Selesai makan mereka pun melanjutkan bermainnya, karena sudah malam mereka akan naik permainan yang terakhir yaitu bianglala. Sebelum naik Arin dan Vika berinisiatif untuk membeli permen kapas untuk dinikmati saat mereka pemandangan dari atas saat naik bianglala.


"Indahnya"ucapku berbinar saat melihat pasar malam dari atas.


"Ya indah banget"ucap Sean, Aciel,Michel dan Azzam memandangi pemandangan yang indah. Bukan pasar malamnya lho tapi si Arin yang nampak sangat cantik dan imut di mata mereka.(sebenarnya sih iya hehehe).


Setalah melalui beberapa putaran giliran mereka sudah berakhir. Jam menunjukkan pukul 9.30 mereka mulai bersiap siap untuk pulang.


"Kalau begitu aku sama Arin duluan ya"ucap kak Arion sambil menggandengku, sedangkan aku sedang memeluk boneka Pikachu yang aku dapatkan saat bermain tembak tembakan tadi.


"Oke hati hati ya Rion"ucap Michel dibalas anggukan oleh Arion.


Sedangkan Sean, Michel, Aciel, dan Azzam memandangi punggung Arin yang mulai menjauh.


"Senangnya dapat bertemu Arin lagi"batin mereka sambil tersenyum.(wah kejadian langkah nih😮). Vika, jangan ditanya ia sudah pulang duluan sebelum Arin dan Arion pulang.


Mereka pun menuju tempat parkiran dan mengambil mobil masing masing. Saat ini Arin ia meletakkan bonekanya di belakang agar tidak menggangunya dan Arion yang mengemudi.


"Kak makasih ya udah nemenin Arin, Arin sayang kakak"ucapku sambil memandang kak Arion.


"Kekeke sama sama. Kakak juga seneng lihat Arin yang bahagia dari pada nangis jadi jelek"ucapnya sambil tertawa. Aku yang mendengarnya pun menggembungkan pipiku kesal.


"Ih imutnya"batin Arion saat melihat kearah Arin kemudian kembali fokus ke jalanan.


"Hoamm kak aku ngantuk nih, aku nggak nemenin kakak nyetir ya"ucapku sambil menutup mulutku yang sedang menguap.


"Iya kamu tidur aja, kalau udah sampai nanti kakak bangunin. Kalau tidak biar kakak yang gendong"ucap kak Arion sambil mengelus lembut kepala adiknya. Arin pun hanyawnganggulan kepalanya dan mulai menutup matanya.


Arion yang melihat Arin sudah tidur pun tersenyum hangat kemudian melanjutkan menyetir. 15 menit kemudian mereka pun sampai di depan mansion keluarga mereka. Arion yang melihat adiknya tertidur pulas pun tak tega membangunkannya. Akhirnya ia memutuskan untuk menggendongnya. Sampai dikamar Arin, Arion pun membaringkan tubuh Arin dengan pelan kemudian mengecup singkat kening Arin sebelum beranjak pergi menuju kamarnya.


~bersambung~


jangan lupa like and komen

__ADS_1


__ADS_2