Aku?Jadi Pemeran Figuran!!

Aku?Jadi Pemeran Figuran!!
CHAPTER 13


__ADS_3

Yang kemarin minta author untuk up banyak nih aku kasih walau cuma 3 eps nggak apa apa ya. Soalnya aku juga bingung mulai dari mana nih.


kebanyakan imajinasi kali ya sampai lupa. Tapi author bakal ngelanjutin sampai tamat kok kalau nggak ada halangan sama hambatan sih.


jadi yang sabar aja ya huhuhu kalau update biasanya cuma sehari satu episode. kalau bisa tak usahain sehari dua episode. oke😅😅


sayang deh yuk lanjutin dulu bacanya. selamat membaca oke🤗🤗


######


Keesokan paginya Arin bangun pukul 06.15, ia pun segera bersiap untuk berangkat sekolah. Karena hari ini olahraga ia pun menyiapkan baju olahraganya kedalam tas. Seperti biasa ia hanya menggunakan bedak bayi dan pelembab bibir dan rambut panjangnya yang ia ikat dengan poni yang menutupi dahinya terlihat sangat cantik dan imut.


Setelah selesai bersiap ia pun beranjak pergi sarapan.


"Pagi yah Bun, kak Arion"ucapku saat duduk.


"Pagi juga Arin"ucap mereka.


Aku pun mulai mengambil lauk dan nasi kedalam piringku. Setalah itu mereka pun makan dengan tenang. Selesai makan Arin dan Arion bersiap untuk berangkat ke sekolah. Tak lupa mereka berpamitan dan menyalimi ayah bunda.


Saat ini mereka menggunakan motor agar cepat, Arin tidak membawa motor melainkan membonceng dengan kakaknya Arion, ia sangat menikmati udara di pagi hari karena masih terasa sejuk apalagi embun pagi yang menerpa diwajah putihnya membuat sensasi dingin dan menyegarkan yang ia rasakan.(kalau nggak percaya coba deh, dulu author pernah berangkat pagi pagi. Rasanya nyess gitu diwajah🤣 apalagi motornya pake kecepatan diatasi rata rata).


Sesampainya di sekolah Arin dan Arion segera memarkirkan motor dan berjalan menuju ke kelas. Saat Arin akan ke kelas ia melihat sebuah bayangan di gudang sekolah, ia pun berhenti sejenak. Sedangkan Arion ia melihat adiknya berhenti pun ikut berhenti.


"Dek kenapa"ucapnya sambil memegang pundak Arin.


"Eh enggak kak, kamu duluan aja. Ada yang aku urus. Titip tasku ya kak, di bangku kiri nomor 3 dekat jendela"ucapku sambil menyerahkan tasku dan berjalan pergi menuju gudang belakang.


Arion pun hanya memandang kepergian adinya itu walau dihatinya ia penasaran apa yang akan dilakukan adik kecilnya itu.


Saat ini Arin sedang mengendap endap di samping gudang belakang. Ia melihat siluet orang yang sedang berbincang di telfon.


"Siapa sih itu"ucapku sambil melihat kearah mereka.


Arin yang melihat orang itu pun melotot sampai menganga tak percaya.


"Heh rupanya jadi lotus putih ya. Hehe kita lihat siapa yang jadi pemenangnya"batinku sambil menyeringai licik melihat kearah seseorang yang ia kenal.


Sebelum ada yang melihat ia pun pergi dari tempat tersebut seolah tak terjadi apa apa. Sesampainya dikelas ia melihat siswa pada kesana kemari, berbincang dan tidur. Kemudian ia mengarahkan pandangannya ke tokoh utama pria, ia melihat mereka semua hanya bersantai dengan ekspresi datarnya saja. Karena melihat keributan dikelas Arin pun merencanakan sesuatu yang jahil.(jangan macam macam kamu Arin🙄)


Arin pun mundur untuk melakukan kejahilannya, sebelum masuk kelas ia pun mengatur nafasnya.


"Woyy woy ada gurunya, bangun bangun"ucapku sedikit teriak sambil sedikit berlari menuju kelas.


Ku lihat para siswa yang tadi berlari kesana kemari segera duduk, sedangkan yang tidur segera bangun dengan mata yang masih tertutup dan yang sedang bersantai segera duduk dengan tegap. Melihat kearah mereka Arin pun tak tahan untuk ketawa.


"Hahahaha mangkanya jangan pada lari lari kena tipu kan"tawa Arin sambil memegang perutnya menuju ke tempatnya.

__ADS_1


Siswa yang melihat tingkah kejahilan Arin pun merasa geram.


"ARIIN"ucap mereka serempak.


Arin yang melihat itu pun menahan tawanya agar ia tidak kena masalah. Karena para siswa melihat kearah Arin semua, ia pun berniat untuk menjahili sekali lagi.


"Selamat pagi pak guru"ucapku sambil melihat kearah depan. Para siswa yang melihat kearahku pun sontak mengalihkan pandangannya kedepan.


"Selamat pagi pak gu~"ucap mereka terhenti kala tidak melihat guru didepan mereka. Mereka pun menoleh kembali kearah Arin dengan perasaan yang geram dan kesal karena telah dibodohi dua kali.


"Ada apa"ucapku polos sambil tersenyum miring melihat kearah para siswa yang melihat arin dengan tatapan mereka yang tajam. Mereka hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Arin, tapi mereka juga salah karena tidak fokus.Tak lama seorang guru pun datang.


"Selamat pagi anak anak"ucap guru tersebut.


"Selamat pagi Bu"ucap para siswa.


"Baiklah disini saya akan menjelaskan tentang bioteknologi. Bla bla bla dan bla bla bla. Lanjut bla bla"jelas guru tersebut.


