
Mereka pun pergi menggunakan satu mobil. Di dalam perjalanan Arin sangat antusias ia banyak sekali bercerita tentang ia sekolah, saat ia sedang bersama temannya dan saat ia sedang berantem dengan kakaknya, sedangkan Arion dan kedua orangtuanya hanya mendengarkan dan sesekali tertawa melihat raut wajah Arin yang nampak berubah ubah saat bercerita.
Setibanya di cafe mereka menjadi pusat perhatian pengunjung lain. Siapa sih yang tak kenal keluarga Abraham, keluarga terpandang dan terkaya di Asia tenggara. Walaupun tidak masuk dalam daftar dunia, keluarga mereka cukup disegani karena sifat mereka yang ramah dan baik membuat mereka dihormati. Jangan salah ayah dari tuan Abraham sendiri yang berarti kakek 2A adalah mantan jenderal tentu saja hal itu membuat keluarga Abraham lebih disegani.
'Wah tuan Abraham walaupun sudah berumur masih terlihat muda'
'nyonya Abraham juga terlihat awet muda'
'lihat nona muda Abraham sangat imut saat cemberut'
'iya bener imut sekali, rasanya ingin kucubit pipinya yang tembem itu'
'hahaha sana sob kalau berani'
'ya pastinya..kagak beranilah hahaha'
'kyaa tuan muda Abraham sangat berkharisma dengan tampang dinginnya itu'
Begitulah ocehan ocehan yang terdengar oleh 2A dan kedua orangtuanya, tapi mereka hanya membiarkannya toh mulut mulut mereka sendiri kecuali kalau menjelekkan pasti mereka akan bertindak.
"Permisi ada yang bisa saya bantu"ucap pelayan sopan saat melihat keluarga Abraham didepannya.
"Tadi saya sudah pesan tempat atas nama Abraham dimana ya tempatnya"jawab tuan Abraham mewakili.
"Mari pak saya antar"ucap pelayan tersebut dengan sedikit membungkukkan badan dan mengantar mereka.
Pelayan itu mengantar mereka ke lantai atas atau lantai VIP. Sesampainya disana mereka disuguhkan dengan pemandangan kota yang menawan dengan lampu lampu yang meneranginya, atap yang terbuat dari kaca membuat kita bisa melihat bulan dan bintang yang bertebaran di langit malam dan dipinggiran penjuru terdapat rangkaian bunga yang mekar menambah sensasi alam didalam ruangan.
Keluarga Abraham pun segera duduk di tempatnya. Mereka menunggu makanan yang telah dipesan sambil menikmati pemandangan yang ada. Keheningan melanda ruangan itu membuat mereka memilih diam.
"Saat bintang bersinar ia mampu membuat orang takjub, saat bintang jatuh banyak orang yang membuat permohonan, saat bintang tidak ada banyak orang yang menatap langit dengan perasaan sunyi dan saat bintang di sandingkan dengan bulan mereka mengalihkan pandangan ke arah bulan, mengapa?" suara Arin memecah keheningan sambil menatap kearah langit dan tersenyum lembut. Kedua orangtuanya Arin dan Arion hanya menatap dalam kearah Arin.
"Mungkin karena bulan hanya satu sedangkan bintang banyak membuat mereka terfokus dengan satu obyek"jawab Arion asal.
"Bukan kak ada hal yang memang tidak bisa diungkapkan dengan lisan tapi bisa diungkapkan dengan mata"sanggah Arin kemudian menatap Arion.
"Sudah sudah mari kita makan terlebih dahulu"tegas ayah saat makanan sudah ditata oleh pelayan.
__ADS_1
"Baik ayah"kompak Arin dan Arion.
Mereka pun makan dengan bergurau dan tertawa ya untuk saat ini mereka ingin terbebas dari aturan jadi sesekali tidak apa apalah menikmati kebersamaan. Walau sederhana tapi terasa hangat dihati.
"Kalau sudah selesai yuk pulang"titah ayah dengan lembut.
"Bentar ayah aku mau foto dulu, kak fotoin ya"ucapku memohon.
"Nggak mau ayo pulang aja kakak sudah capek dek"tolak Arion.
"Sebentar aja kak"ucapku puppy eyes.
"Ughh.... yaudah deh bentar aja ya"karena tak tahan melihat keimutan adiknya, akhirnya Arion pun pasrah.
Arin segera berdiri di sebuah sudut ruangan sehingga terlihat dibelakangnya terdapat kota yang indah. Tak lupa pula ia juga berpose dengan membuat mimik imut.
Cekrek
Cekrek
Cekrek
"Sudah ya dek, kakak capek banget"melas Arion kepada adiknya.
