
Arion pun duduk disamping Arin sambil memegang tangannya. Kemudian ia melihat ke arah wajah Arin yang pucat. Arion pun mencium kening Arin sedikit lama kemudian melihat wajah cantik nan imut yang biasanya tertawa kini sedang terbaring tak berdaya.
Tak lama dari pintu datang seseorang dengan menenteng 2 plastik ditangannya masing masing, siapa lagi kalau bukan Azzam yang disuruh membeli makanan untuk Arin. Karena tak tahu apa yang disukai Arin, ia membeli banyak sekali beberapa jenis makanan dan minuman. Kemudian ia pun meletakkan plastik tersebut dimeja dekat ranjang dan duduk kembali ditempatnya.
"Terima kasih kalian sudah bawa Arin kesini dan ngobatin arin, kalian masuk aja ke kelas biar Arin aku yang jaga"ucap kak Arion tulus tapi tersirat mengusir.(wk wk wk dasar Arion)
"Its okay sama sama. Tapi aku juga mau jaga Arin"ucap Aciel datar.
"Aku juga soalnya capek baru beli makanan. Aku juga akan menjaganya"alasan Azzam sambil menyeka dahinya.
"Nggak usah aku aja cukup untuk menjaga adikku sendiri"ucap kak Arion menekankan kata adik.
"Nggak apa apa Arion, kamu nggak usah merasa tidak enak segala"ucap Sean sambil menepuk pundak Arion yang duduk disampingnya.
"Dasar bocah sialan. Siapa juga yang ngerasa nggak enak. Kalian aja yang mau deketin Arin. Nggak akan kubiarin kalian mudah mendapatkan Arin dariku. Mueheheh"batin Arion kesal kemudian menyeringai.
Tak lama terdengar lenguhan kecil dari bibir mungil Arin yang masih pucat. Arin pun mulai mengerjabkan matanya Sampai akhirnya ia melihat kak Arion, Sean, Michel, Aciel dan Azzam yang sedang memandangnya dengan tatapan intens.
"Dek kamu nggak apa apa kan"ucap kak Arion sambil memandang khawatir wajah Arin.
"Nggak apa apa kok kak cuma sedikit pusing"ucapku serak sambil memegang dahiku.
"Ini minum dulu"ucap Azzam sambil menyodorkan air mineral kearah Arin. Arin pun menerimanya dan mulai meminum. Karena memang benar tenggorokannya saat ini sangat kering, membuat suaranya menjadi serak.(si Azzam peka juga ternyata ya😍).
"Terima kasih"ucapku teesenyum saat sudah selesai minum.
"Iiya sama sama"ucap Azzam sedikit gugup karena terlana dengan senyuman manis Arin yang mengarah padanya, membuatnya merona ditelinganya.
Sedangkan yang lain kesal melihat interaksi antara Arin dan Azzam.
"Dek makan dulu ya biar kakak yang supain"ucapnya sambil membuka bungkusan makanan diplastik.
"Biar aku saja Arion pasti kamu capek lari lari kesini"ucap Sean saat akan mengambil makanan ditangan Arion.
"Nggak usah biar aku saja"ucap Aciel ingin mengambil makanan tersebut.
"Aku saja yang nyuapin kan aku yang beli"ucap Azzam protes.
"Nggak usah kalian cape kan, giliranku aja"ucap Michel menengahi.
Arin yang jengah melihat mereka bertengkar pun menjadi kesal.
__ADS_1
"Berhenti"ucapku sedikit teriak.
Mereka yang awalnya ribut pun berhenti dan menoleh kearahku.
"Makananku biar aku yang makan sendiri, sedangkan makanan kalian. Kalian yang makan sendiri. Paham"ucapku sambil mengambil bungkusan makanan dan memposisikan untuk duduk.
Setelah selesai makan aku pun berniat untuk minum. Aku mencari botol minuman yang sudah aku minum. Karena tidak menemukannya aku pun bertanya kepada Azzam.
"Zam minumanku mana"ucapku sambil menoleh kearah Azzam.
"Nih"ucapnya sambil menyerahkan botol minuman yang masih tersegel.
"Loh inikan yang baru. Yang sudah aku minum tadi mana"ucapku heran sambil memegang botol minuman yang baru tersebut.
"Ni sudah aku minum"ucapnya sambil memperlihatkan botol air mineral yang sudah diminum Arin tadi.
"Oh yaudah"ucapku polos karena si Arin kan memang nggak peka.
Sedangkan yang lain tersedak mendengar bahwa minuman Arin diminum oleh Azzam, sontak mereka pun menatap tajam kearah Azzam. Sedang yang ditatap hanya acuh sambil memamerkan ia yang sedang minum dengan botol bekas minuman Arin tadi.
"Senangnya Inikan berarti ciuman secara tidak langsung"batin Azzam sambil tersenyum lebar dan memegang erat botol bekas minuman Arin.
Setelah selesai makan dan minum wajah Arin sudah tidak sepucat tadi, walau begitu Arin merasa badannya masih lemas sekali.
"Yaudah kak, lalu tasku"ucapku
"Sudah dimobil"ucapnya singkat. Arin pun hanya menganggukkan kepala dan mulai merentangkan tangganya kedepan.
"Kak gendong, arin masih belum kuat berdiri"ucapku memelas terlihat imut sekali.