(Jam pelajaran pertama telah usai. Para siswa dipersilahkan Istirahat)


Para siswa pun berhamburan keluar kelas. Arin dan Vika pun juga pergi menuju kantin. Karena melihat Arion sendiri ia pun segera bergabung untuk menemaninya.


"Hai kak"ucapku sambil duduk.


"Udah pesan belum"lanjutku melihat kearah Arion.


"Halo juga. Belum dek, soalnya baru aja duduk"ucapnya.


"Ayo Vika bantu aku"ucapku sambil menggandeng Vika dan melangkah pergi.


Tak lama Arin dan Vika pun datang dengan membawa makanan dan minuman ditangan mereka. Tapi ia melihat bahwa kursi ditempat Arion sudah di tempati dengan 4 orang lelaki. Karena menghadap kebelakang Arin tak mengenal jelas siapa mereka.


"Kak ini pesanannya"ucapku sambil meletakkan makanan di meja.


"Loh mereka duduk disini kak"ucapku berbisik kepada Arion ketika menoleh melihat Michel, Sean, Azzam dan aciel disampingnya.


"Iya dek nggak apa apa"ucapnya sambil makan makanan yang sudah tersedia.


Arin pun hanya cuek aja tapi dalam hatinya ia menggerutu kerah Arion. Mereka pun mulai makan dengan tenang tanpa ada gangguan.


"Oh iya dek tadi kamu kemana pagi pagi"ucap kak Arion selesai makan.


Sedangkan Azzam dan teman temannya yang mendengar mereka pun juga ikut penasaran. Vika jangan ditanya ia sedang sibuk dengan pemikirannya sendiri.


"Oh tadi aku ketemu sama bawang merah yang jadi bawang putih"ucapku sambil menyeringai.


"Dek kamu kok kalau senyum gini bukannya cute malah nyeremin dek"ucap kak Arion bergidik ngeri melihat seringai adiknya.

__ADS_1


"Oh iya tadi maksudnya apa dek. Bawang merah jadi bawang putih itu apa maksudnya"ucap kak Arion bingung dibalas anggukan oleh Sean dan kawan kawan.


"Haduh katanya pinter😌"ucapku.


"Kan tetep aja nggak tahu dek. Mana ada bawang merah yang jadi bawang putih"ucap Kak Arion polos.


"Huh, itu cuma peribahasa kakakku tersayang dan tercinta tambah teruwuw. Jadi tadi itu aku~"ucapku terhenti kala mendengar dering ponselku.


"Loh inikan nomer khusus"batinku sedikit bingung.


"Sebentar kak aku angkat dulu"ucapku ingin berdiri dan pergi.


"Disini aja dek kita nggak ganggu kok"ucap kak Arion sambil menatapku, aku pun hanya menganggukkan kepala dan kembali duduk.


"Halo"ucapku dingin,tegas dan datar.


Kak Arion dan lainnya yang mendengar nada serius Arin pun langsung menatapnya.


"Siapa sih yang nefon Arin"batin mereka.


"Selamat siang apa ini dengan hacker AX"ucap seseorang dari telfon tersebut.


Arin yang mendengarnya pun terkejut, kenapa ia sebagai hacker ditelfon oleh nomer khusus begini.


"Iya saya sendiri, dengan siapa"ucapku tegas dan dingin.


"Kami dari pasukan agen khusus ingin menawari anda untuk masuk dalam bagian kami. Dan kami juga yang akan membimbing serta mengajari anda untuk menjadi agen inti negara"ucap seseorang tersebut.


"Apa ini permintaan atau paksaan"ucapku dingin dan datar.


"Tidak disangka anda begitu berani, saya jadi ingin bertemu dengan anda. Tapi untuk kali ini bukan paksaan tapi permintaan secara khusus. Karena kami juga melihat bahwa anda memiliki potensi yang besar"ucapnya.


"Kekeke saya putuskan nanti saya masih sekolah"ucapku dingin dan datar.


"Tentu saja sekolah, apa tadi sekolah. Kamu masih sekolah"ucapnya terkejut.


"Kekeke dari nada bicara anda. Sepertinya anda belum mengetahui identitas saya"ucapku menyeringai.


"Hahah tentu saja siapa yang akan berhasil memecah keamanan dari anda. Mangkanya pihak kami ingin merekrut anda"ucapnya.


"Seperti yang saya bilang saya akan putuskan nanti"ucapku mematikan telfon sepihak. Karena aku yakin mereka tidak akan bisa mengetahui identitas Arin.


"Dek tadi siap yang telfon kok serius amat"ucap kak Arion penasaran.


"Bukan siapa siapa, tidak penting"ucapku datar. Saat ini Arin lagi badmood karena permintaan dari orang tersebut.


Ia tidak akan lupa bahwa kematiannya yang dulu juga karena ia menjadi agen. Apalagi karena kecerobohannya dulu tidak melihat perlengkapannya membuatnya mati hanya karena bom sialan ditangannya. Jika ia membawa peralatannya paling tidak ia hanya menderita beberapa sayatan ditangannya dan tidak akan mati. Tapi paling tidak ia memiliki kesempatan kedua dalam hidupnya, sebenarnya kehidupan kali ini ia ingin hidup sederhana dan menikmati kasih sayang keluarganya. Tapi sepertinya hidupnya sudah ditakdirkan untuk melakukan hal hal yang besar. Arin hanya menggelengkan kepalanya melihat kehidupannya yang akan sulit kedepannya.

__ADS_1


~bersambung~


Jangan lupa like and komen😚😚😍


__ADS_2