Karena melihat kakaknya kelelahan Arin pun menyetujuinya.
"Yaudah deh tadi juga udah dapet banyak fotonya, thank you brother"ucapku sambil mencium pipi kanannya membuat Arion tertegun kemudian tersenyum.
"Yaudah ayo pulang sudah larut malam"ucap ayah tegas kemudian berjalan pergi disusul dengan bunda.
Sementara Arin dan Arion berada dibelakangnya mengikuti ayah bunda.
"Kak mana handphonenya aku mau lihat"pintaku sambil mengulurkan tangan.
"Ini ambilah"ucap Arion sambil menyerahkan handphonenya ketangan Arin.
"Loh kok pake sandi segala sih, emang isinya ada apa hayo"goda Arin sambil mengerlingkan matanya.
__ADS_1
"Nggak ada apa apa Arin cuman biasanya temen kaka suka jahil ngecekin hp orang"dengus Arion.
"Lalu sandinya apa kak"tanyaku dengan tangan yang masih memegang hp.
"Tulis aja Arin nyebelin"jawab Arion kemudian terkekeh pelan.
"Oh oke Arin nyebelin"gumam Arin yang belum menyadarinya. Kemudian mengulangi lagi kata tersebut dengan pelan sampai akhirnya ia tersadar.
"Ihh kakak yang nyebelin, nakal banget sih kak"dengusku kesal karena melihat Arion yang sedang tertawa.
Tangan Arion kemudian terjulur mengusap lembut rambut adiknya.
"Yaudah deh maaf tapi kenyataan kok Arin nyebelin, lagipula biar kakak selalu ingat Arin disetiap saat"ucapnya lembut.
"Oh so sweet, oh kakakku sarangheo"ucapku mendramatis sambil membuat kode love dengan tangan.
"Kamu ini dek"kekeh Arion kemudian mengacak acak rambut adiknya membuat Arin kesal sambil menghentakkan kakinya.
Sedangkan disepanjang jalan yang dilalui 2A para pelayan dan pengunjung yang melihat perdebatan mereka hanya terkekeh geli, apalagi melihat Arin yang menghentakkan kakinya layaknya anak kecil yang sedang kesal membuat mereka menahan diri untuk tidak mencubit pipi tembem Arin.
Saat keluar Arin dan Arion segera menghampiri mobil orangtuanya, mereka tadi tertinggal karena perdebatan mereka. Arin yang jalannya cepat membuat Arion tertinggal dibelakangnya. Sekilas ia merasakan insting bahaya membuatnya menengok kearah kakaknya. Dan benar saja terdapat sebuah mobil yang melaju dengan cepat kearah Arion, membuat Arin terpaku kemudian segera berlari kearah kakaknya.
"Kakak"teriak Arin saat mobil tersebut sudah hampir dekat dengan Arion dan
Bruk
Selamat, yah Arin berhasil menarik kakaknya kesamping sebelum ditabrak mobil tersebut. Hanya saja kejadian itu membuat mereka terguling dipinggir jalanan.
"Kak, kakak kamu nggak apa apa kan?. Apa ada yang sakit?kenapa diam apa ada yang luka ha, jawab kakak"tanya Arin tergesa gesa disamping Arion yang masih terpaku dengan kejadian tadi.
Sampai ia tersadar saat setetes cairan mendarat dipipinya, sontak ia melihat kerah Arin yang sedang mengkhawatirkannya sambil menangis. Dengan pelan ia menangkup kedua pipi Arin dan mengelusnya.
"Kakak tidak apa apa dek. Sekarang kakak yang tanya kamu tidak apa apa kan, kenapa kamu nyelametin kakak lagi. Kakak tidak mau ya melihatmu terluka untuk kedua kalinya hanya untuk menyelamatkan kakak"ucap Arion serius kemudian memeluk Arin yang masih menangis.
"Karena aku sayang kakak"ucap Arin pelan sambil memeluk erat tubuh Arion. Arion yang mendengarnya pun tersenyum tulus dan juga membalas pelukan erat itu.
~bersambung~
__ADS_1
Jangan lupa like and komen ๐๐๐ค
maaf ya lama upnya padalah sesuai deskripsi yang author buat upnya hari Sabtu ama minggu eh ternyata hari Sabtunya author ada presentasi rohis. jadi author sibuk ngurus itu. nah pas hari minggunya author nggak ada pulsa nih nggak jadi lagi๐ ๐ . maaf baru bisa up hari ini, untuk hari ini upnya pasti dobel kok cuman waktunya yang beda. tetap semangat ya jalani hari harinya๐๐๐