Aku?Jadi Pemeran Figuran!!

Aku?Jadi Pemeran Figuran!!
CHAPTER 3


__ADS_3

Saat sampai di mansion, Arin pun segera masuk ke dalam. Di saat ia akan masuk kamar di lihatnya kakaknya yang sedang menatap tajam kearahnya.


"ada apa"ucapku sambil menyeka keringat didahiku.


"dari mana"ucapnya datar.


"ohhh aku baru saja olahraga pagi"ucapku sambil manggut-manggut .


"sana bersihkan dulu badanmu, setelah itu kita makan"ucapnya sedikit lembut.


"baiklah"ucapku sambil melangkah pergi menuju kamar.


Sesampainya di kamarku, aku pun segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh. 15 menit kemudian aku pun keluar dengan menggunakan kimono,kemudian aku pun bersiap dengan menggunakan baju yang sederhana.


"ok sudah siap"ucapku sambil bercermin.


krucuk krucuk


"uhh lapar, kalau begitu aku turun dulu. Pasti kak Arion udah nunggu lama"ucapku sambil melangkah pergi.


"Maaf kak lama"ucapku sambil duduk.


"yaudah nggak apa apa, selamat makan"ucapnya.


"selamat makan"ucapku.


Kami pun makan dengan tenang tanpa berbicara, hanya ada dentingan sendok dan garpu yang terdengar. Arin yang telah selesai makan pun beranjak pergi menuju ruang keluarga untuk menonton TV sedangkan Arion, dia mengikuti adiknya kemana pergi.


Sebelum pergi ke ruang keluarga, Arin pergi ke dapur untuk membawa beberapa camilan untuk ia makan saat nonton tv.


"kak nonton action ya"ucapku sambil duduk di sofa depan tv.


"nggk film horor aja"ucapnya sambil duduk di sampingku.


"yah kak action dulu baru horor "ucapku sambil memelas.


"hah baiklah setelah ini horor lho"ucapnya sambil tersenyum tipis.


"oke ship"ucapku sambil mengangguk.


Aku pun segera menekan channel dan menonton film action.


"kak kita sekolahnya kapan"ucapku sambil memakan camilan dan menonton tv dengan posisi kepalaku berada di paha kak Arion.

__ADS_1


"emm Minggu depan "ucapnya sambil mengelus kepalaku, aku pun hanya menikmatinya sesekali memberikan makanan dengan menyuapinya.


"kak kamu sudah beli peralatan sekolah belum"ucapku sambil memandang wajah kakakku.


"emang kenapa"ucapnya sambil menatap wajahku.


"emm ya temani aku beli kebutuhanku dong"ucapku sambil mengerucutkan bibirku.


"hahah ya sudah besok kita beli barang barangnya bersama, Kaka temani"ucapnya sambil tersenyum lebar sesekali mencubit kecil hidungku, aku pun hanya membiarkannya saja karena memang aku sangat menyukainya, apalagi di kehidupanku yang dulu aku tidak mendapat kasih sayang dari keluargaku.


"ayo cepat lari, itu penjahatnya ada di belakangmu, cepetan dong. lelet banget jalannya"monolog ku sambil melihat film di tv.


"itu kenapa sih penjahatnya bisa tahu lokasi korbannya"ucapku menggerutu.


"hei pukul balik donk, kenapa malah diam aja saat dipukul"ucapku geram.


Arion yang melihat tingkah adiknya hanya terkekeh, ia berpikir kenapa adiknya saat ini menjadi imut sekali,rasanya ia ingin memeluk erat dan mencubit pipinya yang sudah menggembung.


"au ah, tokoh utamanya lemah terlalu polos"ucapku kesal sambil memakan camilan.


"namanya juga film dek, kalau begitu ganti horor aja gimana"ucap kak Arion sambil mengelus lembut rambut adiknya.


"emm, ganti aja kak. Tokoh utamanya terlalu payah"ucapku kesal.


"yang serem kak"ucapku.


"ok kita nonton ini aja ya 'anabelle 2'"ucap kak Arion.


"oke kak"ucapku


15 menit kami menikmati filmnya, dengan banyak sekali kejadian yang membuat kami tertawa dan ketakutan.


"woi itu mc nya, kalau udah malem dengar suara itu biarin aja, ini malah repot repot cari tau. Bahkan Sampai ke gudang belakang. Astaga nyawamu sekarang di ujung tanduk mbk"ucapku sambil memakan ciki dan fokus menonton film.


"wow setannya nggak capek apa, kepalanya dimiringin terus"ucapku kagum.


"dek kalau nonton itu diem, ini malah ngoceh dari tadi"ucapnya sambil memakan ciki yang berada ditanganku.


"apaan sih Kak, suka sukaku lah"ucapku kesal.


"baiklah baiklah, sak karepmu( terserahmu)"ucap kak Arion.


"kak besok janji lho mau nemenin aku beli peralatan"ucapku sambil menengok kerah kakakku.

__ADS_1


"iya iya, apa sih yang nggak buat adek"ucapnya gombal sambil menaik turunkan alisnya.


"coklat sama es cream"ucapku sambil memanyunkan bibirku.


"kalau satu atau dua boleh dek tapi kalau banyak banyak nanti giginya sakit"ucap kak Arion sambil mengecup keningku.


"huh"aku yang mendengarnya hanya mendengus kesal.


"akhirnya aku bisa mendapatkan kasih sayang dari keluargaku, terimakasih Tuhan telah memberikan kehidupan kedua. Semoga aku bisa menjaga keutuhan keluarga ini"batinku sambil tersenyum.


"kamu ngapain dek senyum senyum gitu, jadi merinding aku"ucap kak Arion sambil memandang aneh wajahku.


"apaan sih kak, aku itu lagi mikir kalau aku bakal punya banyak temen nanti"ucapku berbohong.


"ohhh, boleh aja berteman sama perempuan, tapi kalau laki laki harus berjaga jarak ya dek"ucapnya kelihatan serius.


"emang kenapa kak"ucapku polos karena memang belum mengerti hubungan percintaan.


"laki laki itu jahat dek, nanti kalau sudah disayang pasti bakal ninggalin"ucap kak Arion serius.


"Loh kok gitu, aku sayang sama kak Arion sama ayah. Apa kalian berdua juga ninggalin aku"ucapku polos sambil mataku berkaca kaca


"eh bukan gitu, itu kecuali kakak sama ayah. Jadi kalau ada laki laki jangan Deket Deket ya dek"ucapnya sambil mengelus kepalaku.


"oke kak"ucapku tersenyum sambil menganggukkan kepalaku.


"bagus sekarang ayo lanjut nontonnya"ucapnya sambil melihat kearah tv.


"Daebak, setannya nyemplung di sumur dong mana pas malem lagi, nggak kedinginan napa"ucapku berbinar.


"udah dek diem" ucap kak Arion sambil menutup mulut adiknya dengan tangannya.


"apaan sih kak"ucapku mendengus sambil menyingkirkan tangan kak Arion dari mulutku.


"mangkanya diem dulu deh"ucap kak Arion.


"iya deh"ucapku sambil mengangguk


Kami pun menonton dengan hikmat, kadang mereka menutup mata saat adegan Jump schere oleh setan yang muncul tiba tiba.


~bersambung~


jangan lupa like and komen ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿค—

__ADS_1


__ADS_2