"Blush"seketika wajah mereka yang melihatnya pun memerah bahkan telinganya juga merah.(wk wk dasar si Arin ngerti imut malah diimutin. Kan jadi imut banget nget. Lebay deh authornya😋🤣).
"Baiklah kemari, yaudah aku pulang duluan ya. Terimakasih untuk tadi"ucap Arion sambil menggendong Arin ala tuan putri dan menoleh kearah Sean,Aciel,Azzam dan Michel, mereka pun hanya menganggukkan kepala. Karena pandangan mereka tak terlepas kearah Arin yang sedang digendong oleh Arion.
Arion mulai melangkah pergi menuju mobilnya. Sampai dimobilnya ia pun meletakkan Arin dan memasangkan tali pengaman ditubuh Arin. Setalah itu ia pun mulai masuk mobil dan menyetir dengan hati hati agar Arin tidak terganggu. Ia juga mematikan ac-nya agar Arin tidak kedinginan.(kakak yang baik dan peka. Pengen satu dong author 😍).
Sesampainya di rumah Arion pun membuka pintu mobil Arin dan menggendongnya, kemudian ia melangkah pergi menuju kamar arin. Sampai dikamar Arin ia pun membaringkan tubuh Arin dengan hati hati, tak lupa ia mengecup singkat kening dan pipi Arin sebelum pergi.
3 jam kemudian Arin pun menggeliat. Ia menatap dirinya saat ini sudah ada di ranjang. Ia pun tak mempermasalahkannya. Karena ia yakin pasti kakaknya yang menggendongnya. Setalah bangun Arin pun melangkah menuju kamar mandi. Ia mulai menyiapkan air hangat dan lilin aromaterapi rasa mint yang selalu membuatnya tenang dan damai kemudian ia mulai menanggalkan pakaiannya dan segera masuk bath tub. Ia pun mulai memikirkan apa yang diketahui olehnya tadi.
(Flashback on)
__ADS_1
Saat ini Arin sedang mengendap endap di samping gudang belakang. Ia melihat siluet orang yang sedang berbincang ditelfon.
"Siapa sih itu"ucapku sambil melihat kearah mereka.
Arin yang melihat orang itu pun melotot sampai menganga tak percaya.
Saat itu Arin melihat Evelyn yang sedang telfonan dengan seseorang yang dia yakini bahwa itu mamanya. Kenapa Arin tahu. Karena sebagai agen ia harus melatih semua inderanya mangkanya ia tahu betul percakapan tersebut.
"Tenang ma, aku tetap akan berperilaku polos dan baik untuk memenangkan hati tuan muda Sean,Michel,Aciel dan Azzam. Akan aku pastikan mereka bertekuk lutut padaku"ucap Evelyn sambil tertawa.
"Iya sayang setelah itu kita kuras harta mereka"ucap seseorang tersebut sambil tertawa.
"Yaudah ma, kalau begitu aku tutup dulu. Mau sekolah"ucapnya kemudian mematikan telfon.
"Heh rupanya jadi lotus putih ya. Hehe kita lihat siapa yang jadi pemenangnya"batinku sambil menyeringai licik melihat kearah seseorang yang ia kenal.
(Flashback off)
Arin tak menyangka bahwa orang yang dianggapnya benar benar baik ternyata hanya lotus putih yang menutupi kejahatannya. Setelah berendam ia pun segera mengambil pakaian sederhana dan turun untuk makan.
Saat turun ia mendengar suara kegaduhan didapur. Segera ia berlari menuju dapur. Ia terkejut melihat kondisi dapur yang berantakan dan ada seseorang yang berdiri sambil menunduk tak berdaya. Arin pun menghampirinya.
"Astaga kak, apa yang kamu lakukan"ucapku menganga melihat keadaan kak Arion yang sudah kotor dengan tepung dirambutnya. Kecap dan saos yang ada di bajunya.
"Niatnya kakak mau masak untuk kamu eh jadi begini"ucapnya sambil menunduk. Arin yang mendengarnya pun menghembuskan nafas panjang.
"Yaudah kakak mandi dulu sana, biar ini Arin yang bersihin. Nanti Arin juga yang masak"ucapku lembut sambil mengelus rambut Arion
"Yaudah kakak mandi dulu ya"ucap kak Arion sambil melangkah pergi menuju kamarnya.
Sedangkan Arin saat ini ia sedang membersihkan dapur yang sudah kacau. Ia pun mulai mengelap dan menyapu, tak lama kondisi dapur pun sudah bersih. Ia mulai memasak makanan yang sederhana. Yaitu ayam kecap, acar, dan irisan telur dadar. Kemudian ia pun menyiapkan nasi putih untuk dirinya dan kak Arion. Selesai masak ia pun meletakkan makanan dan nasi tersebut ke meja makan.
Tak lama ia melihat kak Arion yang mulai duduk di kursi.
"Uhmm enak nih"ucap kak Arion sambil menyendok lauk dipotongnya yang sudah ada nasi yang kusiapkan.
"Wah masakan adek emang paling enak hehehe"ucapnya sambil makan.
Aku pun hanya menggelengkan kepala dan melanjutkan makan. Setelah makan aku dan kak Arion pun menuju ruang keluarga untuk nonton tv.
~bersambung~
__ADS_1
Jangan lupa like and komen Wike😉😉😍